
jam menunjukan jam istirahat, semua siswa berlarian keluar ruangan, al zen nampak membereskan buku buku nya untuk di simpan di laci meja milik nya.
seperti biasa maudy menunggu al zen yang menurut nya al zen mengambil jatah makan siang nya padahal al zen selalu memberikan bekal makanan untuk diri nya juga.
maudy heran melihat al zen yang tetap duduk di bangku nya lalu mengeluarkan salah satu buku dan membaca nya.
biasa nya al zen akan mengeluarkan bekal makanan nya dan berjalan ke bangku maudy lalu memaksa maudy agar bertukar makanan.
maudy pun mengeluarkan bekal makanan di kantong nya lalu berjalan ke arah al zen yang nampak fokus membaca salah satu komik.
kamu ga minta makananku ? " tanya maudy heran ".
__ADS_1
aku ga pernah minta makanan kamu, aku hari ini ga bawa bekal makan jadi ga bisa tukar makanan dengan kamu, " jawab al zen kesal karena teman nya ini selalu berkata meminta padahal jelas jelas al zen hanya menukar nya saja ".
kalau begitu ini buat kamu saja, " ucap maudy sambil menyodorkan makanan nya di meja al zen ".
memang sejak kejadian kemarin akhir nya tante nya sengaja memberi nya dua bekal makanan untuk berjaga jaga jikalau makanan maudy di ambil al zen kembali.
al zen menoleh pada maudy dan memicingkan mata nya seolah bertanya.
tante aku sudah buat dua makanan jadi kamu ga perlu memberiku makananmu untukku, " jawab maudy memberitahukan sambil menunjuk kotak makanan yang juga ada di meja maudy ".
sambil tersenyum lucu maudy lalu berjalan ke arah kursi milik nya dan mulai membuka bekal makanan dan memakan nya.
__ADS_1
tanpa kedua bocah itu sadari lita menyaksikan isteraksi kedua bocah itu dan tersenyum, lita sekarang merasa lega dan berfikir kalau bocah nakal itu memang hanya menyukai makanan hasil masakan nya bukan berniat mengganggu keponakan nya.
lita heran kenapa bisa hari ini bocah nakal itu tidak membawa bekal makanan, tapi lita tak mau ambil pusing dia pun bergegas pergi meninggalkan sekolah keponakan nya dan pergi menuju kampus.
taun ini dia akan lulus dan akan segera bisa mulai bekerja, lita sangat ingin masuk di salah satu perusahaan besar di ibu kota tempat dulu dia sempat magang, jadi lita bertekad taun ini harus segera lulus.
sepulang sekolah al zen mengajak maudy untuk ke salah satu mall, al zen tak mau berhutang pada teman nya dan dia berniat untuk mentraktir teman nya itu makan di restoran dengan kartu pemberian papah nya.
maudy beberapa kali menolak namun seperti biasa al zen yang pemaksa, akhir nya menyetujui mereka berdua pun menaiki mobil masing masing dengan sopir masing masing menuju salah satu mall terbesar di kota tersebut.
di dalam perjalanan al zen sedikit ragu, bagaimana tidak hari ini dia tidak meminta uang pada ibu nya, dan hanya ada kartu pemberian papa nya.
__ADS_1
al zen tau kalau papa nya bukan orang kaya seperti ibu nya, apa cukup uang di dalam kartu milik nya untuk makan di restoran mewah.
namun al zen tak ingin berhutang pada maudy jadi kalau uang di dalam saldo kartu milik nya tak cukup dia akan meminta maudy untuk hanya makan sedikit menu di restoran tersebut dengan menu sederhana.