
Apa????
Kamu putusin aku karena udah ada yang lain???
PLAKKKKKK....
Sebuh tamparan melesat ke pipi Andra.
Lula tidak peduli akan semua mata yang tertuju padanya.
Kamu Jahat!!!!
Apa kamu gak ingat siapa yang nyelamatin hidup kamu!!!!
Kalau tahu kamu khianatin aku kayak gini,lebih baik kamu mati aja dari dulu!!!!!
Setelah itu Lula pergi meninggalkan Andra sendiri,Ia pergi dengan tangis yang mengiring.
Andra pasrah dan menerima semua amarah Lula.
Lula hancur,ia berteriak sejadinya di dalam mobil.
Ia juga membuat kekacauan lalu lintas dengan memacu mobil dengan sangat kencang.
Ia tidak peduli dengan keadaan sekitarnya dan menerobos lampu merah.
Andra sendiri langsung menelfon Alena dan ingin bertemu.
Andra pergi ke rumah Alena untuk menceritakan semuanya.
Andra sudah di rumah Alena,mereka duduk berdampingan.
Alena juga mengenggam tangan Adra.
Wajah Andra terlihat lesu dan merasa bersalah.
Andra,aku gak maksa kamu sama aku sekarang..
Kalau kamu memang belum siap,aku masih bisa nunggu..
Nggak Alena,aku benar benar cinta kok sama kamu.
Hanya,aku ngerasa cara aku salah aja..
Andai aja dari dulu aku tegas dan gak ngasi harapan ke dia..
Mungkin ini semua bisa aku hindarin..
Alena lalu memeluk Andra.
__ADS_1
Mencoba memberinya kekuatan....
Tidak lama ponsel Andra berdering.
Panggilan itu dari ayah Lula.
Andra segera mengangkatnya...
Rupa rupanya ayah Lula mengabari kalau Lula mendapat kecelakaan lalu lintas tadi.
Mobilnya menabrak trotoar di tepi jalan.
Andra dan Alena kaget...
Udah,kamu langsung ke rumah sakit aja Andra..
Kamu gak apa apa?
Iya,gak apa apa..
Tidak perlu waktu lama,Andra sudah tancap gas dan pergi menuju rumah sakit.
Alena merasa bersalah atas semua ini,tidak henti hentinya ia menyalahkan diri.
Di rumah sakit keadaan Lula cukup parah,ia tidak sadarkan diri.
Ia takut kalau kalau hal terburuk menimpa Lula.
Tim medis sedang berusaha menyelamatkan Lula.
Dari hasil pemeriksaan,Kepala lula mendapat benturan keras yang membuatnya gegar otak.
Belum tahu efek apa yang akan nanti Lula dapat pasca kecelakaan itu karena masih belum sadar.
Andra juga ikut mengoprasi Lula karena rumah sakit yang menanganinya adalah rumah sakit tempatnya bekerja.
Jam demi jam terlewati,operasi berjalan lancar.
Lula juga sudah melewati masa kritisnya.
Tinggal menunggu ia bangun dan sadar saja.
Andra juga sudah menelfon Alena untuk memberikan kabar terbaru Lula.
Andra melarang Alena ke rumah sakit dulu,mengingat kondisi Lula yang bahkan belum siuman.
Alena bersyukur operasi Lula berjalan dengan lancar dan berhasil.
Esok harinya,...
__ADS_1
Alena ke rumah Andra lagi untuk mengajari Gino les privat.
Andra sepertinya masih tidur karena di rumah sakit hingga subuh.
Rumah terasa sepi karena hanya Gino dan Alena yang sadar.
Gino,kakak ke kamar kecil bentar ya..
Iya kak...
Alena pergi ke kamar kecil sebentar,setelah itu ia mengambil air dan meneguknya barang sebentar.
Entah dari mana datangnya,saat tegukan air itu habis Andra sudah memeluk pinggangnya dari belakang..
Andra juga mengecup bahu Alena...
Sayang....kamu udah di sini??
Maaf ya,aku ketiduran.
Aku capek banget.
Iya gak apa apa,kamu juga nanti harus ke rumah sakit lagi buat liat keadaan dia ya..
Iya..Iya...
Alena dan Andra saling tersenyum walau wajah Andra masih kusut karena bangun tidur.
Udah lepas,aku mau balik ngajarin Gino lagi.
Gak ah,gak mau...
Ajarin aku juga dong...
Ih...udah,nanti kepergok gino tau..
Mau tidak mau Andra melepas pelukannya.
Namun baru Alena berjalan beberapa langkah,badan Alena sudah di tarik lagi dan di beri morning kiss dari Andra.
Walau sebentar ciuman yang mereka lakukan tetap manis dan berkesan..
Andra melepas pautan bibirnya..
Jorok ih,,kan belum gosok gigi...
Gak apa apa..kan sama pacar sendiri...
Alena pergi dengan senyuman yang melekat di wajannya karena ulah Andra.
__ADS_1