ALENA DAN ANDRA

ALENA DAN ANDRA
BAB 20


__ADS_3

Andra ingin sekali bermanja manja dengan Alena hari ini.


Apalagi melihat Alena yang ada di rumahnya saat ini.


Namun apa daya,di rumah ada Gino yang bisa saja menangkap basah jika mereka sembarangan bermesraan.


Alena kembali mengajar Gino di kamar.


Sekitar 15 menit kemudian Andra menyusul masuk ke kamar.


Ia sudah mandi,wangi parfumnya juga memenuhi kamar ini.


Andra dan Alena saling melirik satu sama lain.


Ih kakak,ngapain kesini sih?


Gino kan lagi belajar,ganggu aja...


Gak apa apa lah,kakak kan mau awasin kamu.


Nanti kamu bukannya belajar malah godain kak Alena.


Ih,,,gak nyambung banget.


Kakak kali yang mau gangguin kak Alena.


Iya kan kak...


Alena hanya membalas Gino dengan senyum...


Udah,kita lanjut belajar aja ya.


Iya kak,,


Sambil Alena sibuk mengajari Gino,Andra hanya sibuk dan terus memerhatikan wajah cantik Alena.


Gino,,,tolong kakak dong.


Ntar kakak beliin mainan..


Minta tolong apa kak?


Beliin minuman di depan dong..


Hemmm....


Gino seperti berfikir sejenak..

__ADS_1


Iya deh...


Kak Alena,aku pergi sebentar ya.


Iya,hati hati ya...


Ketika Gino di rasa cukup jauh,Andra langsung menghampiri Alena.


Ia duduk di kursi Gino...


Kak..ajarin aku dong...


Ih...sok imut banget sih..


Andra mulai menatap sendu pada Alena,di pegangnya pipi Alena lalu di jatuhkannya bibirnya di bibir Alena..


Masih saat bibir Andra menempel bibirnya,Alena berbicara menjeda ciuman itu..


Nanti Gino liat...


Gak ah,sebentar aja kok dari pada ngiler..


Alena tersenyum di lanjutkan ciuman Andra yang menyusul.


Andra menyesap lembut bibir empuk Alena yang ada di hadapannya..


Setelah selesai mengajar Gino,Andra mengantar Alena pulang.


Sayang,aku ke rumah sakit dulu ya..


Iya sayang...


Andra mengecup kening Alena sebagai tanda perpisahan.


Setelah itu ia segera ke rumah sakit.


Andra menghembuskan nafas dalam sebelum masuk kamar Lula..


Andra mulai masuk,di lihatnya Lula sudah sadar dan terbaring lemas.


Ia tersenyum melihat Andra yang datang.


Andra segera duduk di ranjang samping Lula.


Ia menatap Lula dalam..


Gimana udah baikan?

__ADS_1


Em,lumayan...


Semoga lekas sembuh ya..


Lula mencoba bangun...


Andra,...


Wajahnya mulai memelas melihat Andra..


Air matanya juga perlahan jatuh..


Andra,aku mohon...


Aku gak bisa pisah dari kamu..


Aku gak sanggup...


Andra menjadi berat hati..


Maaf Lula,tapi aku gak bisa..


Aku yakin kamu bakal ketemu yang lebih baik.


Lula lalu kembali emosi,ia melepas infus yang melekat di tangannya begitu saja.


Lula lalu berteriak histeris,mungkin Bipolarnya sedang kambuh..


Andra segera memeluk Lula untuk menenangkannya.


Situasi ini membuatnya berat hati akan keputusannya.


Lula sampai harus di beri obat penenang agar kembali tidur.


Ayah Lula berbicara secara pribadi di ruangannya dengan Andra.


Ia memohon untuk tetap berasda di sisinya karena keadaan Lula yang masih belum stabil.


Andra tidak bisa menerima tawaran itu karena ia sudah memiliki Alena.


Tapi perkataan ayah Lula ada yang membuatnya terdiam dalam getir..


Lula di nyatakan lumpuh seumur hidup karena kecelakaan itu,ternyata gegar otak di kepalnya membuat saraf kakinya mati dan lumpuh.


Andra seperti di lempar ribuan batu ke badannya.


Di satu sisi tentu ia merasa bersalah dan prihatin pada Lula,tapi di sisi lain ia juga tidak ingin lagi kehilangan dan melepas Alena.

__ADS_1


__ADS_2