
Andra dan Alena kembali pulang ke rumah setelah kencan malam itu.
Di rumahnya Andra mengutarakan niatnya untuk meminang Alena pada orang tuanya.
Ayah Andra adalah seorang tentara,dan ibunya adalah pegawai negeri sipil.
Setelah mendengar latar belakang Alena masalah baru muncul.
Hubungannya dan Alena tidak mendapat restu dari orang tuanya.
Mereka lebih menyukai Lula di banding Alena karena dari keluarga terpandang.
Andra dan Ayahnya lebih seperti bertengkar daripada berdebat.
Andra tetap kekeuh dengan pilihannya yaitu Alena.
Andra mengurung diri di kamarnya.
Ibunya masuk dan mencoba menenangkan putranya yang memanas..
Ibunya duduk di samping Andra yang ada di tepian kasur.
Ia mengelus punggung anaknya itu..
Nak,udah jangan emosi terus..
Mama tahu kamu suka dan cinta sama gadis itu.
Mama gak masalah kalau memang dia pilihan kamu.
Tapi buat ngeyakinin dan dapat restu dari ayah kamu yang keras kamu harus lebih usaha ya.
Ayah kamu kan kamu tahu sendiri gimana orangnya.
Terlebih dia sama ayah Lula juga saling kenal baik.
Jangan di lawan terus Andra,pelan pelan aja ya...
Tapi,mama setuju kan aku sama Alena??
Andra menoleh dan menatap pada ibunya..
Iya,mama selalu dukung pilihan kamu kok.
Andra langsung memeluk ibunya..
Makasih Ma...
__ADS_1
Iya...
Dukungan dari ibunya cukup untuk lebih menguatkan Andra.
Di sisi lain ayah dan ibu Andra terlibat perbincangan serius di kamar.
Udahlah yah,restuin aja mereka.
Toh,Andra juga udah mapan.
Dia punya kebebasan memilih teman hidupnya.
Dia udah dewasa,ayah...
Gak bisa ma...
Kita harus pentingkan latar belakang calon menantu kita biar gak malu maluin..
Yah,,,,Alena itu gadi baik...
Dia juga penuh sopan santun,tutur bicaranya juga halus..
Ayah sih belum pernah ketemu dia langsung..
Coba aja dulu ayah ketemu,terus baru evaluasi gimana menurut ayah wanita pilihan Andra itu..
Ia tidak rela anaknya menikah dengan seseorang yang tidak sepadan.
Akhirnya ia setuju untuk bertemu Alena..
Andra membawa Alena ke rumahnya untuk bertemua kedua orang tuanya.
Alena gugup dan sangat cemas..
Ia takut orang tua Andra tidak akan bisa menerima dan menyukainya.
Udah..tenang aja.
Aku ada di sisi kamu kok.
Andra mengengam erat tangan Alena dan bersiap masuk ke rumah itu.
Alena memang sudah bertemu ibu Andra tapi belum dengan ayah Andra.
Saat sudah sampai di ruang tamu,orang tua Andra sudah menunggu.
Ibu Andra menatap Alena dengan senyum ramahnya.
__ADS_1
Membuat Alena sedikit tenang.
Ayah Andra menatap Alena dari atas sampai bawah.
Andra dan Alena duduk berdekatan di Sofa.
Ayah Andra menatap Alena lurus...
Sesi tanya jawab di mulai..
Kamu yang namanya Alena?
Iya pak...
Lulusan mana??
Saya cuma lulusan SMA pak.
Wajah Ayah Andra terlihat tidak puas..
Alena juga seakan semakin kehilangan percaya dirinya.
Lalu Alena sekilas melihat jam kuno yang di pakai ayah Andra.
Sama persis dengan milik ayahnya dulu.
Ayah Andra menyadari Alena melirik jam miliknya.
Kenapa kamu lihat jam saya??
O...itu pak,itu mirip punya ayah saya.
Dulu dia pernah cerita,dia bantuin temannya untuk lulus masuk akademi tentara.
Tapi dia gak bisa lulus,karena ngebatuin temannya biar bisa lolos.
Ayah saya sengaja ngalah karena penerimaan yang terbatas.
Demi bantuin temannya dia rela ngalah,sebagai tanda terima kasih temannya kasi dia jam yang sama dengan miliknya.
Ayah Andra seperti teringat sesuatu akan kenangan dengan sahabat lamanya yang dulu membantunya..
Ia lalu menatap Alena...
Kamu anaknya Haryono??
Alena merasa aneh kenapa ayah Andra bisa tahu nama ayahnya.
__ADS_1
Iya pak,saya anak alm.pak Haryono.