ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH

ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH
CHAPTER 017 GOSIP


__ADS_3

“Tuan sudah sampai kantor,” ujar Andy sambil membukakan pintu mobil untuk tuannya dan Allea.


Ketika Arya Dewangga turun dari mobil, semua mata karyawan wanita langsung berbinar karena melihat bossnya yang duda tampan dan keren baru saja datang menginjakan kakinya di kantor ini ketika hari sudah menjelang makan siang.


Tetapi mereka semua kecewa karena Arya Dewangga lalu menggandeng pinggang ramping Allea, gadis yang masih duduk di bangku SMA kelas 12.


“Sekarang tuan mainnya sama anak kecil, kita kalah lagi deh, kemarin dengan tante-tante kalau tidak dengan ******, kapan dia mau menoleh sama kita ya,” ujar Safira karyawannya.


“Makanya kamu kalau jadi orang jangan ke ge eran, jadi deh seperti sekarang kecewa kan?” ujar si Eddy sambil menoyor kepalanya.


“Pakai otak lah sedikit, masa tuan mau sama kau yang seperti itu, kalau pakai kaca di tempat yang terang, jadi kau bisa melihat wajah kau sendiri seperti apa,” kata Ari.


“Aku saja yang bekerja dengan tuan sudah puluhan tahun, tidak terpikat sama sekali dengan tuan, karena dia sudah aku anggap sebagai bapak aku sendiri,” kata Tuty karyawan yang bekerja dengan Arya sudah lama sekali.


“Awas jangan berisik ada Alvin sedang berjalan masuk ke arah kita,” dan semuanya langsung diam.


“Selamat siang semuanya,” ucap Alvin memberi salam.


“Siang juga pak Alvin,” jawab mereka.


Lalu salah seorang dari mereka berlari mendekati Alvin yang sedang berdiri di depan lift, lalu dia bertanya.


“Pak, yang sekarang di bawa tuan ke kantor siapa sih pak, gadis yang masih kecil tapi cantiknya seperti bidadari dan bermata biru berambut coklat,” ujar Sarita.


“Kamu itu ingin tahu sedikit atau ingin tahu banyak?”


“Ya ingin tahu saja lah, karena kalau yang ini cocok banget untuk di jadikan anaknya, jangan di jadikan istri, kami banyak yang tunggu tuan Arya dan pak Alvin,” ujar Sarita lagi.


“Oh kalau itu namanya nona Allea dia itu calon istri tuan,” jawab Alvin dengan santainya.


“Apa pak? Gadis kecil itu calon istri tuan? Waduh aku ketinggalan lagi deh sama tuan Arya Dewangga,” kata Aslan.


“Maaf ya pak, bukan saya menggurui, tetapi memang tidak pas bila gadis imut dan kecil itu jadi istri tuan, kasihan dia,” ujar Agus.


“Kenapa kalian yang jadi repot, tuan mau menikah dengan siapa kek, kalian tinggal mendoakan saja, kasihan kan tuan sudah menduda lama sekali,” ucap Alvin.


“Iya sih pak, sebab gadis kecil itu, kalau tidak di tangkap tuan, pasti kami duluan yang akan menangkapnya untuk kami jadikan istri kami,” ujar Sormin.


“Nona Allea itu pasti tidak mau dengan kalian, dia pasti memilih tuan Arya yang bertubuh sexy, tammpan, berwibawa dan tajir pula, sedamg kalian memang apa.” Kata Alvin ketus.

__ADS_1


“Ih pak Alvin sih begitu, bukan membela kami kan kita sesama jomblo harus akur,” kata sormin lagi.


“Jomblo, kau kali yang jomblo aku sih sudah double,” kata Alvin.


Ting


Pintu lift terbuka, maka Alvin lalu terburu-buru masuk ke dalam lift sebab kalau masih berdiri disitu dirinya kewalahan menghadapi pertanyaan para karyawan.


Di dalam lift menuju lantai 25 dia dapat bernafas lega, karena di lantai bawah tadi para karyawan heboh karena tuan Arya membawa Allea gadis kecil yang sangat imut.


