Al Kaf Sang CIO

Al Kaf Sang CIO
makan di restoran


__ADS_3

kini kedua mobil itu sampai di loby mall, kedua bocah itu turun dari mobil masing masing.


al zen dan maudy berjalan memasuki mall bergandengan tangan layaknya kedua bocah itu seperti kaka beradik karena tubuh al zen yang lebih tinggi dari maudy.


kedua sopir memberikan kunci pada vallet dan berjalan masuk mengikuti tuan dan nona kecil mereka.


kita ke atm dulu yah , " ajak alzen sambil menarik tangan maudy ".


maudy hanya tersenyum dan pasrah mengikuti al zen, maudy fikir al zen akan mengambil uang cash untuk makan di restoran.


kini kedua bocah itu masuk ke ruang mesin atm, kedua sopir berada di belakang mereka yang kini merangkap menjadi pengawal karena kini berada di tempat keramaian kedua sopir itu takut majikan kecil mereka akan kenapa kenapa.


tiba tiba kedua bocah tersebut histeris membuat kedua sopir khawatir dan segera mendekat.


tuan ada apa.


nona ada apa.

__ADS_1


tanya kedua sopir tersebut khawatir.


pak ini jumlah nya berapa ? " tanya maudy pada sopir nya sembari menutup mulut nya dengan kedua tangan nya ".


kedua sopir tersebut menoleh pada monitor atm dan membelalakan mata nya tak percaya.


nol nya ada sepuluh paman itu berapa ? " tanya al zen lagi karena tak tau jumlah nya ".


itu sepuluh milyard tuan muda, " jawab sopir al zen memberitahukan ".


al zen dan maudy saling menoleh dan menatap lalu kedua bocah tersebut tersenyum dan mengeluarkan kartu atm tersebut dan berlalu menuju restoran mewah.


sesampai nya di depan restoran kedua bocah tersebut berhenti dan menatap kedua sopir nya yang berdiri di depan pintu.


paman ikut aku ke dalam saja, " ajak al zen pada kedua sopir tersebut ".


dengan ragu kedua sopir tersebut mengikuti kedua nya.

__ADS_1


al zen dan maudy memesan banyak makanan yang mereka lihat dan suka di menu makanan, sementara kedua sopir tetap berdiri di samping nona dan tuan kecil mereka.


paman duduk aku sudah pesan makanan banyak, " perintah maudy bangga ".


al zen hanya tersenyum dan mengangguk karena sekarang dia tak khawatir untuk membayar makanan, tentu karena kartu pemberian papah nya mempunyai uang yang besar menurut al zen.


kedua sopir pun dengan ragu ragu ikut duduk dan sedikit terharu anak anak sekecil ini tau rasa nya berbagi dan peduli pada mereka yang hanya seorang sopir.


di luaran sana banyak dari anak anak orang berada menjadi sombong dan tak menghargai para pekerja rendahan seperti mereka.


ke empat orang itu menikmati makanan tersebut dan beberapa kali al zen dan maudy meminta kembali menu makanan baru yang mereka rasa suka, padahal di meja mereka masih banyak makanan.


kedua sopir hanya menggeleng dan kembali menikmati makanan lezat tersebut yang belum tentu mereka berdua bisa menikmati nya kembali di lain waktu.


sang manajer yang sedari tadi memperhatikan ke empat orang itu sedikit heran dan menanyakan pada kasir, berapa jumlah bil mereka ?


kasir tersebut memberitahukan total tagihan ke empat orang itu yang di rasa berlebihan, melihat penampilan kedua orang dewasa yang terlihat biasa biasa, meskipun kedua bocah terlihat dari anak kalangan atas.

__ADS_1


manajer curiga kalau ke empat orang itu tak akan sanggup bayar, melihat penampilan dua bocah memang terlihat cantik dan tampan namun nama sekolah mereka tak terlihat karena tertutup oleh jaket yang di pakai kedua bocah tersebut.


namun melihat kedua laki laki yang satu hanya memakai kemeja hitam polos dan yang satu baju batik lusuh, manajer menyangka kedua lelaki paruh baya itu keluarga dari bocah bocah itu dan yang akan membayar makanan itu.


__ADS_2