
Andra luluh...
Kali ini ia tidak ingin melepas pelukannya.
Jika saja bisa memutar waktu,apapun akan ia lakukan agar itu terjadi.
Ternyata bukan hanya perasaannya saja yang gundah,Alena juga demikian adanya.
Malah,Alena bahkan lebih berat memikul beban perpisahan mereka dulu.
Kamu jahat Andra!!!
Kamu jahat!!!!
Alena terus merajam Andra dengan untaian amarahnya.
Namun,Andra tidak melawan...
Andra mengelus rambut belakang Alena dan tetap memeluknya..
Ia,Alena..aku minta maaf.
Semua salah aku,...
Setelah kejadian itu Alena kembali ke kamar Gino untuk mengajar...
Ia tidak mau Gino sampai tahu apa yang terjadi tadi.
Alena juga memutuskan tetap tinggal dan tidak kabur lagi...
Kakak kok agak lama tadi?
Em,perut kakak kayanya agak gak enak jadi makanya agak lama.
Maaf ya buat kamu lama nunggu,ayo kita lanjutin lagi.
Iya deh,,Ok...
Saat Alena dan Gino sedang belajar,Andra tiba tiba masuk ke kamar sambil membawa nampan yang berisikan makanan ringan dan minuman.
Eh...tumben kakak rajin.
Biasanya,narohin kain kotor ke mesin cuci di suruh ibuk aja males.
Andra lalu sedikit merasa malu dan canggung karena omongan adiknya yang ceplas ceplos.
Nihh.....makan aja,udah di bawain juga..
Harusnya makasih dong..
Iya deh makasih...
__ADS_1
Andra meletakkan makanan dan minuman itu di meja dekat adiknya belajar.
Alena masih diam dan tidak mau menoleh pada Andra.
Sedangkan Andra sempat sempatnya mencuri pandang pada Alena saat meletakkan nampan berisikan makanan dan minuman tadi di meja.
Alena pura pura santai walau sebenarnya sedang kacau balau di dalam dirinya.
Ia lanjut mengajari Gino..
Andra tidak keluar dan malah duduk di ranjang Gino sambil memandang Alena dari belakang.
Ia juga sesekali melihat wajah Alena dari samping.
Gino juga seperti tidak menghiraukan kakaknya ikut bergabung di ruangan ini.
Malah Alena yang merasa gerah dan sesak karena kehadiran Andra.
Pelajaran itu akhirnya selesai,Alena sudah berkemas dan bersiap pulang ditambah hari juga sudah mulai senja menjelang magrib.
Alena sudah keluar dari rumah itu,saat masih di lingkungan taman sebuah mobil memepetinya.
Kaca jendela itu terbuka saat Alena menoleh..
Rupa rupanya tidak lain itu adalah Andra....
Ayo naik,aku antar aja.
Udah sore nih,bahaya buat cewek..
Alena menolak tawaran Andra..
Tentunya bukan Andra namanya kalau menyerah begitu saja.
Andra keluar dari mobilnya dan menyusul Alena yang berjalan.
Ia berlari kecil dan berdiri di hadapan Alena.
Menghadang langkah Alena..
Alena dan Andra saling memandang.
Aku mau pulang Andra...
Iya,tapi harus aku anter...
Kalau nggak aku bakalan buntutin kamu sampai rumah dan gak akan pergi...
Alena menatap sebal pada Andra.
Di detik berikutnya Alena sudah ada di dalam mobil Andra.
__ADS_1
Andra menang dan tersenyum puas....
Sambil mengemudi Andra mengajak Alena berbincang.
Alena,bapak kamu sakit apa kemarin?
Aku turut berduka ya..
Em,dia sakit jantung.
Kalau ibu kamu?
paru paru basah..
Abang kamu gimana?
Udah ada kabar belum?
Belum...
Jawaban Alena singkat,padat dan jelas.
Andra harus banyak banyak bersabar untuk hal ini.
Alena...
Iya!!
ngedate yuk???
Alena mengernyitkan dahinya.
Turunin aku sekarang!!!
Andra mendadak menghentikan mobilnya,Alena hendak segera keluar namun pintu mobil itu tetap terkunci.
Buka Andra!!!!
Nggak..nggak akan!
Kamu tu aneh ya,tadi kamu bilang kamu masih ada perasaan sama aku.
Sekarang jutek lagi sama aku.
Aku bingung,di saat aku mau nyerah sama kamu...
Kamunya lunak.
Di saat aku mau berjuang dan ngeharap kamu jadi keras lagi.
Kamu kira wanita itu baju,yang bisa kamu ganti ganti?
__ADS_1
Kamu ajak aku kencan sementara udah sama Lula.
Kamu mau jadiin aku Ban serep!!