Alana Story

Alana Story
Chapter 23


__ADS_3

Laila POV


Setelah Adera mencium aku di kebun itu, akhirnya aku pulang dengan langkah sendiri.


Aku bernapas dan berpikir, apa yang akan terjadi nanti setelah aku pulang, setelah Adera tak ada di samping aku lagi?


Aku melihat Adera sudah jauh dari pandangan mata. Tuhan. Aku menyebut nama Tuhan aku dan aku biarkan untuk terus tersenyum senang meski dalam hati aku tidak mau.


Dalam hati aku berkata, "balik Laila, jangan pergi. Kamu masih butuh Adera bukan?"


"Bukan kah kamu harus bersama Adera dulu sebelum kamu puas dengan Adera dan tidak mau ingat lagi Adera?"


"Benarkah begitu?"


"Benarkah kalau aku harus mengikuti kata hati aku untuk bisa bertemu dan bersama Adera lagi?"


Tuhan.


Aku memutuskan untuk pergi bertemu Adera lagi untuk yang ke dua kalinya. Aku meletakkan sepeda motor aku di dekat pagar.


Aku melangkah menemui Adera yang sedang menyiram tanaman di dekat kebun apel itu. Aku melangkah ke dekat Adera dan aku melihatnya.


"Adera..!" kataku ke laki-laki itu. Dia melihat ke arahku dengan rambut yang sedikit pirang.


"Laila, kamu ke sini. Mau ngapain?"


Adera berkata begitu padaku sambil terus menyiram tanaman. Entahlah, kenapa aku bisa bernasib seperti itu.


Aku juga tidak tau harus berkata apa lagi. Aku masih ingin mengejar Adera yang sedang berdiri di depan aku sambil menyiram tanaman.


"Adera, maaf kalau aku memuji diri aku sendiri. Apakah aku kelihatan cantik Adera..?"


Aku berkata seperti itu ke Adera karena pagi itu aku sudah berdandan cantik seperti yang aku mau. Adera melihat aku biasa saja. Sepertinya dia lebih suka melihat tanaman ketimbang melihat aku.


Oh Tuhan.


"Adera lihatlah aku. Apakah aku tidak berharga buat kamu?"


Adera tidak bicara cuma tersenyum saja. Aku bernapas kecewa. "Adera, apakah aku telah mengganggu kamu dengan aku ke sini?"


Adera diam saja.


"Adera, apakah ada masalah dengan kamu? Atau, kamu tidak suka aku ada di sini datang ke rumah kamu..?"


"Cukup Laila, kamu masuk saja ke dalam, aku mau mandi dulu. Aku masih gerah dan ingin mandi." kata Adera padaku.


"Baiklah." aku jawab ke Adera sambil mencoba untuk melangkah masuk ke dalam rumah Adera yang sederhana dan indah itu.

__ADS_1


Aku masih menunggu Adera sampai selesai mandi. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya aku bertemu dengan Adera.


Dia kelihatan segar sekali pagi itu. Tapi mukanya masam padaku. Dia tidak suka aku ada di rumah dia pagi itu.


"Maaf Adera, kalau aku telah buat kamu terganggu."


"Bagaimana kabar Arya? Apakah kamu sudah putus dengan dia?"


Adera benar-benar tidak merasa kalau aku datang itu untuk dia kenapa malah dia ingat dengan Arya yang sudah lama punya hubungan gelap dengan Alana.


"Arya sekarang kabarnya pacaran dengan Alana. Aku tidak tau apakah itu benar atau salah. Aku belum bertemu Arya dan menghubungi Arya sekarang."


"Kamu telepon dia sekarang."


Aku telepon saja Arya langsung meski aku tau Arya tidak akan pernah mau di hubungi oleh aku. Arya pantang sekarang untuk berteman dengan aku. Entah kenapa.


"Telepon Arya tidak bisa di hubungi."


Aku kesal sekali pagi ini. Aku lalu bertanya ke Adera sedikit tentang kabar dia pagi itu. Tapi, Adera tetap kaku di depan aku.


Tidak ada yang bisa aku harapkan dari dia selain rasa pertemanan yang cukup akut.


