
“Mas, dimana Al Qur’an?” tanya Allea.
“Oh itu ada di atas meja kerja aku, ambil saja ada di dekat laptop," jawab Arya.
Allea lalu berjalan mendekati meja kerja Arya Dewangga dan dia langsung mengambil kitab suci.
Allea mengenakan mukena dan dia duduk di atas sajadah lalu dia membaca kitab suci itu dengan suaranya yang sangat merdu sekali.
Arya Dewangga tertegun mendengar Allea membaca kitab suci dengan sangat fasih sekali, dan dia berharap nanti Allea pun dapat mengajarkan ke empat anaknya untuk dapat membaca kitab suci dan sholat.
Arya Dewangga dia merasa sedih, karena ke empat anaknya hanya di berikan kesenangan duniawi saja, tetapi akherat tidak dia perhatikan.
Arya berharap ke empat anak titipan Athena harus jadi orang yang berguna dan berakhlak baik seperti Allea yang cantik dan cerdas itu.
Arya Dewangga dia tidak menyadari kalau dia sudah tertidur pulas mendengar lantunan ayat suci yang di bacakan oleh Allea.
“Mas sayang bangun sholat subuh dulu, waktunya hampir habis,” Allea membangunkan Arya Dewangga dengan menepuk-nepuk bahunya.
“Sebentar lagi Mas bangunnya, kau sih enak kalau bangun bisa langsung bangun sedangkan Mas ini harus menidurkan yang satunya dulu baru deh siap bangun," jawsb Arya.
“Oh ya sudah yang penting aku sudah membangunkan kau Mas?” kata Allea.
Lalu Allea turun menuju ke dapur dan dia membuatkan kopi pahit dan roti bakar untuk Arya Dewangga, untuk nanti selesai sholat subuh.
Lalu dia naik kembali dan masuk ke dalam kamarnya dan dia lihat kalau Arya Dewangga sudah selesai sholat dan dia lalu meletakan kopi pahit sekaligus roti bakar di atas meja kerjanya.
“Mas, itu kopi dan roti agar nanti segar dan semangat bekerjanya,” kata Allea.
“Taruh disitu saja sayang, nanti Mas minum," jawab Arya.
Setelah menyelesaikan semuanya, Allea pun melanjutkan tidurnya, karena dia masih merasa mengantuk.
Arya Dewangga melihat kalau Allea sudah merebahkan tubuhnya di tempat tidur maka dia pun bangkit dan dia merebahkan dirinya lagi di samping Allea.
__ADS_1
Arya memeluk tubuh Allea dari belakang sambil membisikan sesuatu.
“Sayang, besok masa teduh, kita menikah yuk, aku juga sudah ingin sekali memilik kau dengan seutuhnya, tidak seperti ini hanya bisa memandang dan memeluk kau saja, tetapi aku pria dewasa dan ingin sekali memakan kau sayang, sebagai vitamin dalam hidup aku," kata Arya.
“Ya aku juga mau menikah dengan Mas, lagi pula kalau seperti ini terus bisa ada setan lewat dan ketika jadi berdosa,” ujar Allea dengan lancarnya.
***
Sementara itu di rumah kediaman Ameena, semuanya sudah terbangun dan ketiga adik-adik dari Allea semuanya sudah beraktivitas dan pekerjaan rumah yang biasanya di kerjakan Allea sekarang di ambil alih oleh Stella, karena dia sekarang yang paling besar.
“Ibu. Memang kak Allea itu sekarang tinggal bersama tuan Arya, memang kenapa sih bu? kenapa bisa begitu,” tanya Stella pada Ameena.
“Sebab kakak kau itu mau ujian jadi menurut tuan Arya biar dia lebih fokus belajar, sebab kakak kau itu mendapat beasiswa untuk masuk universitas seseuai pilihannya, karena memang teladan, sekolahnya bisa beasiswa,” kata Ameena.
Ameena tidak mau menceritakan kejadian yang sebenarnya pada ketiga adik Allea, kalau kakaknya itu dalam bahaya, maka dia di bawah lindungan dari tuan Arya Dewangga.
