ALENA DAN ANDRA

ALENA DAN ANDRA
BAB 23


__ADS_3

Andra dan Alena masih terdiam di dalam mobil tanpa peregerakan.


Hingga akhirnya salah satu dari mereka membuka mulut dan bicara...


Andra..antar aku pulang.


Aku mau istirahat..


Belum sempat Andra menjawab,ponsel Alena berdering.


Alena menatap layar ponselnya,ternyata itu nomor baru.


Segera saja Alena mengangkatnya..


Rupa rupanya itu Richie..sepupu Lula..


Terang saja Andra di bakar cemburu mendengar Alena bicara dengan laki laki lain di dekatnya.


Selesai Alena bicara,tahu tahu ia sudah ada di depan rumahnya.


Andra memacu mobil sembari Alena bicara di telfon tadi.


Andra juga tidak bicara sepatah katapun setelah itu.


Alena juga tidak ingin membahas Hal ini.


Alena tetap masuk ke rumah dengan santai.


Di jalan Andra memacu mobilnya dengan sangat kencang karena emosi...


Esok harinya..


Andra berkunjung ke rumah Lula..


Richie dan Alena juga ada di sana...


Andra amat sangat risih,Richie terus saja menggoda Alena..


Entah candaan atau mengajak Alena bergurau...


Alena juga mau saja meladeninya.


Andra jadi tidak fokus dengan Lula..


Mereka ber empat sedang duduk di taman rumah Lula..


Richie terus saja duduk di dekat Alena..


Alena..nanti malam nonton yuk..

__ADS_1


Eh??


Alena memasang wajah aneh,ia bingung harus menjawab Andra.


Terlebih mata Andra selalu tajam mengawasinya..


Ini saja,wajah Andra sudah kusut sekali seperti benang layang layang yang tidak tergulung..


Em..kayanya malam ini gak bisa.


Aku kayanya gak enak badan...


Masa???


Reflek saja tangan Richie memegang kening Alena,untuk mengecek suhunya..


Alena terdiam dan kaget...


Cieeeeeee...Richiee


Ada aja modusnya..emangnya kamu dokter?


Yang dokter di sini kan pacar aku...


Lula dan Andra saling tersenyum..


Tentu senyum Andra adalah senyum paksaan.


Hem..gak panas kok Alena..


Mungkin kamu sakit karena perlu pacar yang peduli sama kamu..


Ya ampun Richie,kok agresif sekali jadi cowo.


Mana andra ngawasin terus lagi.


Pengen banget lari dari situasi ini...


Hem..aku mau izin dulu.


Aku mau ke Rs,kebetulan aku memang mau periksa.


Kayanya aku radang tenggorokan dan buat aku gak nyaman..


Jadi kamu beneran sakit Alena...


Iya Lula,boleh kan aku pergi?


Iya,boleh.

__ADS_1


Sama Andra aja,dia juga kan bentar lagi piket.


Sekalian aja dia periksain kamu..


Alena saling menatap dengan Andra..


Gak usah Lula,gak apa apa..


Enggak,ikut aku aja Alena.


Aku juga mau ke RS sekarang..


Di sini mata Richie sedikit jeli,entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang tidak terlihat antara Andra dan Alena.


Mereka seperti menutupi sesuatu...


Andra benar benar membawa Alena..


Mereka menuju RS bersama atas izin Lula.


Selama perjalanan mereka tidak terlibat pembicaraan apapun..


Andra sudah pasti karena marah dan cemburu.


Sedang Alena tidak tahu harus bicara apa.


Andra sudah membawa Alena di ruang prakteknya.


Mereka di tutupi tirai hijau,di mana Alena duduk di ranjang periksa dan Andra berdiri memeriksa Alena.


Pertama Andra memeriksa mulut Alena yang terbuka,lalu mengukur tensinya..


Setelah itu menggunakan stetoskop untuk memeriksa di dada Alena.


Alena gugup dan menatap ke samping..


Ia tidak mau melihat Andra.


Sekarang Andra menatap Alena,dengan tangan masih menempelkan stetoskop di dada Alena..


Andra tidak tahan lagi...


Di raihnya wajah Alena dengan kedua tangannya..


Lalu di ciumnya bibir Alena secara bertubi tubi..


Hingga tubuh Alena terbaring ke ranjang.


Alena tidak bisa bersuara karena di bekap mulut Andra.

__ADS_1


Masing masing tangan Alena di cengkramnya dengan kuat hingga tak bisa bergerak.


Andra kesal dengan Alena...


__ADS_2