
Alena menyapa anak yang akan di ajarnya...
Bocah laki laki itu terlihat baik dan tidak nakal,,
Hai,kamu Gino kan?
Iya,kakak..
Kenalin nama kakak Alena..
Alena mengulurkan tangannya mengajak Gino untuk berjabat tangan.
Segera saja Bocah manis itu menyambut tangan Alena..
Iya kak,kenalin juga aku Gino.
Kesan pertama sangat baik,baik Alena maupun Gino saling menerima.
Gino juga mudah akrab dengan orang baru dan mau mendengar perkataan Alena.
Alena mulai mengajar pada hari itu juga,Ia mengajarkan Gino pelajaran pelajaran yang tertinggal oleh Gino.
Lewat pemahaman dan penjelasan alena yang sederhana,pelajaran dan materi materi yang di pelajari Gino mudah untuk di serap dan di mengerti.
Gino juga menikmati belajar dengan Alena tanpa rasa tegang atau canggung.
Saat sedang asik asik belajar sepertinya ada suara mobil yang memasuki halaman depan rumah ini.
Gino serentak berhenti belajar dan wajahnya ceria sambil menatap Alena.
Alena tentu bingung dengan apa maksud ekspresi bahagia Gino itu..
Ada apa Gino?
Kok jadi senang gitu wajahnya..
Kakak pulang..
Kakak???
Tidak lama Gino berlari keluar meninggalkan kamarnya.
__ADS_1
Ia berteriak senang memanggil kakaknya yang baru datang...
Kakakkkkkkkk
Alena ikut beranjak keluar mengikuti Gino,sepertinya itu adalah anak pertama keluarga ini...
Baru saja keluar dari kamar itu,Alena harus tersambar petir lagi di siang bolong.
Ternyata kakak yang gino maksud adalah Andra.
Pantas saja wajah Gino rasanya tidak asing dan mirip seseorang yang di kenalnya.
Andra juga tak kalah kaget melihat Alena yang sudah berdiri di depan rumahnya.
Terlebih,ada di rumahnya.
Kak,kenalin itu kak Alena.
Dia guru les privat baru aku.
Iya..iya..
Andra tampak menyambut ramah omongan adik kecilnya.
Setelah itu Alena lanjut mengajari Gino di kamarnya.
Kali ini Alena terlihat resah dan tidak konsen mengajar karena sudah tahu kalau ini adalah rumah Andra.
Di tengah kegundahannya itu,Alena memutuskan pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka agar bisa lebih menjernihkan fikiran.
Kamar mandi itu terletak di ujung dapur.
Setelah merasa sedikit segar sehabis mencuci muka Alena langsung keluar dari kamar mandi itu.
BLammmm
Baru saja keluar,Andra sudah menunggu di depan pintu itu.
Alena menatap seperti takut pada pria di hadapannya itu.
Ia bergegas ingin melarikan diri,namun dengan sigap Andra menangkapnya.
__ADS_1
Andra menarik tangan Alena lalu menahannya pergi.
Lepas Andra!!!
Kamu....
Kamu mau kabur lagi sekarang?
Apa aku ini malaikat maut yang mau cabut nyawa kamu?
Atau aku debtcollector yang mau nagih hutang sama kamu?
Aku gak ngerti kenapa kamu terus terusan hindarin aku,padahal aku udah janji gak akan ganggu kamu lagi..!!!
Mata Alena sudah menampung air mata yang ingin tumpah.
Bibirnya juga sudah bergetar sedari tadi..
Kalau kamu ngehindar dan lari lagi,aku janji bakal kasi tau Lula soal masa lalu kita!!!!
JANGAN!!!!
Barulah suara Alena keluar.
Kali ini ia memberanikan diri mengeluarkan suara hatinya yang sudah terlalu lama tertahan...
Kamu kenapa gini!!!!!
Aku hindarin kamu bukan karena salah kamu,tapi salah aku!!!!
Salah aku yang masih kebawa perasaan tiap liat kamu!!!
Aku gak bisa nahan perasaan aku yang dulu udah jatuh sejatuh jatuhnya sama kamu,terus kamu hilang gitu aja tanpa kabar.
Dan sekarang kamu udah sama orang lain,kamu tahu kalau luka yang dulu robek di hati aku karena kamu sekarang malah makin parah dan ngebusuk.
Aku takut kalau ketemu kamu terus aku gak akan bisa nahan diri aku buat jatuh hati lagi sama kamu!!!!
Sekarang hidup aku udah nyedihin dan hati aku juga gak kalah nyedihin!!!!!
Alena menangis sejadinya di hadapan Andra.
__ADS_1
Andra terpukul dan persaannya bercampur aduk.
Ia segera meraih tubuh rapuh Alena lalu mendekapnya di pelukannya.