Ting


Pintu lift lalu terbuka ketika sudah sampai di lantai 25 dan dia keluar dari lift dan berjalan menuju ke meja kerjanya.


“Amanda, tuan ada di dalam bersama dengan siapa?” tanya Alvin.


“Tuan baru saja datang dengan nona Allea, sekarang ada di dalam keduanya,” jawab Amanda sambil tersenyum.


“Aku katakan jangan kepo kau, sama dengan para karyawan yang ada di lantai bawah, kalau tuan tahu bisa di pecat kau nanti,” perkataan Alvin membuat Amanda langsung terdiam.


“Memang di bawah sedang heboh pak?” tanyanya.


Amanda lalu dia tidak mau berdebat lagi dan dia lalu sibuk dengan pekerjaan dan dia lalu membereskan berkas yang akan dia bawa untuk di tanda tangani atau di koreksi oleh tuan Arya.


“Hei kau mau masuk ke dalam, biar aku saja yang bawa berkas-berkas itu,” ujar Alvin.


Lalu Alvin mengambil berkas yang ada di tangan Amanda dan di gabungkan dengan berkas yang ada pada dirinya.


“Nanti giliran kau yang masuk ke dalam bila berkas-berkasnya sudah di tanda tangani tuan,” kata Alvin lagi.


“Baik pak,” jawab Amanda.


Tok tok tok


“Masuk kau Alvin,” jawab tuan dari dalam.


Ceklek


Pintu terbuka lalu Alvin masuk ke dalam ruangan kerja tuannya dan dia melihat tuan sedang duduk di atas singasananya.

__ADS_1


“Lama sekali kau membereskan masalah, apa ada kesulitan di lapangan?” tanya Arya


“Kalau kesulitan pasti ada tuan, tap masih bisa saya tangani,” ujar Alvin.


“Bagus lah itu, kalau semuanya bisa kau tangani dengan benar.”


“Hendra, Yamin dan seluruh pengusaha yang anaknya terlibat dalam pelecehan pada nona Allea, mereka terkejut sekali ketika kita menarik seluruh saham yang kita tanamkan di perusahaannya,” cerita Alvin.


Allea yang sedang duduk di sofa terkejut mendengar seluruh perkataan Alvin lalu dia menatap pada Arya dengan tatapan aneh.


Allea lalu berpikir kalau Arya Dewangga ini adalah manusia yang berhati baik asalkan dia tidak di sentuh.


Tetapi bila dia di sentuh sedikit saja maka dia sangat berbahaya sekali, karena dia banyak menanamkan saham di berbagai perusahaan.


“Alvin, besok kau urus surat-surat untuk pernikahan aku," ujar Arya.


“Tuan kapan mau menikahnya?” tanyanya serius.


“Lusa aku akan menikah dengan Allea," kata Arya.


“Baik tuan, semuanya akan aku urus dengan cepat dan menikahnya dimana tuan,” jawab Alvin.


“Aku akan menikah di tempatnya ustadz Khoiry, yang dulu aku pernah nikahkan Athena dan Althar," ujar Arya.


“Baik tuan segera aku akan laksanakan,” jawab Alvin.


“Coba kau panggil Amanda masuk ke dalam ruangan aku, sebab ada yang harus di aku tanyakan disini," kata Arya.


Alvin lalu bangkit dari duduk setelah memberikan berkas penarikan saham seluruh perusahaan terkait.


Dia membuka pintu dan terdengar dia memanggil Amanda.


“Manda kau di panggil tuan sekarang juga.”


Lalu Amanda dengan tergesa-gesa sekali dia masuk


“Duduk kau disini, sebab ada yang aku tanyakan mengenai berkas ini semua sebab tidak mungkin aku menanda tanganinya kalau aku tidak tahu asal usul berkas ini," tanya Arya


“Ya tuan,” lalu Amanda menerangkan setiap berkas yang hendak di tanda tangani oleh Arya Dewangga.

__ADS_1


Sesudah selesai semua di tanda tangani dan di koreksi lalu berkas itu pun di bawa keluar kembali oleh Amanda.


__ADS_2