ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH

ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH
CHAPTER 13 AKIBAT


__ADS_3

Para ibu-ibu itu sepertinya tidak percaya mereka mencebikan bibirnya, dan mengejek ke arah Allea.


Mereka semua terkejut karena tiba-tiba suara sirine polisi yang meraung-raung dan mereka lalu menaikkan ibu-ibu yang sedang demo dan menginginkan Allea keluar dari sekolah itu.


“Awas kalian berdua, dan sekolahan ini namanya akan kami viralkan karena salah seorang siswinya menjadi sugar baby pemilik sekolah,” ancam mereka.


“Selamat menikmati dinginnya lantai penjara ibu-ibu yang terhormat," ujar Arya.


“Mas kasihan mereka, bagaimana dengan keluarganya nanti,” kata Allea.


“Biarkan saja, biar mereka jangan semena-mena memfitnah orang sesuka hatinya," kata Arya.


“Tuan Arya, kenapa tadi saya lihat ibu-ibu wali murid di naikkan mobil polisi ada apa pak?” tanya direktur sekolah.


“Benny, memang kau baru datang ke sekolah?” ujar Arya.


“Iya tuan, tadi pagi ada rapat mendadak karena sekarang sedang ada berita besar yaitu para siswa dan siswi dari sekolah elite ini di tangkap polisi karena telah melecehkan siswi dari sekolah ini juga, dan saya harus klarifikasi semuanya.”


“Memang ini korbannya Allea yang kemarin sore aku selamatkan dari kekejian mereka termasuk Marcho tanpa terkecuali," cerita Arya.


“Habis ini aku mau minta izin membawa Allea untuk menjadi saksi dari perbuatan keji mereka pada dirinya," kata Arya.


“Sekarang para wanita itu memfitnah aku sebagai sugar daddynya Allea, dan Allea sugar babby, apa-apaan itu fitnah yang sangat keji," ujar Arya.


“Kejam sekali mereka, kalau tidak kuat mental bisa gila gegara mereka,” ujar direktur sekolah.


“Ya makanya aku selalu support positif agar Allea ini tidak terkena tekanan mental dari para wanita sosialita itu," kata Arya.


“Kau benar sekali tuan, aku juga tidak berdaya dengan tekanan mereka, kenapa mereka sangat membenci Allea,” menurut direktur sekolah.


“Ya sekarang, aku bawa Allea untuk datang ke kantor polisi dan memberikan kesaksian karena mereka telah memfitnah kami berdua," kata Arya.


“Ya tuan, semoga mereka mendapatkan pelajaran yang setimpal dan tidak seenaknya saja memfitnah orang lain,” ujar direktur sekolah.

__ADS_1


***


Sementara itu di kantor polisi terjadi ke gaduhan, karena mereka para wanita sosialita tidak mau di masukan ke dalam penjara, karena mereka sedang menunggu para pengacara mereka.


Mobil Arya Dewangga berhenti di lobby kantor polisi dan mereka langsung masuk karena mereka akan memberi kesaksian dan laporan kalau mereka telah di fitnah dengan keji oleh para wanita itu.


Hanya beberapa jam kemudian mereka berdua telah keluar dari ruangan pemeriksaan dan Arya Dewangga pun telah menyerahkan visum Allea menyangkut peristiwa kemarin sore.


“Papa ada disini?” tanya Andrew.


“Kau habis jenguk Marcho? sudah kau nasehati dia agar jadi orang baik-baik," tanya Arya.


“Sudah pa, tetapi aku heran pa, dia makan apa ya, padahal yang di makan dia itu sama dengan kita kenapa dia jadi seperti itu, aku juga tidak bisa mengerti papa,” keluh Andrew.


“Biar saja kalau dia tidak mau berubah dengan terpaksa papa akan menyekolahkan dia di tempat sekolah khusus bagi-bagi anak-anak nakal, dan disana orang tua di larang untuk sering-sering menjenguk," kata Arya.


“Oh ada ya pa sekolah seperti itu?” tanya Andrew.


“Ada lah, mana ada sih orang tua yang menginginkan anaknya jadi orang tidak baik," keluh Arya.


