
kini tuan rahardian dan bu putri begitu menyesal namun tak bisa berbuat apa apa, apalagi kalau putri nya benar benar bercerai dengan malvin itu arti nya akan kehilangan saham di kim corp.
di lain tempat kharisma tengah menangis dalam pelukan tantri, satu satu nya sahabat kharisma.
apa aku perlu mengatakan kebenaran pada al kaf ? " tanya tantri pada sahabat nya ".
kharisma hanya menggelengkan kepala nya, dia tak ingin di kasihani oleh mantan kekasih nya, namun dia juga tak akan sanggup berpisah dengan anak nya.
selama pertumbuhan al zen, kharisma selalu melakukan perlakuan buruk pada al zen bukan karena tak menyayangi al zen, melaikan kalau takut al zen akan di jadikan alat oleh kedua orang tua nya ataupun malvin, agar tak terlihat al zen menjadi kelemahan nya sengaja kharisma bersikap acuh pada bocah nakal itu yang berakibat dia di benci anak nya sendiri sekarang.
kini semua perjuangan kharisma terasa sia sia, dan terbukti al zen di jadikan alat oleh orang tua nya dengan menjual pada papah kandung nya.
pagi hari nya al kaf terbangun dari tidur nya, dia melihat ke samping dan menatap wajah imut anak nya yang masih terpejam.
al kaf turun dari ranjang lalu keluar kamar dan meminta penjaga membawa tiger ke dalam kamar nya.
__ADS_1
kucing besar itu masuk ke dalam kamar tanpa di ikat lalu berlari pelan dan meloncat ke atas ranjang.
al zen terbangun dan betapa senang nya melihat kucing ke sayangan nya berada di samping nya lalu memeluk kucing itu dan terjadi pergulatan kecil.
tiger yang merasa senang bertemu kembali majikan nya tak henti henti nya menjilat tubuh mungil al zen, meskipun ada beberapa luka kecil al zen tetap senang karena sebenar nya niat tiger hanya bermain bersama nya.
al kaf hanya tersenyum menatap tiger dan al zen.
sore hari nya al zen tak henti henti nya mengagumi kediaman papah nya itu.
bahkan rumah itu di kelilingi komplek perumahan yang ternyata di khususkan untuk karyawan dan orang orang terdekat papah nya.
al kaf memang lebih mengutamakan ke amanan dan kenyamanan dari pada kemewahan itu sebab nya dia sengaja membuat rumah di tengah tengah perumahan yang di isi oleh anak buah nya sendiri.
al zen nampak asik keluar rumah dan mulai mengelilingi kompleks di temani tiger dan beberapa pengawal.
__ADS_1
al zen di sapa banyak orang karena mereka semua anak buah papah nya, bahkan anak anak ikut menyapa dan anak anak kagum pada kucing besar yang jinak pada tuan muda mereka.
tanpa rasa canggung al zen mengajak anak anak seumuran nya bermain bola hingga suasana kompleks menjadi hangat dan riuh.
bagaimana sekolah al zen ? " tanya al kaf pada zo yang duduk di kursi berhadapan ".
tuan muda mulai besok sudah bisa sekolah tuan, saya sudah mengurus semua nya, " jawab zo sambil menyerahkan beberapa berkas pada bos besar nya ".
al kaf mengangguk kepala seraya mulai membaca beberapa berkas.
kini kedua nya berada di kantor, awal nya al mengajak al zen namun bocah itu malah tak ingin pergi dari rumah karena merindukan tiger ketimbang diri nya.
waktu sudah enam bulan berlalu, al zen kerap mengunjungi kantor ayah nya saat pulang sekolah dan setiap hari libur kedua nya akan menghabiskan waktu untuk bermain ke beberapa tempat yang mereka sepakati untuk berlibur.
hari ini tepat kedatangan keluarga tantri, dengan maudy yang terus merengek meminta bertemu teman lama nya akhir nya dengan terpaksa tantri dengan ragu meminta al kaf untuk bertemu beberapa hari lalu.
__ADS_1
al kaf merasa tak keberatan dan kini arman tantri maudy juga lita sampai di kediaman al kaf dengan mengagumi rumah serta isi nya.