ALENA DAN ANDRA

ALENA DAN ANDRA
BAB 7


__ADS_3

Tidak lama Andra juga masuk ke Kantin yang sama dengannya.


Andra dan Alena saling memandang..


Ada beberapa suara yang ehemm...ehem...melihat merka.


Tapi Alena biasa saja dan sudah mulai bisa mengatur diri.


Andra berjalan menuju mejanya dan menyeruput minuman milik Alena.


Ihhhh...jangan di abisin...


Andara hanya tersenyum sambil meminum minuman itu.


Setelah itu dia pergi dari kantin dan lanjut bermain voly lagi dengan siswa pria.


Rena yang duduk di depan Alena mulai menggoda Alena.


Ehem...ehem...makin terang terangan aja nih.


Terang apaaan,emangnya lampu neon..


Hahaha...Kamu sama Andra tuh...


Ih masbuloh gitu???


Alena tidak mau lagi peduli kata orang,ia sadar Andra selalu mecoba baik padanya tapi omongan orang membuat Alena acuh dan tidak menyadari kebaikan Andra.


Setelah olahraga pelajaran selanjutnya adalah sejarah.


Semua murid di minta mengeluarkan buku paketnya..


Alena melihat gelagat Andra yang sepertinya lupa membawa buku paket.


Udah,kita sama sama aja..


Hem..gak apa apa?

__ADS_1


Ya nggak lah,aku gak sejahat itu kali.


Andra tersenyum manis pada Alena.


Alena meletakkan buku paket itu di tengah meja agar bisa saling berbagi.


Bahu Alena dan Andra saling bertemu.


Mereka benar benar dekat sekarang,Andra sesekali melihat Alena dengan anak matanya.


Sebenarnya,Andra sudah meyimpan rasa pada Alena sejak lama.Sejak awal masuk SMA sebenarnya.


Saat itu Ia di pasangkan menjadi pasangan seperti cerita sebelumnya yang dimana Andra di haruskan nembak Alena.


Karena Alena memang cantik dan manis sesuai tipenya.


Namun saat ia ingin mencoba dekat dengan Alena ia malah memergoki Alena di tembak oleh kakak kelasnya yang bernama Septa.Terlebih Alena juga menerimanya.Hal itu membuat Andra mundur dan memutuskan melepas Alena walau dengan perasaan kecewa berat.


Namun,takdir sepertinya berpihak padanya sekarang.


Alena,ntar sore jalan yuk...


Em...kemana?


Yah,nongkrong aja di cafe.


Aku yang traktir deh...


Tapi jemputnya depan gang ya..


Hahaha..iya,emanya orang tua kamu marah ya kalau ada cowok yang jemput ke rumah.


Nggak sih,cuma malas aja ntar di tanyain.


Belum lagi tetangga pasti pada ngeliatin terus ngegosipin.


Udah jangan ngomong lagi,ntar di lempar spidol tuh sama guru.

__ADS_1


Iya...Iya..sip.


Sekolah selesai,di rumah Alena tidak enak makan atau tidur karena memikirkan akan jalan nanti sore dengan Andra.


Perasaannya campur aduk dan serba salah.


Jam berlalu begitu cepat.


Alena sudah berjalan ke depan gang sambil menenteng helm.


Tidak lama dari jauh Andra datang dan berhenti di depannya.


Andra benar benar keren walau hanya dengan kaos hitam,jeans panjang dan sepatu hitam.Parfumnya lembut namun wangi dan maskulin.


Ia juga tersenyum pada Alena.


Ayo naik,


Ok...


Alena berjalan sore dengan sepeda motor bersama Andra melintasi jalan jalan di temani angin sepoi sepoi yang menghembus.


Setelah itu mereka berhenti di sebuah cafe yang berdekorasi unik namun dengan suasana yang nyaman.


Alena dan Andra memesan beberapa makanan dan minuman.


Eh Andra,kamu berapa bersaudra sih?


Em...dua,aku punya adik cowok yang baru 5 tahun,namanya Gino


Kalau kamu?


Aku juga dua,aku punya abang satu.


Tapi dia udah merid,tinggalnya juga di belakang rumah.


Cocok dong,aku anak pertama...kamu anak bungsu.hehehe

__ADS_1


__ADS_2