Alana Story

Alana Story
chapter 25


__ADS_3

Di chapter ini aku ingin menulis kisah selanjutnya. Kisah Alana yang ingin bertemu dengan Adera. maaf kalau cerita ini kesannya monoton atau membosankan.


Alana menemui Adera di suatu pagi, dika anaknya di titipkan nya ke ibunya di rumah. Alana datang melangkah ke taman depan rumah Adera. dalam hatinya semoga Adera ada di rumahnya karena rumahnya masih tutup dan tamannya itu sepi tak ada orang.


"Permisi.. " Alana mengetik rumah Adera dan yang buka langsung Adera. Alana mengucap kata Adera di hatinya Tapi tercekat. kejutan buat Adera karena itu adalah hal yang sulit untuk Alana capai si mana Adera harus susah untuk di temui sebelum pagi itu datang.


"Adera? " Alana bersikap takjub dan tidak menyangka jujur Alana tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi. dalam hatinya Alana berkata. Tuhan apakah ini benar Adera? dia terlihat tampan sekali seakan akan aku lama mengenal dia. Adera adalah hal terindah dalam hidup aku. aku tidak akan mungkin melupakan Adera yang begitu rupa di dekat aku.


Adera masih berdiri di depan Alana dan tidak berucap. kedua maya itu saling memandang. "Adera."


"masuklah di rumah tak ada orang. " ucap Adera menjawab. dia menerima Alana pagi itu dengan tangan terbuka. heran kenapa Adera bisa menerima Alana sebegitunya padahal menurut Alana Alana adalah hal yang salah menurut dia. mana lagi akan tidak minta maaf karena sudah lama tidak bertemu. "baiklah aku akan masuk. " kata Alana sambil niat masuk dan berjalan pelan.


Alana melihat kursi sofa rumahnya itu dengan warna merah gelap agak kecokelatan masih ada di situ. Tapi Alana lupa kursi apa yang ada di rumah Adera sebelumnya karena hal yang ada di pikiran Alana buat dia lupa. masalah Laila juga dulu. semoga masalah itu sudah selesai dan tidak mungkin terjadi lagi.


"duduk." kata Adera lanjut.


Alana mencoba untuk duduk dengan perasaan biasa aja. "Kenapa duduk? " kata Adera. "


kamu yang nyuruh duduk. " jawab Alana. Alana bingung . "kenapa mau di sirih aku duduk? " kan kamu yang nyuruh. " ucap Alana.


hahahaha. adera berucap.


akan tidak mengerti kenapa Adera berlaku seperti itu. tapi entahlah .


Adera melihat Alana. Alana belas melihat tatapan mata Adera itu yang lembut. Alana menelan ludah. "kenapa? kenapa kamu melihat aku seperti itu? " kata Alana lanjut. Alana tidak mengerti apa yang Adera sedang inginkan.


"kenapa kamu melihat aku seperti itu? " lanjut Alana tanya. "tidak ada aku cuma ingin melihat kamu saja. " kata Adera jawab. Alana mengerdipkan bulu matanya tanda tidak mengerti. Alana juga tidak tau apa yang sedang terjadi pada Adera.


"Adera apakah kamu sakit? "


"Tidak."


"oh sukurlah. aku tidak mau kamu sakit. oh ya langsung saja. kedatangan aku ke sini untuk.. "

__ADS_1


"untuk apa? untuk bertemu aku, rindu padaku dan ingin bicara dengan aku secara privat. betul begitu? " kalimat Adera buat Alana tidak nyaman seakan dia merasa terhina begitu dalam. hatinya.


"bukan begitu Adera.. aku ke sini cuma ingin mengibrol dengan kamu. Lama tidak ada kabar. "


"kenapa kamu tidak menikah? bukankah sudah banyak waktu yang sudah kamu lewati kan Alana?" ucap Adera sambil tersenyum.


Adera tidak tau kalau Alana sedang menunggu jawaban dari Adera yang tidak mungkin Alana dapatkan sampai kapan pun.


"Adera. aku minta maaf. aku tidak bisa berkata panjang di sini. aku cuma ingin.. "


"Alana aku minta ne kamu kalau kamu tidak ada kerjaan mending kamu segera pulang karena aku masih ada kerjaan yang harus aku kerjakan. ada banyak kewajiban dan kerjaan di aplikasi. dan maaf kalau buat kamu tidak nyaman." jelas Adera panjang lebar.


"maafkan aku secara tidak langsung kamu telah mebgisir aku dari sini adera. tapi aku harus kuat karena itu adalah karakter kamu. kamu selalu buat aku kecewa sedih dan serasa ingin menangis."


"menangis sajalah. keluarkan saja tangisan kamu di sini. aku suka melihat kamu menangis. aku juga menangis karena kamu Alana sumpah! tapi kamu tidak tanya kabarku bagaimana aku di sini. kamu diam saja seakan akan kamu tidak Oh ya saya atau kekuatan untuk buat aku tersenyum atau buat aku tidak menangis lagi." kata adera lanjit di depan Alana. Alana langsung shock dan kaget luar biasa. kenapa adera yang menangis lebih dulu bukan dia.


"adera tolong jangan nangis jangan begitu jaga kontrol emosi kamu. kamu sudah dewasa adera kamu bisa berpikir dewasa berusaha dan tidak boleh nangis seperti itu. kamu bisa kerja seperti tadi yang kamu katakan padaku." kata Alana lanjut.


