
Tinggallah Alena sendiri di rumahnya karena ibunya sudah di bawa ke Bandung.
Walau sangat berat dan merindukan ibunya tapi inilah jalan terbaik demi ibunya agar bisa sehat dan lebih baik.
Di sini ibunya sering kali di tinggal dan kesusahan melakukan sesuatu karena tidak ada yang membantu.
Alena juga tidak bisa selalu di rumah karena harus bekerja.
Malam ini Alena menangis di kamar sambil memeluk baju ibunya.
Betapa ia sangat rindu dan menyayangi ibunya.
Keesokan harinya,Andra datang lagi ke rumah Lula.
Saat ia masuk dan sudah ada sekitar 15 menit di rumah itu,ia tidak kunjung melihat Alena seperti biasa.
Lula baru saja keluar dari kamarnya.
Hai sayang udah lama ya nunggunya?
Em,gak kok belum lama.
Andra dan Lula saling tersenyum saat bertemu,setelah itu Lula langsung duduk di samping Andra.
Oh iya,kok Alena gak ada?
Lula menatap aneh pada Andra...
Eh itu,maksudnya aku haus tapi gak ada yang buatin minum kaya biasanya.
Oh itu...aku kira kamu nyariin Alenanya.
Cemburu nih....
__ADS_1
Ya,nggak lah..
Padahal memang maksud hati Andra adalah mencari sosok Alena.
Dia udah gak kerja di sini lagi,2 hari yang lalu dia tiba tiba berhenti gitu.
Apa???
Ya gitu deh,aku sama papa juga kesusahan pas dia udah gak ada.
Setelah tau Alena pergi,omongan Lula sudah tidak di depedulikannya lagi.
Andra merasa bersalah dan benar benar bodoh atas tindakannya waktu itu.
Ia tidak tahu lagi bagaimana bisa bertemu Alena kembali,ia ingin meminta maaf atas perbuatannya waktu itu.
Lula dan Andra beranjak ke kantor bersama.
Di hari itu juga ternyata Alena bekerja sebagai office girl di rumah sakit tempat Andra dan Lula bekerja.
Hari itu Alena sudah mulai bekerja,ramutnya di kepang dengan seragam ala tukang bersih bersih di rumah sakit itu.
Alena sedang mengepel lobi rumah sakit itu,saat itu juga Andra dan Lula baru sampai di rumah sakit dan masuk ke dalam.
Saat Alena berbalik memutar arah lagi lagi takdir mempertemukannya dengan Andra.
Di depannya berdiri Andra dan Lula,Alena masih memegang pel di tangannya dan berkeringat.
Ia teridam,begitu juga Andra yang kaget bisa bertemu dengan Alena lagi.
Eh...Alena....
Lula menyapa dan menghampiri Alena..
__ADS_1
Iya Nona..
Kamu kerja di sini?
Kok gak bilang?aku kan kerja di sini juga.
Maaf Nona,saya gak tahu kalau Nona juga kerja di sini.
Wajah Alena seakan tidak enak dan penuh sungkan bertemu Lula.
Di sini panggil Lula aja,kamu kan gak kerja sama aku lagi,jadi santai aja ya.
Iya...iya Nona
.eh Lula..
Nah pinter...
Karena Lula di panggil oleh perawat di depan,ia segera beranjak pergi.
Dan sekarang tinggallah Alena dan Andra.
Alena tidak mengucapkan apapun.
Ia langsung pergi membawa ember dan pel nya.
Andra juga tidak mau gegabah dalam bertindak sekarang.
Ia tidak ingin Alena pergi dan menghindar lagi darinya.
Alena benar benar terpukul,takdir terus mempertemukannya dengan Andra.
Namun,ia tidak punya pilihan lain jika pergi dari sini.
__ADS_1
Mau tidak mau Alena tetap harus menguatkan diri dan sebisa mungkin menghindari Andra.