
Andra dan Alena makan malam di sebuah restoran bernuansa italia.
Mereka makan malam dengan nuansa romantis yang di padu dengan cahaya lilin menyala..
Setelah menyantap hidangan utama,di lanjutnya dengan makanan penutup sebuah ice cream yang lezat.
Andra serius sekali memerhatikan Alena yang menikmati ice creamnya.
Saat yang di nanti tiba..
Alena seperti mengigit sesuatu saat memakan ice cream itu.
Rupa rupanya,saat Alena mengecek barang itu di mulutnya..
Itu adalah sebuah cincin..
Alena langsung menatap pada Andra.
Tidak lama Andra menjentikkan jarinya ke atas..
Lalu beberapa pemain biola menghampiri meja mereka...
Rupa rupanya ini kejutan yang sudah di siapkan Andra untuk Alena..
Ia secara spesial menyiapkan ini semua untuk melamar Alena..
Andra menyematkan cincin itu ke jari manis Alena.
Alena merasa bercampur aduk antara bahagia,terharu dan seakan tidak percaya ini semua nyata.
Alena...
Maaf kalau terburu buru..
Tapi ini aku lakuin karena gak mau kehilangan kamu lagi..
Andra...aku gak percaya ini nyata.
Makasih ya..
Iya..aku harap cincin itu jadi pengikat kita berdua.
Agar kau tidak bisa lepas dariku...
__ADS_1
Malam itu,Alena dan Andra di selimuti kebahagiaan melimpah.
Sementara Lula sedang mengamuk di kamarnya menghancurkan segala benda yang ada di depan matanya..
Ia berteriak histeris dan tak terkendali..
Richie mencoba masuk ke kamar Lula.
Terang saja,Lula langsung melabraknya..
Pasti kamu kan!!!
Kamu kan yang bocorin semuanya ke Andra..
Hahaha..ya iya lah..siapa lagi....
********...
PLAKKKKKKKKK
Sebuah tamparan melesat ke pipi Richie..
Dasar perempuan gila...
Lebih lebih kalau dia tahu,kalau kamu yang sengaja ngerancang kecelakaan dia dulu,terus pura pura nolongin dia.
Nyedihin banget sih hidup kamu!!
Tutup mulut kamu sialan!!
Kamu fikir bisa kayak sekarang kalau bukan karena uang dari ayah aku.
Kamu itu cuma parasit yang aku dan ayah aku kasihanin tau nggak!!!
Lagi..lagi...
Ungkit aja terus semuanya sampai kamu puas.
Aku gak perduli,aku juga udah mapan dan punya kerjaan sendiri.
Aku bakal bayar semua yang kamu dan ayah kamu keluarin...
Lula..Lula...dari dulu kamu emang nakutin ya.
__ADS_1
Kamu bakal lakuin segala cara buat dapatin yang kamu mau.
Ayah kamu juga sama aja,semua kemauan dan perintah putri gilanya di turutin..
Makanya sekarang kamu sama monster itu udah gak ada bedanya.
Aku gak mau gadis sebaik Alena kamu sakitin dan jadiin tumbal keegoisan kamu!!
Sekarang rasain tuh semua hasil kejahatan kamu!!
Kamu,dasar gak tahu balas budi..!!!
Bodo amat,sekarang nikmatin tuh kehancuran kamu...
Lula berteriak sejadinya seperti orang gila..
Tidak ada yang berani menganggunya...
Alena...Alena...dasar gadis gak tahu malu!!
Sama aja kayak Richie yang gak tahu diri.
Tunggu aja aku bakalan bikin perhitungan sama kamu!!
Andra akan selamanya jadi milik aku dan cuma milik aku.
Dasar gadis sampah..
Malam itu keadaan dua manusia bisa berbanding terbalik...
Alena berbahgia,sedangkan Lula menderita..
Semua kejahatan sebusuk apa pun tentu akan tercium hingga ke akarnya.
Andra lanjut membawa Alena ke bioskop untuk menonton film.
Mereka duduk di pojokan dengan cahaya yang lebih gelap dan redup.
Bukannya fokus pada film tapi Andra malah sibuk dengan bibir Alena.
Di barisan itu hanya ada mereka..
Andra dan Alena berciuman dalam gelap sambil berpegangan tangan.
__ADS_1