Al Kaf Sang CIO

Al Kaf Sang CIO
terlambat


__ADS_3

kini air mata umi aisyah lolos begitu saja menyaksikan transaksi tersebut.


semua orang menyadari kalau kini hanya umi aisyah yang mengeluarkan air mata, zen menoleh pada nenek nya lalu turun dari gendongan sang papah.


al zen berdiri di hadapan umi aisyah, lalu mengusap pipi umi aisyah membuat semua orang terharu.


nenek jangan menangis lagi, al zen akan menjaga dan melindungi nenek, " tegas al zen yang sebenar nya memahami transaksi papah bersama kakek nya itu ".


tuan rahardian dan bu putri yang belum pernah di perlakukan seperti itu menjadi tambah menyesal dan kini kedua nya ikut mengeluarkan air mata mereka dengan rasa sesal di hati mereka.


ya sebenar nya tuan rahardian tidak sunggung sungguh ingin menjual cucu nya, dia hanya menggertak al kaf dan fakta mengejutkan di dapatkan oleh kedua orang itu.


tiba tiba wanita anggun nan cantik masuk ke dalam ruangan dan langsung berhambur memeluk al zen yang berada di samping sang nenek yaitu umi aisyah.


malvin memilih tetap berada di dalam mobil nya, dia hanya ingin keluarga rahardian hancur, tadi nya dia berniat menyaksikan namun dia enggan masuk ke dalam rumah yang menurut malvin kumuh dan dia tetap tinggal di dalam mobil menunggu hasil akhir yang sudah dia bayangkan.

__ADS_1


sementara kini al zen nampak kaget dan ketakutan pada ibu nya, karena pernah menampar nya, meskipun ibu nya hanya memeluk tapi al zen malah merasa takut dan menangis histeris hingga dengan terpaksa bu putri menarik tangan anak nya itu.


nak ayo kita pulang, ibu janji akan menyayangimu dan tak akan menyakitimu lagi, " rintih kharisma sambil meronta agar terlepas dari pelukan ibu nya ".


al zen sudah berada dalam pelukan papah nya, dan secara otomati kharisma bisa menatap sosok laki laki tersebut yang kini menatap nya dingin.


al kaf menatap tajam pada kharisma, tatapan yang belum pernah al tunjukan sebelum nya pada wanita yang pernah dia cintai dan mungkin masih di cintai.


zo usir ketiga orang itu, " perintah al pada zo tegas ".


apa hak kamu mengusirku, dia anakku, aku yang melahirkan nya, aku yang selama ini merawat nya, " bentak kharisma bak kerasukan saat tau kalau papah dari anak nya akan memisahkan diri nya dengan anak nya itu ".


aku sudah membayar jasa kamu selama merawat al zen dengan layak, bahkan lebih dari sekedar harga dirimu, " geram al sambil berlalu membawa al zen yang berada dalam pelukan nya menuju kamar ".


kini kharisma menatap nanar pada ibu dan ayah nya seolah bertanya, lalu menatap satu lembar check berada di atas meja dekat ayah nya.

__ADS_1


selama ini kharisma menurut pada kedua orang tua nya, namun tidak saat ini apalagi yang bisa menguatkan kharisma saat dia harus berpisah dengan anak satu satu nya.


kharisma nampak histeris dan malvin tertawa sinis saat mendengar samar samar teriakan kharisma.


tiba tiba rombongan mobil mewah melewati malvin yang keluar dari hutan kecil, malvin heran kenapa bisa banyak mobil keluar malam hari dari hutan, malvin tak mempedulikan hal itu.


kini zo yang ingin memaksa kharisma untuk pergi di hentikan umi aisyah, zo pun akhir nya hanya diam.


lalu umi aisyah mendekat pada kharisma yang tengah meronta agar terlepas dari ayah rahardian juga bu putri.


tanpa rasa takut umi aisyah langsung memeluk kharisma dan mengelus lembut pundak mantan calon menantu nya.


entah kenapa pelukan hangat dan tulus dari umi aisyah membuat kharisma langsung diam dan tenang.


zo dan hilman sama sama heran, tanpa zo dan hilman tau dulu umi aisyah sangat dekat dan menyanyangi kharisma.

__ADS_1


bahkan gadis itu pun memperlakukan umi aisyah layaknya seorang ibu kandung.


__ADS_2