
Andra membawa Lula dengan mobil miliknya menuju rumah Lula.
Sesampainya di rumah, Lula dan Andra bersantai di ruang tamu.
Ayah Lula masih di rumah sakit.
Saat itu Lula memanggil pembantunya untuk membuat minum...
Alenaaaaaaaaa...buatin minum dong.
Andra Kaget,iya jelas mendengar nama Alena keluar dari mulut pacaranya.
Tidak lama seorang wanita bergegas keluar dengan masih memakai celemek masak.
Andra dan wanita itu saling menatap dengan kaget.
Wanita itu adalah Alena,wanita yang dulu Andra tinggalkan begitu saja.
Begitupun Alena yang aneh melihat Andra yang sekarang dengan seragam dokter.
Alena merasa malu dan memalingkan wajahnya.
Ia malu karena terlihat menyedihkan di depan Andra.
Andra juga tidak tahu Alena bahkan menjadi pembantu di rumah pacarnya sekarang.
Alena..buatin minum buat aku sma pacarku ya.
Slappppp...
Seperti di sambar petir bagi Alena mendengar pria yang dulu kekasihnya itu adalah pacar anak majikannya.
Iya,nona...
Mau minum apa?
Mau apa sayang?
Eh..sirup aja..
Ok..sirup dua ya.
Iya nona.
__ADS_1
Alena segera berbalik dan kembali ke dapur.
Sementara Lula dan Andra berbincang di luar.
Itu pembantu kamu?
Iya..cantik kan,udah lama dia kerja di sini.
Kasian dia dari keluarga kurang mampu.
Aku dengar ayahnya udah meninggal,ibunya sakit sakitan sama abangnya merantau ke sulawesi tapi gak balik balik lagi.
Jadi dia deh yang ngehidupin ibunya.
Anaknya rajin dan gak banyak omong..
Hayooo naksir ya kamu??
ya nggak lah,kok ngomongnya gitu..
Iya..iya aku cuma becanda.
Kamu cuma punya aku ya Andra.
Iya...
Dalam hati,perasaannya terasa tersayat.
Tidak di pungkiri masih ada rasa tertinggal untuk Alena di hatinya.
Tidak lama Alena mengantar minuman itu.
Ia tertunduk dan menaruh gelas berisi minuman itu di atas meja.
Di depan mata Alena,Lula terus lengket dan menggandeng Andra.
Mereka sangat dekat dan mesra sekali.
Andra juga memandangi Alena dengan iba.
Tidak ada yang berubah,Alena tetap secantik dulu walau dengan baju biasa dan celemek itu.
Kulitnya tetap putih dan mata coklatnya juga menjadi ciri khas pemanis dirinya.
__ADS_1
Setelah itu Alena berlalu pergi dan kembali ke dapur.
Ia seakan ingin menangis melihat Andra lagi.
Ia juga malu pada dirinya yang terlihat benar benar menyedihkan di depan Andra.
Andra permisi ke kamar kecil sebentar pada Lula.
Padahal niatnya adalah bertemu dengan Alena.
Benar adanya,saat Andra menyusup masuk ke dapur Alena sedang memotong sayuran untuk di masak.
Andra mulai berjalan menghampirinya dan medekati Alena.
Alena...
Suara Andra mengejutkan Alena.
Alena menoleh dan benar saja itu Andra...
Sesaat mereka saling berpandangan..
Alena dengan tatapan sedihnya,dan Andra dengan tatapan yang penuh dengan kenangan.
Alena mencoba tersenyum walau hatinya benar benar pahit dengan pertemuan ini.
Iya....
Kamu???
Iya,aku jadi pembantu di sini.
Kamu udah balik ke sini lagi?
Andra ingin sekali memeluk Alena sekarang.
Ia tahu pasti Alena ingin menangis sekarang.
Namun baik keadaan maupun situasi tidak ada satupun yang mengizinkan itu terjadi.
Udah,balik ke depan sana.
Nanti malah ada yang curiga kamu di sini.
__ADS_1
Tapi,boleh aku minta nomer hp kamu?
Kata kata itu mengingatkan Alena lagi cerita semasa sekolah saat Andra meminta nomer hp nya.