Al Kaf Sang CIO

Al Kaf Sang CIO
raja hutan


__ADS_3

dengan kesal lita dan maudy meninggalkan al zen menuju kantin dan akan makan di kantin sekolah.


sesampainya di kantin lita memesan makanan untuk maudy.


kamu kenapa ga laporin ke guru kelas kamu sih kalau bocah itu mengambil makanan kamu ? " tanya lita heran pada keponakan nya ".


kasian tante kalau maudy laporin nanti al zen di marahin bu guru dan di hukum di depan kelas, " jawab maudy membela teman sekaligus musuh nya ".


lita tambah heran dengan jawaban keponakan nya, keponakan nya itu selalu mengadukan bocah nakal itu pada nya, tapi dia juga tak mau bocah nakal itu di hukum.


lita hanya menggeleng lalu mulai menikmati makanan yang sudah berada di meja di ikuti maudy.

__ADS_1


selesai makan lita berpamitan pada keponakan nya karena harus ke kampus dan memperingati al zen agar tak mengganggu keponakan nya.


al zen hanya mengangguk anggukan kepala nya meskipun dalam hati nya dia tertawa kecil dan akan tetap memaksa maudy bertukar makanan dengan diri nya.


sore hari nya seperti biasa bocah nakal itu nampak asik bermain bersama kucing kesayangan nya, sebenar nya bukan kucing melainkan singa sang raja hutan yang masih baby pemberian dari orang yang sangat al zen rindukan.


al zen nampak asik di halaman belakang sebab ibu nya tak pernah mengizinkan al zen membawa kucing peliharaan anak nya itu berkeliaran di halaman depan.


namun karena kharisma wanita karir serta selalu sibuk dengan pekerjaan nya membuat al zen kesepian bahkan al zen mulai memendam benci pada sosok ibu nya yang lebih perhatian dan menyayangi suami nya ketimbang diri nya.


suami kharisma bernama malvin alfaro, dia bukan ayah kandung al zen, al zen bisa merasakan kalau malvin tak menyukai diri nya dan hanya di depan istri nya dia bersikap baik pada al zen.

__ADS_1


sementara papa al zen berada di luar kota yang entah dimana al zen pun belum mengetahui, terakhir bertemu dengan papah nya saat al zen hendak pertama masuk sekolah dan al zen mendapat hadiah dari sang papah yaitu kucing besar itu.


ibu al zen tak pernah mau memberitahukan tentang papah al zen, namun bocah itu menyadari satu hal, papah nya belum menikah sementara ibu nya sudah menikah, itu kemungkinan besar ibu nya yang meninggalkan papah nya dan apa alasan ibu meninggalkan papah nya, alzen selalu berusaha mencari tau.


namun ibu nya selalu enggan menjawab dan hanya mengatakan kalau papah berada di luar kota dan hidup bahagia bersama kekasih baru nya.


awal nya alzen mempercayai ucapan ibu nya, namun berjalan waktu dia merasa ibu nya menutupi kebenaran, terlihat saat ibu nya menceritakan tentang papah nya selalu memalingkan wajah tak ingin menatap al zen, dan bocah itu sadar satu hal kalau ibu nya merasa bersalah pada nya.


al zen memang tak suka pada malvin, itu salah satu sebab ibu nya selalu memarahi al zen apalagi al zen tak pernah mau memanggil malvin dengan sebutan ayah, al zen hanya memanggil malvin dengan sebutan om.


kharisma kini sampai di halaman rumah, dia bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit ternama di kota tersebut hingga membuat diri nya selalu sibuk dengan pekerjaan nya hingga sampai dia sering mengabaikan anak satu satu nya dari hubungan terlarang bersama mantan kekasih nya.

__ADS_1


kharisma sebenar nya menyayangi al zen namun saat kharisma teringat masa lalu nya dia akan benci dan malampiaskan kekesalan nya pada anak nya itu.


__ADS_2