ALENA DAN ANDRA

ALENA DAN ANDRA
BAB 13


__ADS_3

Alena di mudahkan rezekinya oleh sang kuasa.


Ia mendapat tawaran untuk mengajarkan les anak temannya.


Kebetulan teman tetangganya itu adalah orang sibuk.


Pasang suami istri yang sama sama berkarir sehingga susah membagi waktu untuk mengajarkan anak mereka sehingga membutuhkan jasa guru les privat yang bisa di panggil ke rumah.


Alena tentu saja menerima tawaran itu ketimbang menganggur dan tidak menghasilkan uang.


Sedang di tempat lain,Andra dan Lula sedang makan malam di sebuah restoran.


Andra sering kali tidak fokus pada percakapannya dengan Lula.


Ia sering tidak nyambung saat bicara.


Hal itu mulai memangcing kekesalan Lula.


Andra...mikir apaan sih!


Kok kamu kayak gak fokus gitu!


Oh..maaf maaf,aku lagi mikir kerjaan.


Hem,gak gitu juga kali.


Aku juga kerja tapi gak kaya kamu mikirnya berat gitu.


Sebel!!!!!


Lula seolah merajuk sambil melipat kedua tanggannya di bawah dada.


Wajahnya cemberut dan rautnya juga sangat masam.


Andra merasa bersalah.


Tidak sepantasnya ia bimbang pada perasaannya hanya karena bertemu Alena beberapa hari dan melupakan jalinan kasihnya dengan Lula yang sudah bertahun tahun.

__ADS_1


Bagaimanapun Lula adalah kekasihnya dan Alena adalah masa lalunya.


Udah Lula,aku minta maaf ya.


Jangan ngambek lagi,nanti cantiknya ilang loh.


Lula langsung tersenyum mendengar godaan receh itu.


Ia langsung tersenyum dan kembali berbincang hangat dengan Andra.


Hari ini adalah hari dimana Alena akan bekerja sebagai guru privat.


Alena menelfon orang yang menyewa jasanya sebagai guru privat itu.


Ia mengikuti alamat yang di sebutkan oleh tuan rumah itu.


Dan setelah mutar mutar menggunakan ojek akhirnya Alena sampai.


Di hadapannya ada sebuah rumah besar dan luas dengan banyak pepohonan kecil yang membuat taman rumah itu nampak asri dan rindang.


Ia lalu mengetok pintu itu.


Tok..tok..Tok..


Tidak lama seorang wanita paruh baya membuka pintu itu.


Wajahnya berseri dan ramah saat melihat Alena.


Mba Alena ya


Iya buk..


Silahkan masuk mba...


Iya buk..


Alena menurut masuk mengikuti perintah sang tuan rumab tadi.

__ADS_1


Ia sudah duduk di sofa dan berhadapan dengan wanita itu.


Jadi mba Alena ini yang mengajar ya,masih muda kayanya.


Iya buk,saya kebetulan masih 21 tahun.


Hem,pantesan...


Mba Alena juga cantik banget,saya jadi pangling.


Ah,ibu bisa aja.


Alena tersipu karena pujian wanita itu.


Wanita itu mulai mengutarakan maksud dan tujuannya.


Jadi gini mba Alena,kebetulan anak saya yang namanya Gino itu kan baru baru ini pindah kesini,terus pelajarannya juga banyak yang ketinggalan.


Karena kami juga belum punya supir yang bisa antar jemput dia les,dan dia juga belum kenal jalan di sini lagi jadi saya perlu guru Les yang bisa ajarin dia di rumah.


Saya,ayah sama abangnya semua sibuk kerja.


Jadi ya gitu mba.....


Iya buk,saya ngerti.


Tapi dia juga punya abang buk?


Iya,abangnya kebetulan dokter mba,ini aja dia shift malam dan belum pulang pulang.


Dia juga seumuran sama mba.


Hem..iya buk saya ngerti.


Setelah percakapan singkat itu,juga kesepakatan yang mereka sudah setujui tercapai.


Wanita itu beranjak pergi kerja dan Alena di tinggal berdua dengan anak yang akan di ajarnya.

__ADS_1


__ADS_2