Kalau boleh di ambil pelajaran, aku lebih suka sikap Arya yang sangat perhatian padaku. Seperti mendekat padaku, bercanda dengan aku, kadang berpegangan tangan yang buat aku diam. Tapi Adera tidak begitu.


Ada banyak perbedaan di sini.


Adera mengambil napas dan tetap diam di situ. Dia masih memperhatikan ponselnya dengan apik. Tapi, bagaimana aku harus bicara ke Adera kalau aku suka ke dia?


Adera lalu memutar lagu India yang buat aku kesal. Aku lebih suka lagu lokal seperti lagunya Keisha Levronika.


Tak Ingin Usai,


Berdiri ku tinggal sendiri


Merenungi cinta yang tak mungkin


Ada di sampingku setiap hari


Jadi sandaran ternyaman


Saat ku lemah saat ku lelah


Tersadar ku tinggal sendiri.


Ada sekelumit cerita yang aku tidak tau dari Adera. Dulu dia mencintai Alana, entah sekarang dia mencintai siapa. Aku seperti bersama seseorang yang tidak mau aku ada di situ.


Adera seperti tidak berharap aku untuk ada di situ. Aku lalu harus berbuat apa di depan dia?

__ADS_1


"Adera, apakah kamu tidak suka aku ada di sini bersama kamu?"


"Kamu bicara apa Laila, aku biasa saja kok." kata Adera padaku.


"Aku ingin pergi sekarang Adera. Sudah cukup rupanya aku ada di sini menemani kamu. Aku harus bekerja di rumah sambil membantu Ibu aku.


"Aku tidak jadi ikut kamu pagi ini." kataku ke Adera. Aku akhirnya pulang setelah bilang permisi.


Adera POV


Mengingat ciuman aku dengan Laila membuat aku jadi senang hidup serasa indah dan kecupan itu terbayang beberapa kali.


Dan sekarang Laila datang ke rumah aku dan aku tidak suka kalau tiba-tiba ada yang datang tanpa alasan.


Aku menyapa Laila yang datang sekedarnya saja. Dan aku merasa ada sedikit penekanan. Tidak ada kabar baik buat aku untuk seseorang.


Tidak ada hal-hal yang bisa aku lakukan untuk seseorang yang ada di tempat lain untuk sekedar menyapa atau sekedar kasih mereka pelajaran. Semuanya berdiri pada masing-masing jalur mereka masing-masing. Dan sekarang aku sudah duduk dengan Laila pagi itu di rumah aku.


"Kenapa kamu datang ke sini? Bukan kah kamu sudah pacaran dengan Arya?"


"Telepon Arya tidak bisa di hubungi sekarang Adera..?"


"Adera, apakah kabar kamu baik-baik saja..?"


"Baik. Semuanya terlihat baik meski sebenarnya tidak begitu Laila. Untung saja kamu datang ke sini." kataku berpura-pura baik di depan Laila.


Sebenarnya aku lebih suka perempuan seperti Alana.


"Aku ingin pergi sekarang."


"Ke mana Adera..? Aku ikut kamu saja. Mau ke mana..?"


"Aku mau pergi ke rumah Alana. Apakah kamu tidak cemburu kalau kamu aku pergi ke situ?"


"Sama sekali tidak Adera. Kita kan teman? Apalagi.." Laila diam secara tiba-tiba. Aku tau sesuatu telah terjadi sebelumnya.


"Adera, maafkan aku. Aku datang ke sini dengan niat baik-baik. Apakah kamu sehat Adera..?"


"Baik dan sehat seperti yang kamu lihat sekarang." aku masih merasa tidak tenang dengan apa yang terjadi sekarang.


Aku ambil hp aku untuk menghilangkan kegelisahan aku pagi itu bersama Laila. Aku lalu tanya ke Laila tentang satu hal.


"Laila, apakah kamu pernah berhubungan dengan Arya..?"


"Tidak pernah. Aku tidak pernah melakukan hal itu. Aku bukan orang seperti itu Adera. Kamu tau sendiri siapa aku. Aku sama sekali tidak berharap hal itu akan terjadi padaku.


"Jangan-jangan kamu ada niatan ya? Adera, tolonglah, bersikaplah yang baik padaku. Kamu tidak boleh berkata begitu padaku." kataku ke Adera.

__ADS_1


FN.


__ADS_2