Al Kaf Sang CIO

Al Kaf Sang CIO
kedatangan keluarga arman


__ADS_3

aku kira rumah cio Z corp sangat mewah dan megah, ternyata biasa saja, " komentar lita saat turun dari mobil meskipun sebenar nya dia mengagumi di dalam hati nya ".


tantri menatap kesal pada adik nya yang selalu asal bicara itu.


sebenar nya rumah tuan besar itu dari pintu utama jalan raya tadi nona, " saut salah satu penjaga yang tak terima denga ucapan lita ".


lita memicingkan mata nya tak suka dengan ucapan penjaga itu.


maksud nya bagaimana paman ? " tanya maudy tak mengerti ".


semua kompleks ini milik tuan besar cuma sebagian di isi oleh para orang orang terdekat nya, tuan besar lebih mengutamakan ke amanan serta beliau bukan orang yang suka berlebihan, " jelas penjaga dengan pelan dan lembut memberi pengertian pada gadis kecil yang imut itu meskipun wajah pengawal itu tetap kaku ".


arman dan tantri makin kagum pada sosok al kaf, sementara lita nampak malu saat mendengar penjelasan penjaga.


al zen keluar rumah dan berlari langsung memeluk teman lama nya.


maudy menyambut pelukan al zen dan keduanya berpelukan sambil meloncat loncat.


al zen juga memperkenalkan tiger pada maudy, gadis kecil itu nampak senang dan tak merasa takut mengusap usap kepala tiger.

__ADS_1


sementara arman tantri dan lita nampak sedikit takut dan khawatir pada maudy pada awal nya namun setelah melihat kucing itu begitu jinak pada maudy ketiga nya merasa tenang.


al kaf sendiri masih berada di kantor, mereka semua masuk ke dalam rumah setelah nya berbincang bersama bocah nakal di ruang keluarga.


kebetulan umi aisyah pun sedang berkunjung di sana dan mengobrol banyak hal.


umi aisyah begitu gampang berbaur dengan semua nya termasuk maudy gadis kecil yang lucu dan ceria.


dengan tak tau malu nya al zen memerintah lita memasak, karena ada umi aisyah lita menahan kesal nya pada bocah nakal itu lalu menuruti kemauan bocah itu.


kini di ruang makan al zen maudy nampak menikmati hidangan yang di sediakan lita, lita hanya duduk di kursi memperhatikan kedua bocah itu.


ga, " jawab lita malas dan kembali memainkan handphone nya ".


tante ga bisa mengusirku sekarang, " sindir al zen yang masih merasa dulu diri nya di usir lita ".


bocah ini benar benar, " geram lita dalam hati namun pura pura tersenyum pada bocah nakal itu ".


al kaf sampai di rumah nya dan dalam rumah lalu berbincang sebentar di ruang keluarga, lalu berjalan melewati ruang keluarga untuk menaiki tangga menuju kamar nya.

__ADS_1


al kaf manatap lita sepintas lalu kembali berjalan menaiki tangga saat lita menundukan kepala.


lita sendiri masih takut pada sosok al kaf, dia masih ingat kesalahan nya beberapa bulan lalu.


rasa rindu serta rasa sayang dulu lita pada al kaf kini berubah menjadi rasa takut dan bersalah pada sosok al kaf.


malam hari nya mereka makan malam lalu mengobrol di ruang keluarga.


tanpa di duga tantri menyampaikan permintaan nya pada al kaf jika boleh adik nya bisa bekerja di kantor al kaf untuk belajar agar kelak bisa memimpin RH corp.


lita menunduk gugup takut permintaan nya akan di tolak al kaf.


ga bisa, " jawab bocah nakal tegas meskipun entah mengerti atau tidak pembicaraan orang dewasa itu ".


lita makin menunduk, dia kesal pada sosok bocah nakal itu dan takut pada sosok al kaf.


kenapa ga bisa ? " tanya umi aisyah yang tak tau permasalahan sebelum nya sembari mengelus kepala al zen ".


tante jahat itu pernah mengusirku nenek, jadi dia ga boleh kerja di kantor papah, " jelas al zen pada nenek nya dengan ucapan menggebu gebu ".

__ADS_1


__ADS_2