“Bu sampai kapan memang kakak tinggal dengan tuan Arya?” tanya Stefanny.
“Biasanya kita kalau subuh begini ramai ada kakak Allea yang masak dan yang lain-lain kita kerjakan bersama-sama,” ujar Suzanne.
“Ah kau, anak bawang, kebanyakan sih kamu diam saja, dan semuanya kakak yang akhirnya mengerjakannya semua,” ujar Stefanny.
“Iya habisnys kita kesepian kalau tidak kakak yang cerewet,” ujar Suzanne.
“Hei kalian, jangan ngobrol terus, kalian harus cepat sarapan dan berganti pakai seragam karena sebentar lagi pak Andy akan menjemput kalian,” kata Ameena.
Ameena lalu membereskan semuanya agar tidak berantakan dan dia duduk di depan beranda rumahnya sambil menunggu mereka bersiap untuk berangkat sekolah.
“Pagi bi Ameena, apa mereka sudah siap semua?” sapa Andy dia datang untuk menjemput ketiga adik Allea menggantikan Allea.
“Sudah pak, sebentar lagi juga mereka keluar tadi sih sudah siap semuanya,” ujar Ameena.
“Pak Andy kami telah siap,” kata mereka bertiga sambil tersenyum sumringah karena sekarang mereka tidak berjalan kaki lagi.
__ADS_1
“Bik Ameena, kata tuan sekalian naik mobil jadi bibi cepat sampai rumah tuan, karena mereka ingin sarapan dari masakan bibi dan tidak mau orang lain,” kata andy.
Ameena akhirnya naik mobil Andy bersama dengan ketiga anaknya.
Ameena turun lebih dahulu, karena sudah sampai di depan rumah tuan Arya Dewangga.
Andy lanjut mengantarkan ketiga adik Allea, dan dia melajukan mobilnya dengan cepat, karena setelah ini dia pun mengantar Allea dan tuannya.
***
Sementara itu di kantor polisi, yang memang sudah heboh dan penuh dalam beberapa hari karena mereka menangkap istri dan anak dari para pengusaha dan pejabat yang terlibat dalam pelecehan, bully dan pengusiran Allea dari sekolah.
“Halo pa, kenapa papa lama sekali mengeluarkan mama dari kantor polisi, apa susahnya sih pa, bayar uang jaminan saja ke kantor polisi kan selesai dan mama bisa langsung pulang,” ujar mamanya Jeslyn yang terlihat sangat kesal dia.
“Halo ma, sebetulnya apa sih yang telah mama lakukan terhadap calon istri tuan Arya, sampai dia semarah itu?” tanya suaminya dari seberang sana.
“Tidak ada yang mama lakukan cuma dia nya saja lebay, aduan anak kecil dia tanggapi dengan serius,” kata mamanya Jeslyn.
“Mama itu jangan kebanyakan bohong, papa tahu siapa itu tuan Arya, kalau tidak keterlaluan sekali dia tidak akan semarah itu dan menjebloskan seseorang ke dalam penjara,” ujar Hendra papanya Jeslyn.
“Papa, sama istri sendiri saja tidak mengerti, memang mama sering bohong sama papa,” ujar Merry mamanya Jeslyn.
“Sudah lah ma, sekarang mama rasakan saja sendiri, semua itu adalah hasil dari perbuatan mama kan?” kata Hendra lagi.
“Ya sudah kalau papa tidak mau mengeluarkan mama dari penjara ini, mama mau minta tolong sama opanya Jeslyn, dan nanti papa jangan menyesal apa yang akan mama perbuat terhadap papa nantinya,” ancam Merry.
“Terserah,” jawaban dari Hendra.
Lalu hubungan telepon mereka pun terputus dan dengan tidak ada solusi untuk mengeluarkan dirinya dari kantor polisi.
“Biar saja nanti kalau aku sudah keluar nanti dan aku akan membalaskan sakit hati ini terhadap Arya Dewangga dan si gadis ****** itu, enak saja dia jebloskan aku ke dalam penjara, matu tahu siapa aku sebenarnya,” gumam hati Merry.
***
__ADS_1