“Marcho sudah punya kekasih? yang mana kekasihnya, apa yang kemarin mengancam kau Allea, itu bukan?” tanya Arya.


Allea hanya menganggukan kepalanya saja, tidak berkata sepatah katapun.


“Kau ini sangat pelit bicara ya, membela diri saja tidak mau, kau harus survive kalau menjadi istri aku sayang, apalagi mau jadi pengacara dan notaris kau harus pandai bicara untuk mematahkan pendapat orang," ujar Arya.


“Ya sudah Mas cari istri yang lain saja, karena aku kalau bicara yang perlu saja, kalau tidak perlu untuk apa bicara,” ujar Allea dengan wajah masamnya.


“Ya sudah maafkan perkataan Mas tadi ya sayang, tapi nanti suatu saat pasti akan aku ajari cara bicara dengan orang lain, karena aku ingin kau jadi seorang pengacara dan notaris yang mumpuni," Arya berjanji pada Allea.


Allea tidak menjawab apapun juga dia hanya terdiam dan menunduk saja, karena dia sangat kesal Arya mengatakan dia sebagai orang yang pelit bicara.


“Andrew ya sudah papa harus kembali ke kantor karena hari ini papa ada meeting penting dan akan aku bawa Allea bersama papa,” ucap Arya Dewangga.

__ADS_1


“Mas, aku mau pulang bersama Andrew saja lah, Mas meeting saja nanti aku tunggu di rumah,” kata Allea.


“Kau marah sama Mas sayang?” tanya Arya.


“Tidak tapi aku sangat lelah Mas, dan aku ingin istirahat saja,” kata Allea lagi.


“Ya sudah sana pulang dengan Andrew, tapi istirahat nanti di kamar ya jangan di luar atau di sofa,” perintah dari Arya Dewangga.


“Iya Mas bawel,” jawab Allea.


Arya membukakan pintu mobil untuk Allea, lalu dia mencium bibirnya dengan mesra sekali dan dia berkata, “Ini namanya vitamin semangat untuk Mas kerja dan meeting siang ini.”


Andrew yang melihat itu semua hanya menatap terheran-heran pada papanya yang begitu bucin pada Allea.


Arya Dewangga memperhatikan mobil Andrew yang meninggalkan pelataran parkir kantor polisi itu.


“Allea aku mau tanya sama kau ya, tapi ini sih bersifat pribadi dan kalau kau mau jawab ya boleh tidak pun tidak apa-apa,” ucap Andrew.


“Tanya saja kak, kalau bisa ya aku jawab, kalau tidak bisa ya apa boleh buat,” jawab Allea.


“Aku mau tanya sebenarnya ada permasalahan apa antara kau dan Marcho sampai dia nekat berbuat seperti itu, aku pusing memikirkan adik aku yang satu itu.”


“Sebenarnya aku juga tidak mengerti, Cuma gegara aku tabrak dia ketika dia menyeberang dari toko buku yang di depan itu,” ujar Allea.


“Terus kok dia bisa marah, apa mungkin kau tidak minta maaf ya biasanya dia langsung marah setahuku, untuk pemicu dia marah soal sepele pun dia bisa marah,” ujar Andrew.


“Bukunya yang berserakan aku punguti, dan terus aku minta maaf tetapi oleh dia langsung di buang ke tempat sampah,” ucap Allea.


“Kok bisa seperti itu dia,” ujar Andrew.


“Katanya karena sudah tersentuh oleh tangan aku yang anak seorang asisten rumah tangga itu saja tidak ada yang lainnya lagi,” kata Allea lagi.


“Wah dia lebay banget si Marcho, papa tidak pernah mengajarkan sesuatu yang merendahkan orang lain,” ucap Andrew.

__ADS_1


“Sejak saat itu aku di bully gengnya, juga gengnya kekasih Marcho yang menyebarkan isu kalau aku mau merebut Marcho dari dirinya,” cerita Allea.


“Wah wah, itu sesuatu yang tidak benar, berarti Marcho telah di hasut oleh kekasihnya itu, sebab tadinya dia adik kami yang paling baik, sekarang rusak gegara bergaul dengan Jeslyn, sekarang aku sudah ketemu titik permasalahannya,” ujar Andrew.


__ADS_2