Adera diam dan tidak menangis lagi. dia mencari tisu untuk menghapus air matanya. Alana masih melihat reaksi Adera bagaimana. tapi sepertinya Adera sudah diam dan tangisnha sudah reda.


"Adera, aku minta maaf kalau selama ini sikap aku dingin padamu tapi menurut aku itu adalah yang terbaik buat aku dan mungkin buat kamu sendiri. aku tidak bisa apa apa selain berdoa untuk kebaikan kamu. masalah yang lain aku tidak tau Adera. tolong maafkan aku."


Adera diam dan mengambil rokok sambil merokok santai. Alana tidak begitu suka melihat adera merokok di depan dia.


Alana ingat kalau anaknya masih di pegang oleh ibunya. "apakah kamu tidak ingin tau kabar andika anak aku? "


"Aku bukan bapaknya. Arya bapaknya."


"Tidak Adera Andika adalah anak kamu juga. karena kamu terlbat di situ. tapi mukannya tidak begitu mirip dengan kamu lebih mirip Arya."


"lah makanya kenapa kamu bilang anak kamu itu anak aku? Aku tidak memuntahkan spermaku waktu itu di dalam Alana. Aku cukup berhati-hati hati dan tidak kau terjadi sesuatu padamu. Meski aku tau kalau sikap aku salah."


"Kenapa kamu tidak menyuruh mereka menghentikannya Adera kalau kamu memang orang baik-baik? Padahal aku ingin kamu seperti itu!" Harapan Alana seperti telat. Kenapa Alana tidak bilang dari dulu hal itu ke Adera. Tapi tidak ada salahnya bahas masalah itu lagi ke Adera. Paling tidak Alana tau hal yang sebenarnya terjadi .

__ADS_1


"Aku tidak bisa melakukan itu karena hal itu menurut aku tidak perlu. sebagai lelaki aku harus bisa mengambil keputusan sendiri dan itu sudah benar menurut aku."


"Dan buat aku menderita seperti sekarang? Enak kamu ya! Tapi sudahlah meski menurut aku nasi sudah menjadi bubur tapi aku mau menuntut hak aku Adera. Aku akan minta hak perawatan anak pada kalian berempat. Aku minta biaya bulanan untuk Andika sebagai biaya hidup dia. Aku tidak bisa kasih Andika biaya yang cukup untuk hidup dia dan sekolah dia. Andika sekarang sudah besar dan aku tidak bisa mendukung dia sebaik baiknya. Aku tidak punya kerja. Mungkin kamu bisa bantu aku Adera. kamu kan punya kantor?"


"Aku masih cuti dan belum kerja. Aku tidak bisa menolong kamu sekarang."


Alana tidak menyangka kalau Adera pelit sekali ke dia. Bagaimana Alana bisa mendapat biaya hidup Andika nanti?


"Baiklah. Kita bahas lagi nanti. Aku akan ke mari untuk bahasan ke dua. Karena waktu aku tidak banyak di sini Adera."


"Terima kasih semoga kamu bisa bertemu dengan aku di kesempatan ke dua."


"Kamu tidak ke mana mana bukan?"


"Tidak. Aku di rumah saja kadang aku jalan keluar. "


"Ya sudah aku permisi dulu Adera."


"Bye."


"Terima kasih alana."


Alana mengangguk. Dia tidak tahan melihat nasibnua sendiri yang di tinggal oleh Alana. Dia tidak bisa berbuat apa apa cuma bisa meratapi nasib. Dalam hati akan bertanya kenapa dia bersikap begitu. Mungkin dalam hatinya Alana sakit sedih karena tidak ada seorang pun yang mau hidup berdua dengan Alana. Adera dan kawan kawan rela melihat Alana hidup berdua dengan Andika anaknya tanpa tanggung jawab.


Dalam hati Alana berkata, aku harus kuat dan bisa bertahan hidup. Paling tidak aku bisa hidup bahagia di rumah tanpa bantuan orang lain. Karena menurut Alana hidup itu penting untuk dirinya sendiri. Meski melihat hal itu adalah hal yang cukup ringan tapi itu adalah sejarah hidup Alana.


Seperti kisah bang Reino. Maaf. Reino adalah cerita baru yang akan di tulis oleh penulis dengan judul : Pesan untuk Dek Nur.


Salam.


di tulis : 2 Juli 2023. Hari Minggu.


pengalaman menulis : hatiku masih kalang kabut karena merasa kehilangan HP yaitu yang kemarin meski sebenarnya sama saja. tapi entahlah ingatan itu buat aku sakit dan tidak nyaman. ya allah kembalikan HP aku yang hilang kemarin. aku tidak bisa usaha lebih karena aku tidak bisa usaha sekarang. tidak mudah untuk dapat uang ya allah.

__ADS_1


ini aku cuma cari jadwal menulis saja karena aku merasakan terhibur di sini. Tuhan tolong kembalikan HP aku yang kemarin. atau temukan aku uang halal satu juta untuk bisa beli HP bari seperti kemarin. biar aku bisa melanglang buana atau aku pinjam di pinjol atau apalah.


buat hidup aku tenang ya allah. atau aku skip.


__ADS_2