
kini al kaf sudah duduk di samping al zen, serta di seberang meja ada lita yang nampak santai serta hilda yang nampak gugup.
ke empat nya sedang berada di salah satu restauran dekat kantor mereka.
siapa nama kamu ? " tanya al kaf santai namun nampak terdengar menakutkan bagi hilda yang hanya resepsionis di kantor Z corp bahkan ini percakapan pertama di antara kedua nya ".
hilda pak, " jawab hilda gugup dengan wajah yang masih menunduk ".
kamu santai saja, aku ga akan memakanmu, " canda al kaf dan mulai memesan makanan ".
al kaf akan berbeda sikap saat berada di dekat orang orang yang menurut nya nyaman, bahkan al kaf tau kalau anak nya meminta hilda ikut itu karena tadi hilda memperlakukan anak nya dengan baik, jadi al kaf tak ingin nampak dingin dan canggung di hadapan hilda.
katanya sudah makan, " ejek al kaf pada lita yang tadi berkata sudah makan ".
lita hanya mendengus kesal dan kembali menunjuk beberapa menu makanan bahkan memesankan untuk hilda yang nampak canggung.
__ADS_1
papah, sebenarnya tadi yang menampar itu tante lita, " ucap al zen jujur pada papah nya ".
al kaf memicingkan mata nya heran, lita dan hilda pun sama heran nya dengan pemikiran al zen yang kini malah berkata jujur.
aku tadi ingin di tampar sama tante jahat itu, lalu di cegah oleh tante lita, lalu tante lita menampar tante jahat itu dan karena aku tak puas , makanya berkata kalau tante lita yang di tampar, " jelas al zen sambil menatap takut takut pada papah nya yang akan marah ".
al kaf tersenyum lalu mengacak rambut al zen, lain kali jangan memfitnah orang, " ucap al kaf sebab bagaimanapun dirinya harus mendidik anak nya dengan baik agar tak semena mena serta sembarang memfitnah orang ".
baik papah, " jawab al zen senang karena papah nya tak marah ".
lita dan hilda mengobrol dengan santai meskipun ada sosok al kaf yang membuat kedua nya sedikit canggung.
ternyata hilda pun karyawan baru di Z corp dan baru beberapa bulan bekerja.
mereka nampak akrab dan bertukar pengalaman dan nampak nya kedua nya akan menjadi teman baik.
__ADS_1
al zen nampak fokus menikmati makan siang nya begitupun dengan al kaf, kedua nya nampak diam ketika sedang menikmati makan siang nya.
selesai makan al kaf memberikan kartu pada pelayan untuk membayar makanan, namun al zen menanyakan berapa orang yang bekerja di restoran itu membuat lita dan hilda sama sama heran dengan pertanyaan bocah nakal itu.
dengan ramah pelayan memberitahukan ada empat belas orang, al kaf menggeleng dan tersenyum dengan tingkah anak nya lalu mengeluarkan uang dari dompet nya sekitar tiga puluh lembar berwarna merah.
al zen mengambil uang itu dan menghampiri semua pelayan dan memberikan nya secara satu satu dan satu orang mendapat dua lembar, kini al zen kembali sambil membawa sisa dua lembar uang itu di tangan nya.
heh bocah nakal kenapa di kasiin mereka ? " tanya lita sebab memang awal julukan bocah nakal pada al zen itu dari lita sudah melekat ".
itu untuk mereka kata nenek aku harus berbagi, " jawab al zen bangga ".
terus kenapa dua lembar itu kamu masih pegang ? " tanya lita lagi denga senyum mengejek seolah dua lembar itu memang al zen yang menginginkan nya ".
al zen menatap sedih pada lita dan hilda hingga kedua gadis itu kebingungan dengan tingkah bocah nakal tersebut.
__ADS_1