
Walau begitu Rena tetaplah sahabat baik Alena.
Semua murid sudah duduk di bangkunya masing masing.
Kelas masih riuh ribut dan belum terkendali.
Banyak yang baru berkenalan juga.
Di belakangku duduk ada Elsa dan Rika.
Mereka dari kelas 10B sebelumnya.
Kami cepat akrab dan saling mengobrol.
Tidak lama guru memasuki kelas.
Menghentikan siswa yang ribut dan tak tentu arah.
Guru itu berdiri di mejanya,wajahnya garang dah sudah cukup tua.
Aku kenal guru itu,dia adalah guru matamatika yang khusus mengajar kelas 11.Namanya Pak Anton,guru killer ini sangat di takuti.
Bahkan murid paling nakal juga tidak akan berani padanya.
Kelas menjadi sepi seperti di kuburan.
Tangan siswa semua di atas meja.
Kalian...baru naik kelas,tidak ada guru sudah ribut seperti monyet di hutan!
Sekolah di hutan saja kalian sana!
Saya paling benci murid yang tingkahnya seperti Kera.
Damnnn......baru hari pertama sarapan hari ini adalah omelan.
Kenapa duduk kalian seperti ini.
Cewe sma cewe nanti gosip!
Cowo sama cowo nanti Ribut!
Biar saya yang atur tempat duduk kalian.
Dalam hati Alena senang karena ada kesempatan untuk pindah dari Rena.
Ia sudah cukup sabar dengan tingkah Rena yang malas selama ini.
__ADS_1
Pak anton mulai memindahkan dan mengotak atik susunan duduk murid.Semuanya duduk sebangku dengan pilihan pak Anton.
Alena pindah paling belakang dan Ia di pasangkan dengan Andra duduk sebangku.
Sementara Rena tetap duduk di depan bersama Bobi.
Rena menatap sedih pada Alena di belakang.
Sementara Alena sedikit lega bisa jauh dari Rena.
Alena tidak benci,ia hanya ingin Rena berusaha dan lebih mandiri dalam belajar.
Tapi sekarang ia sebangku dengan Andra.Andra dingin dan belum menyapanya.
Tapi tergolong berani,walau berhadapan dengan guru galak itu di bawah meja ia berani bermain ponsel.
Aku hanya melihatnya tanpa berani menegurnya.
Hem......
Suaranya hanya berdehem,ia sedang sibuk sms'an entah dengan siapa.
Aku cuek saja karena tidak enak menengurnya duluan.
Hei...
Alena menoleh pada Andra.
Iya....
Minta no hp dong.
Em,gak ah.gak hafal.
Padahal sebenarnya aku malas saja kalau nanti berurusan dengan dia.
Entah apa maksudnya meminta no hp secara tiba tiba.
Andra hanya diam dan tidak melanjutkan lagi omongannya.
Jam pertama pelajaran selesai.
Belajar mengajar belum optimal sepenuhnya,lebih banyak perkenalan dan dasar saja.
Jam istirahat berbunyi.
Murid murid berhamburan keluar kelas menuju kantin.
__ADS_1
Alena duduk di bagian dalam sedang Andra di kursi yang mengarah keluar.
Alena sudah berdiri namun Andra tidak peka memberinya jalan keluar.
Andra masih sibuk bermain game di hp nya.
Hei...lewat,aku mau keluar.
No hp dulu!!!
ishhh...buat apa sih?
Minta aja,mau keluar gak?
Alena menyerah dan memberi no ponselnya.
Andra segera mencatatnya..
Okk,coba gitu dari tadi.
Barulah Andra berdiri dan memberi Alena jalan keluar.
Andra bahkan juga tersenyum pada Alena.
Ihh..aneh...
Ungkap Alena dalam hati.
Alena ayo cepat ke kantin bu Surti yuk..
Iya Rena tunggu,aku ikut.
Di kantin Rena berkeluh kesah karena harus pisah duduk dengan Alena.
Aduhh...siapa yang akan memberiku catatan nanti.
Yang memberiku contekan PR juga siapa.
Alena, ayo kita minta pindah supaya duduk sama sama lagi.
Alena dalam hati keberatan.
Ia sedang memutar otak untuk memberi alasan.
Ih emang kamu berani,entar malah di semprot sama pak Anton tau.
Hem...iya benar juga
__ADS_1