
Alena segera menghentikan ulah Andra..
Ia berusaha melerai Andra yang larut dalam emosinya.
Andra..udah..
Ini rumah sakit bukan tempat buat duel atau berkelahi..
Tapi Alena..pria kurang ajar ini harus aku beri pelajaran biar gak ceplas ceplos seenaknya.
Eh...ngaca dulu!!
Kau itu lebih parah..
Jadi cowok plin plan yang cuma bisa nyakitin cewek..
AAAAAAAAA....
Hampir saja kepalan tangan Andra melesat ke wajah Richie..
Untung Alena bisa menahannya dan melerai mereka.
Mereka berhasil bubar,Andra juga izin dari tugas malam ini.
Ternyata benar,Ayah lula berbohong tentang kelumpuhan Lula.
Hasil data medis membuktikan kalau Lula tidak cacat dan lumpuh.
Sistem sarafnya bagus dan semuanya baik baik saja.
Andra benar benar geram,beruntung Alena bisa menahannya.
Setidaknya hubungan Alena dan Andra bisa membaik karena hal ini..
Dan rentetan kebaikan sepertinya berangsur datang.
Kakak laki laki Alena yang sekian tahun merantau tak ada kabar kini kembali pulang.
Alena menyambut haru kedatangan kakak laki lakinya.
__ADS_1
Dua bersaudara itu saling menangis melepas rindu dalam tangis.
Ternyata selama ini Abang Alena di tahan oleh pihak berwajib karena kesalah pahaman tempatnya bekerja.
Ia di tuduh menalap uang upah untuk karyawan lain.
Padahal itu bukan ulahnya,melainkan teman dekatnya sendiri.
Untung saja,ada temannya yang baik hati mau membantunya dan dia bisa mengembalikan nama baiknya lagi..
Kini ia kembali ke sisi Alena dan ibunya.
Ibu Alena juga sudah dengan keadaan yang jauh lebih membaik dari sebelumnya.
Kini Andra ingin melihat segala kebenaran yang di kataka Richie.
Ia ke rumah Lula diam diam tanpa memberi tahunya.
Bisa di sebut Lancang ia langsung mengintip ke kamar Lula...
Dan jelas sekali ia melihat Lula sedang berdiri ke sana kemari berjalan tanpa menggunakan kursi roda.
1,2,3...
Tiba tiba saja Andra masuk ke kamar itu.
Mata Lula seakan lepas melihat sosok Andra yang tahu tahu sudah ada di depan pintunya.
Dengan wajah kesal...Andra meninggalkannya dan pergi.
Lula segera mengejar Andra...
Lula meraih tangan Andra...
Andra tungu Andra...
Aku bisa jelasin,ini gak seperti yang kamu fikir.
Andra tidak menggubris dan terus berjalan bujur arah...
__ADS_1
Ok..ok..aku minta maaf.
Aku udah bohong sama kamu.
Itu semua karena aku cinta sama kamu dan gak mau kehilangan kamu..
Andra berhenti dan menepis tangan Lula dengan kasar.
Udah ya..
Hari ini bakal jadi hari terakhir aku liat kamu!!!
Aku gak bakal sudi lihat wajah kamu lagi..
Sumpah ya,aku gak nyangka..kamu bisa serendah ini.
Kamu palsuin kelumpuhan kamu demi beri aku rasa bersalah!!
Kamu harusnya malu,kamu itu dokter!!!
Tapi tingkah kamu kayak gini..!!!!
Tapi Andra..aku mohon...
Jangan tinggalin aku..
Aku gak bisa hidup tanpa kamu Andra...
Andra hanya pergi dan berlalu begitu saja..
Ia tidak mempedulikan Lula yang meraung memanggil dan terus memohon padanya..
Andra bertamu ke rumah Alena dan memperkenalkan diri secara resmi pada abang dan ibu Alena..
Kedatangan Andra di sambut baik oleh Ibu dan abang Alena..
Tidak banyak yang di perbincangkan sebelum Andra membawa pergi Alena untuk jalan jalan..
Andra mengenggam tangan Alena di mobil dan sesekali mencium punggung tangan Alena.
__ADS_1
Alena tersenyum dan merasa lega jalan cintanya dan Andra sudah menemui titik terang.