Alana Story

Alana Story
Chapter 9


__ADS_3

Arya menelepon Alana, dia bilang kalau Adera sudah menjalani proses operasi. "Aku minta doanya, doakan Adera sembuh. Mohonkan Adera sepenuhnya agar dia bisa selamat. Berdoalah." ucap Arya di telepon.


Alana langsung berdoa sambil memejamkan mata.


Adera


Di tempat gelap itu aku sama sekali tidak menemukan siapa-siapa. Alana, Arya, Dimas, atau pun Alfi. Aku kehilangan semua orang-orang kesayangan aku. Aku sama sekali sedih tiada guna. Aku menangis meratap dan ingin keluar dari tempat gelap itu.


Aku tidak tahu namanya apa tapi aku di letakkan di tempat itu dan gelap dengan sedikit cahaya. Seperti lampu yang menyala.


"Tuhan, tolong aku, tolong keluarkan aku dari sini, di sini aku tidak mengenal siapa-siapa, aku butuh Arya, aku butuh Alana pacar aku. Ke mana mereka ya Tuhan?" keluhku pada Tuhan aku yang di dengar oleh hati aku sendiri.


Aku dengar suara, dia bilang ke aku, "Adera, kamu tetap saja di situ sampai seseorang datang menemui kamu." aku di biarkan di tempat itu dan aku mulai diam dan berpikir bagaimana cara aku bisa keluar dari tempat itu.


Pada saat aku mulai tertidur, aku melihat sekolah tempat aku dan teman-teman aku bersekolah. Aku melihat Alfi yang sedang berjalan, dia mencari sesuatu, dia kebingungan.


Aku mulai terbangun dan sadar, Ya Tuhan, kenapa aku masih ada di sini. Sampai kapan aku ada di sini? Aku mendengar suara alat yang berbunyi, seperti di rumah sakit.


"Suara apa itu, apakah aku ada di rumah sakit?" aku bertanya, berharap ada suara yang datang dan ingin menolong aku.


..._School_...


"Alfi, kamu sedang cari apa..?" Perempuan bernama Ratih yang tak lain adalah adik dari Adera datang menemui Alfi.


Perempuan itu melihat Alfi sedang mencari sesuatu. "Aku ingin cari buku Adera!"


"Adera, Adera Kakak aku, buat apa?" Ratih bingung. Ngapain Alfi cari buku milik Adera.


"Aku perlu buku itu, tadi malam aku sempat bermimpi kalau Adera menangis di tempat sepi dan gelap, aku lalu memberikan dia sebuah buku, buku yang sama persis milik Adera." jelas Alfi ke Ratih.

__ADS_1


"Tapi, buat apa buku itu. Tidak ada hubungannya, Kakak aku sedang sakit sekarang dan dia tidak bisa bangun!" Ratih berteriak di depan Alfi.


"Iya aku tahu Ratih, makanya aku masih cari sesuatu untuk bisa buat dia bangun. Aku ingin sesuatu yang ajaib yang bisa buat Alfi bangun."


Alfi masih berjalan berkeliling terus mencari sesuatu, yang dianggapnya bisa memunculkan keajaiban.


"Alfi!" Dimas datang memanggil Alfi. Dia berjalan menghampiri Alfi yang sedang melihat laci bangku di kelas itu.


"Apa yang kamu lakukan, di sini? Seisi sekolah ini pada cemas Alfi, kamu malah sibuk sendiri..?"


Alfi yang semula menunduk kini mulai bangun dan melihat ke arah Dimas yang sedang berdiri di depan pintu kelas.


"Dimas, tolong kamu cari buku yang tertinggal di sini, aku yakin buku itu bisa buat Adera bangun. Kamu masih ingat kan kalau Dimas suka ninggalin tas dan bukunya di kelas..?" Alfi masih ingin menjelaskan ke Dimas.


"Alfi, sadarlah Alfi, bukan begitu caranya. Kita keluar dari sini, kita berkumpul di luar sambil ikut mendoakan Adera. Ibu Astuti bilang kalau Adera dalam masa kritis dan dalam tahap operasi. Kamu percaya kan Alfi, kalau Adera bisa hilang nantinya, aku tidak mau kehilangan Adera Alfi!" Dimas menangis sendiri di kelas itu.


...RS.Jerman ...


Di ruangan itu, Alfi masih di operasi, di periksa seluruh otaknya, normal kah atau tidak, dokter begitu detail dalam meneliti kepala milik Adera. Karena penyebab Adera koma adalah pada saluran kepala atau otak yang tidak berfungsi.


Suster atau perawat ikut membantu proses perjalanan operasi itu. Operasi itu terus berjalan, Adera masih tidak sadarkan diri. Di luar ayah dan ibu Adera cemas.


Operasi selesai, sekarang Adera di pindahkan ke ruangan isolasi. Tak ada siapa pun yang boleh bertemu dengan Adera. Adera di biarkan sendirian dulu.


Kedua mata Adera mengerjap dan mulai terbuka, tapi dia tidak dapat bergerak, dia mulai stroke. Semua anggota badannya tidak bisa di gerakkan.


"Tolong, tolong aku!" Adera berteriak, tak ada siapa pun yang mendengar dia. Ibu itu berjalan melihat anaknya.


"Mama, Papa tinggal dulu sebentar, Papa mau beli makanan dulu di luar. Mama belum makan bukan?" tanya Pak Brata.

__ADS_1


"Tidak usah Pa, Mama tidak lapar. Mama tidak akan makan kalau Adera masih seperti itu, Mama sakit Pa, Mama tidak kuat lagi, Mama tidak mau Adera seperti itu Pa, Mama mau Adera bangun!" perempuan itu terisak di sisi suaminya.


Di ruangan itu, ingin sekali Adera bangun dan berjalan keluar, tetapi Adera tidak bisa, dia tidak bisa bergerak sedikit pun. Adera butuh seseorang untuk bisa menolong dia.


Adera melihat seseorang di luar, dia tahu kalau itu adalah Mamanya.


"Mama, Mama, tolong Adera Ma, Adera ingin Mama, Mama.." ucap Adera lirih. Seketika, ingatan tentang Alana muncul, Adera tidak kuat, kedua matanya langsung terpejam.


Adera tidak kuat menanggung beban pada dirinya. Setelah empat jam, semua alat-alat yang ada pada tubuh Adera di lepas semuanya, tapi Adera masih tidak boleh bertemu dengan siapa pun. Adera di biarkan begitu agar dirinya tenang dan pulih ingatannya.


Proses itu berjalan sekitar dua puluh empat jam. Adera harus bertahan dan tetap bersabar.


Tbc.


Sampai di sini dulu ceritanya, jangan lupa vote dan komen, jangan jadi silent reader.


Q n A


1.Bagaimana perasaan kamu setelah tahu Adera sakit?


2.Apakah Adera bisa sembuh dari sakitnya?


3.Apa yang akan terjadi pada sin berikutnya?


4.Apakah Adera akan sehat seperti semula?


5.Apakah Adera mau menerima Alana ?


Jawab di kolom komentar!

__ADS_1


__ADS_2