
Eh Rena tadi si andra,minta no Hp aku tau.
Cieeeeeeee....ada apa tu?
Ishhhh malah ngolok..
Paling nanti dia ngartu di radio terus nyampein salam buat Alena tersayang...
Huh....malah makin nyebelin.
Istirahat selesai,anak anak kembali ke kelas masing masing.
Aku masuk lebih dulu sebelum Andra datang dan menghalangi lagi.
Tidak lama,Andra menyusul masuk.
Eh ia senyum senyum padaku,alisnya terangkat seakan menggodaku.
Aku pura pura cuek dan acuh.
Guru belum juga datang,murid murid masih riuh dan ribut.
Namamu Alena kan.
Iya..kan udah jelas ketulis di baju seragam ini.
Ih galak juga,nanti malam jalan yuk,
Aku jemput.
PD nya udah di ambang batas cowok ini.
Ihhh,gak ah bukan malam minggu gak izinin keluar sama bapak.
Hem,ok kalau gitu malam minggu ya.
Ih...tapi aku kan gak bilang mau!
Andra hanya tersenyum padaku.
Aku tidak mau membahasnya dan diam saja hingga pelajaran berakhir hari itu.
__ADS_1
Setelah pulang,aku rebahan sebentar di kasur untuk istirahat.
Tidak lama ada sms masuk
Ini Alena kan?
Alena iseng saja membalas sms dari nomer baru itu.
*Iya,,ini siapa ya?
Hem...boleh kenalan gak*?
*Iya..tapi ini siapa dulu!!
Teman sebangku kamu*....
Ya allah rupanya Andra,lah bukannya dia pacaran sama imel si kakak kelas.
Kok malah gangguin aku sih!
Alena tidak membalas sms Andra setelah itu,beberpa kali Andra miscall juga tidak di angkatnya.
Alena memilih tidak peduli di banding nanti malah runyam di labrak kakak kelas.
Tapi baru saja lepas dari Rena yang pemalas sekarang Alena malah berurusan dengan species baru yang lebih menyebalkan.
Yapzzz....itu adalah Andra.
Andra menggeser bangkunya hingga memepet ke Alena,Alena tentu saja marah dah mendorongnya agar menjauh.
Lalu saat Alena mencatat ia malah memandang wajah Alena dan bukannya mencatat.
Saat itu pelajaran selesai,Rena mampir ke meja Alena.
Alena..pinjam catatan ya.
Kaya biasa....
Hem,Rena belum juga berubah.
Alena kesal namun tidak tahu harus menjawab apa.
__ADS_1
Tapi Andra turun tangan membantu Alena.
Catatan dia aku yang pinjam,kamu pinjam sama yang lain aja.
Ih kan aku temannya.
Kan aku yang duluan pinjam,aku teman sebangkunya.Lagian kamu duduk paling depan dan jelas banget,mata kamu juga gak minus kok males banget nyatat.Enak banget tinggal minjam.
lah kamu sendiri juga minjam.
Gak punya kaca situ?
Alena diam saja,ia terjebak di antara kedua orang itu.
Ia tidak mau pilih kasih dan ikut campur.
Pokoknya aku udah duluan pinjam.
Ihhhhh....Alena..
Gimana dong..
Maaf Rena tapi dia memang udah pinjam duluan.
Maaf ya.....
Alena dengan wajah menyesal menolak permintaan Rena.
Rena mengalah dan mau pergi.
Setelah Rena menjauh dan kembali ke kursinya,Andra tersenyum pada Alena.
Hem...bilang apa dong sama aku?
Makasih.....
Alena dan Andra sama sama tertawa.
Sejak saat itu Alena tidak lagi risih atau benci pada Andra.
Ia mulai membuka diri pada Andra dan mencoba berteman baik.
__ADS_1
Andara juga enak di ajak bicara dan sering bercanda.
Melihat mereka dekat banyak teman sekelas mereka yang mengolok olok mereka pacaran.