ALENA DAN ANDRA

ALENA DAN ANDRA
BAB 12


__ADS_3

Andra tidak konsen bekerja hari ini,di fikirannya hanya ada Alena dan Alena.


Ia bahkan merasa otaknya akan pecah karena semua tentang Alena memenuhi ruang otaknya.


Alena sendiri juga tidak begitu fokus karena juga memikirkan Andra.


Bagaimana dunia begitu sempit dan terus mempertemukannya dengan Andra.


Andra sedang berjalan jalan di lorong rumah sakit sambil menenangkan fikirannya.


Alena sendiri sedang bersiap pulang karena shifnya sudah selesai.


Alena bergegas pulang dan berlari karena sudah mendung,ia takut kehujanan dan basah.


Ia berlari kencang menapaki koridor itu.


Dan di sebuah belokan,ia menabrak seseorang.


Karena ceroboh berlarian...


Brukkkkk......


Suara tabrakan badan itu begutu kuat.


Tenyata Andra yang menjadi sasaran tubrukannya.


Andra juga terkaget pada Alena yang tiba tiba menabrakkan diri padanya setelah tikungan itu.


Sekarang Alena dan Andra menempel dalam satu pelukan.


Andra masih memegang badan Alena yang jatuh padanya.


Mereka saling memandang dalam dan penuh makna.


Alena lebih dulu sadar...

__ADS_1


Ia segera melepas pegangan Andra di tubuhnya.


Maaf,aku gak sengaja...


Iya,gak apa apa.


Kamu buru buru mau kemana?


Aku mau pulang.


Alena langsung berlalu pergi dan meninggalkan Andra.


Tepat saat Alena melintasinya,Andra dengan sigap menarik tangan Alena...


Tunggu....


Alena kaget,ia segera membalikkan badannya.


Andra!!!!!


Kamu mau aku kena masalah di sini?!


Tunggu Alena,ada yang mau aku jelasin.


Aku minta maaf...aku udah salah sama kamu waktu itu...


Alena diam,wajahnya juga resah takut takut ada orang yang memergoki.


Andra sadar dengan apa yang Alena takuti,ia akhirnya melepaskan tangan Alena.


Alena tidak mau menatap wajah Andra...


Dalam hati ia masih sedih dan kecewa atas perbuatan Andra bertahun lalu.


Yang dulu menghilang namun kini datang kembali mengorek luka lama.

__ADS_1


Andra plisss,bisa nggak kamu lupain aku atau pura pura aja kamu gak kenal sama aku?


Buat ketemu kamu sekarang aja aku udah gak ada muka.


Kamu lihat kan betapa menyedihkannya hidup aku sekarang.


Aku udah bukan Alena yang dulu lagi,kalau kamu terus kaya gini hidup aku bakalan lebih hancur Andra.


Andra benar benar merasa sosoknya memang hanya sebagai hama di hidup Alena.Benar adanya perkataan Alena,tidak sepantasnya ia datang lagi ke hidup Alena setelah dulu meninggalkannya begitu saja.


Andra mengerti maksud dan perkataan Alena.


Hemm..iya aku ngerti.


Aku juga udah minta maaf,aku janji gak bakal gangguin kamu lagi.


Jadi kamu bisa tenang sekarang.


Setelah berkata seperti itu Andra berbalik dan pergi hanya menyisakan punggung untuk Alena lihat.


Alena juga tidak berfikir panjang lagi,hari itu juga ia berhenti lagi dari pekerjaannya karena tidak mau betemu Andra lagi.


Ia merelakan pekerjaannya di banding harus hidup rumit dan terus menghindar karena harus terus bertemu dengan Andra di sini.


Alena menangis di kamarnya yang sunyi.


Sebenarnya,Alena masih sangat menyukai Andra.


Namun Andra sudah menjadi milik orang lain.


Andaikan waktu bisa di putar,ia tidak akan membiarkan dirinya yang dulu luluh pada Andra.


Alena harus menguatkan hati dan mulai mencari pekerjaan baru lagi.


Alena sebenarnya adalah anak yang pintar,bahkan sejak sekolah dulu.

__ADS_1


Dan itulah yang kini membuahkan hasil,di waktu senggang biasanya ada tetangga yang menggunakan jasa Alena sebagai guru privat.


__ADS_2