Al Kaf Sang CIO

Al Kaf Sang CIO
warung sederhana


__ADS_3

lita mengambil piring dan mulai menikmati makanan hilman tanpa rasa bersalah.


selesai makan lita menepuk pundak hilman dan berkata, terimakasih makanan kamu enak, jadi aku ga perlu lagi masak buat bocah nakal itu, " ucap lita yang di sangka nya hilman yang akan menjadi koki baru di rumah itu ".


hilman nampak bingung dengan tingkah wanita itu yang kini berjalan keluar dapur.


cantik cantik tapi bodoh, masa laki laki setampan aku di sangka pelayan, " gerutu hilman sambil melanjutkan memasak ".


hilman diam sesaat, apa itu calon kakak ipar nya, " batin hilman sedikit kecewa ".


di lain tempat al kaf dan al zen nampak tengah menikmati berjalan kaki di perkotaan setelah selesai bermain di pulau, berbeda dari kedua nya zo dan para pengawal malah nampak khawatir karena hal ini nampak terlalu beresiko bagi ke selamatan kedua nya.


apalagi al kaf memilih berjalan kaki bersama al zen.


para pengawal mengawasi dari jarak tertentu serta zo yang selalu berada di samping kedua nya.

__ADS_1


bocah nakal melihat sebuah warung makan dan meminta papah nya untuk makan di sana.


al kaf memicingkan mata nya heran, biasa nya anak nya itu akan meminta makan di restoran, mungkin dia bosan karena sejak bersama dengan papah nya, al zen selalu di manjakan dengan makanan makanan mewah hingga bocah nakal itu rindu makan makanan sederhana, fikir al kaf sambil masuk ke warung makan tersebut.


al kaf terdiam sesaat, dia teringat masa lalu nya saat pertama kali lulus kuliah dan memutuskan untuk membuka warung makan dengan modal se adanya.


kenapa semua nya hampir sama, " batin al kaf sebab warung tersebut terlihat mirip dengan warung milik nya dahulu dari mulai tata denah kursi meja bahkan warna warna tembok serta menu menu makanan yang tersedia juga sama ".


al zen memesan menu makanan pada pelayan sementara al kaf masih termenung.


al kaf hanya memperhatikan anak nya yang lahap dalam memakan masakan yang al kaf sudah mencurigai sesuatu.


al kaf pun mulai mencicipi sedikit makanan tersebut dan kini tebakan nya sudah makin tertuju pada satu orang, kharisma.


al zen kita pulang sekarang, " ajak al kaf pada al zen yang masih lahap memakan makanan tersebut ".

__ADS_1


nanti dulu papah, aku belum selesai makan, " jawab al zen dengan mulut yang di penuhi makanan ".


memang kamu ga pernah makan makanan se enak ini ? " tanya al kaf heran sebab anak nya itu pasti sering menikmati makanan ibu nya ".


al zen hanya menggelengken kepala nya dan kembali menikmati makanan nya.


selesai makan mereka pergi untuk kembali, dan seperti biasa al zen akan meminta uang pada papah yang kini hanya ada empat lembar itu pun al zen hanya bertemu satu orang pelayan sebab satu orang lagi beralasan sedang pergi untuk beristirahat.


rombongan pun kini menaiki mobil dan melaju meninggalkan warung tersebut.


kharisma menatap nanar kepergian anak nya, sedari tadi dia bersembunyi dari pandangan al zen, kharisma merindukan anak nya namun juga takut usaha satu satu nya kharisma akan di hancurkan al kaf jika dia nekad menemui al zen.


kini kharisma sudah tak bisa bekerja sebagai dokter karena ulah malvin yang meminta chelsea untuk memecat kharisma dari rumah sakit milik keluarga chealsea.


tuan heru merupakan pemilik banyak rumah sakit tempat dahulu kharisma bekerja, di tambah ijasah serta str kharisma di tahan oleh malvin membuat kharisma tak bisa lagi bekerja di rumah sakit lain.

__ADS_1


dia meninggalkan kedua orang tua nya dan kini hanya membuka usaha kecil di temani mimah orang yang kharisma tolong saat pertama kali kharisma sampai di kota ini untuk memulai kehidupan nya.


__ADS_2