ALENA DAN ANDRA

ALENA DAN ANDRA
BAB 18


__ADS_3

Alena mengigit bibir Andra.


Mau tidak mau Andra berhenti...


Jangan Andra...jangan sekarang..


Aku belum siap...


Andra sadar dan berhenti.


Walau berat mengakhiri adengan yang sedang panas panasnya ini namun ia menghormati permintaan wanita yang di cintainya.


Andra beranjak bangun dan istigfar,,


Ia duduk di tepian ranjang itu,


Alena juga duduk dan merapikan rambutnya.


Andra menoleh pada Alena..


Maaf ya Alena,aku khilaf..


Kamu pasti takut ya..


Alena hanya menatap sendu dengan wajah melas.


Andra tidak tega dan langsung memeluknya.


Maaf ya Alena,aku belum bisa kasi kejelasan hubungan dan seenaknya aja ngelakuin hal gak terpuji kaya gini.


Padahal kamu juga belum jawab perasaan aku.


Andra melepas pelukannya namun tetap menatap pada Alena,,


Andra memegang wajah Alena dan membelai pipinya dengan lembut..


Membuat Alena terpejam sesaat menyesapinya.


Alena.


Kini Andra dan Alena saling menatap.


Mereka terlibat pembicaraan serius..


Alena,kamu mau kan jadi pacar aku lagi?


Tolong Alena..

__ADS_1


Andra lalu meletak tangan Alena di dada sebelah kirinya..


Kamu itu sama artinya dengan jantung aku Alena.


Yang buat aku hidup dan bernafas...


Walau sekian taun pisah dan gak ada kabar..


Tapi jantung aku tetap berdebar lagi waktu ngeliat kamu.


Cinta aku tetap kuat dan gak luntur,walau ada wanita lain yang masuk ke hidup aku.


Alena luluh lantah..


Terlebih perasaan Andra juga sangat tulus dan dalam.


Alena,,kamu mau kan nerima aku lagi???


Andra menatap Alena dengan fokus bahkan tanpa kedipan.


Tentu saja jawaban Anggukan dari Alena cukup untuk menjawabnya.


Andra tersenyum dan langsung memeluk Alena.


Maksih ya Alena..


Aku janji bakal kelarin ini semua..


Andra bercanda dan tersenyum nakal pada Alena.


Segera saja tangan Alena melayang dan mencubit kuat perut Andra..


Awww..sakit...


Selepas mengantar Alena pulang,Andra kembali ke rumahnya lagi.


Di perjalanan Lula sempat menelfon dan ingin mengajak Andra bertemu.


Andra setuju,,,


Ia bermaksud ingin mengakhiri hubungan dengan Lula malam ini.


Andra dan Lula sudah berada di sebuaf cafe,Lula nampak manis dengan jepitan rambut di kepalanya.


Ia juga tersenyum manis pada Andra yang ada di hadapannya.


Andra sedikit gugup,ia bingung bagaimana harus memulai pembicaraan itu.

__ADS_1


Di rumah Alena juga gelisah dengan keadaan Andra.


Sebelum menjumpai Lula tadi ia sudah memberi tahu bahwa akan memutuskan Lula malam ini sebagai bukti cintanya.


Siap tidak siap sebagai lelaki Andra harus berani dan memperjuangkan pilihannya.


Andra mulai membuka suara..


Lula...


Iya sayang..


Ada yang mau aku sampai'in..


Hem..ia ngomong aja..


Gini,hem...


Andra terlihat tidak enak untuk mengucap kata itu...


Lula juga mulai serius menanggapi Andra..


Kita...putus ya..


Krakkk......Lula seperti mendengar suara gelas pecah berdenging di telinganya..


Kamu bilang apa tadi?


Hem,kita putus aja ya...


Tunggu tunggu dulu,aku masih gak faham.


Kamu becanda kan??ini gak lucu loh Andra...


Wajah Lula langsung berubah menjadi panik,resah dan marah...


Emosinya tidak stabil..


Tenang...tenang Lula.


Aku bakal jelasin...


Gimana bisa tenang!!!


Lula mulai menangis dan kecewa berat di hadapan Andra.


Andra juga serba salah dan terselip rasa kasihan melihat Lula seperti ini.

__ADS_1


Aku minta maaf Lula..


Sebenarnya aku udah ada orang lain yang aku cintai dan suka...


__ADS_2