
Lalu Marcho melemparkan jaring pada mereka, sambil mengatakan, “Kalian bermain dulu dengan dia, tetapi jangan ganggu kegiatan aku dengan Jeslyn dan aku akan menikmatinya setelah beres.”
“Baik boss,” jawab mereka sambil menangkap jaring yang di berikan Marcho.
Mereka lalu melebarkan jaring dan mulai mengejar untuk menjaring Allea. dan akhirnya Allea pun terjaring, mereka langsung membaws tubuh Allea di sebuah tiang bangunan kosong itu.
“Lepaskan aku, kalian sangat jahat sekali, memang apa yang telah aku perbuat sehingga kalian itu jahat sekali sama aku,” ujar Allea.
“Diam kau!, putusannya ada di tangan boss kita,” ujar mereka.
“Nanti kalian akan menyesal kalau kalian sudah masuk penjara semua, dan kalian akan menyesali semua perbuatan yang telah kalian lakukan padaku,” kata Allea.
“Polisi mana, yang dapat menangkap kami, karena orang tua kami sangat berpengaruh di kota ini,” kata mereka.
“Tapi tidak semua polisi sama, pastilah ada yang mau membantu aku orang yang tidak mampu,” ujar Allea.
“Ah lagak kau, tidak ada yang akan menolong kau nanti, bila kau tidak menuruti semua kemauan kami,” kata mereka.
“Pastilah kalian itu adalah manusia yang paling menjijikan di alam ini, karena kalian beraninya dengan wanita lemah seperti aku terus keroyokan pula, kalau lawan satu persatu pasti aku menang, kalian cemen,” Allea memperpanjang waktu, dia berharap ada yang membantu dirinya.
“Kau pikir memang kami mau bergaul dengan kau yang hanya anak seorang asisten rumah tangga,” kata mereka lagi.
“Aku bangga menjadi anak seorang asisten rumah tangga, kami makan hasil dari jerih payah kami bekerja, tidak seperti kalian anak pengusaha yang terkadang dengan liciknya memenangkan tender,” kata Allea asal dia mengucap saja.
“Ini mana sih boss lama sekali, aku sudah bosan dengar ceramah dari wanita ****** ini,” ujar Bellina anak buah dari Jeslyn.
“Si boss lama sekali, apa dia ketiduran setelah beberapa ronde, aku lelah menjaga dia,” kata Belvina.
Allea yang agak lengah penjagaannya dia mulai berusaha membuka ikatan pada tubuhnya.
Ikatan mereka ternyata kuat sekali, Allea tidak bisa melepaskan diri, dan dia sudah pasrah, cuma yang dia pikirkan adalah ketiga adiknya yang kemungkinan besar telah menunggu dirinya.
__ADS_1
“Ya Allah tolong hambaMu dari perbuatan terkutuk mereka, semua aku serahkan seluruh hidupku padaMu ya Allah, Amiiin,” Allea berdoa di dalam hati.
“Boss lama sekali, mereka berdua sedang nina ninu, kita disini pusing mendengarkan dia ceramah terus,” kata Joana.
“Lama kalian menunggu kami, kenapa dia tidak di garap dulu, biar aku senang dan itu merupakan hiburan bagi aku,” kata Marcho.
“Kami menunggu kau boss, biar boss lebih dulu icip icip setelah itu kami, kami tidak mau melangkahi boss,” ujar Jefry.
“Sudah sekarang kita eksekusi dia,” perintah Marcho.
Semua anak buah Marcho lalu mengelilingi Alles dan mulai mereka melepaskan jas yang di pakai Allea tadi.
“Kalian mau berbuat apa, jangan, jangan buka bajuku,” teriak Allea sambil terus mempertahankan jas yang di pakainya.
Allea merosot dan duduk sambil memeluk lututnya erat sekali, dan mereka kesulitan untuk membuka jas yang di pakai Allea.
“Kalian ini kerja tidak menggunakan otak, robek saja jas itu cepat pakai akal kalian masa kalah dengan wanita ****** ini,” ujar Marcho.
Lalu mereka mulai beraksi dengan merobek jas tuan Arya Dewangga dari punggung Allea.
“Percuma kau teriak sekeras apapun karena tidak ada yang mendengar teriakan kau, karena tempat ini sangat jauh dari jalan raya,” ujar Marcho.
“Cepat kalian kerjanya aku mau melihat ****** ini kalau tidak mengenakan apapun setelah itu sih terserah kalian mau di apakah dia,” kata Marcho.
Marcho berdiri berkacak pinggang di depan mereka yang sedang berusaha untuk melepaskan pakaian yang di kenakan Allea.
“Jangan, jangan dilepaskan, kalau k.alian melakukan itu sama aku, aku akan bunuh diri di depan kalian sekarang juga,” ancam Allea.
Allea sekuat apapun dia meronta tetapi dia masih kalah tenaganya dengan mereka para pemuda teman satu kelasnya dan ada beberapa orang dari kelas yang berbeda.
Jeslyn dia menarik bajunya sampai kencang sekali, dan lengan bajunya robek.
__ADS_1
“Aduh jangan tarik bajuku lepaskan aku, kalian tidak ada gunanya menyiksa aku, setelah kalian lecehkan aku, maka aku akan bunuh diri dan kalian semuanya akan masuk penjaram ha ha ha ha ha,” Allea tertawa keras sekali.
“Kurang ajar sekali kau dengan berpura-pura gila, tapi kami tidak akan terkecoh,” ujar Marcho.
***
Sementara itu Arya Dewangga sudah sampai di depan gerbang sekolahnya dan dia lihat sangat sepi sekali.
“Andy, kemana lagi kita harus mencari Allea, kasihan dia sudah pasti mereka sedang menggarap tubuhnya, kasihan sekali dia, memang anak aku si Marcho itu sangat kurang ajar sekali,” kata Arya Dewangga.
Kemudian Arya Dewangga merogoh saku jasnya dan dia mengambil benda pipih yang sangat setia selalu mendampinginya.
“Halo kantor polisi disini Arya Dewangga, mau melaporkan ada sekelompok anak sekolah siswa dan siswinya sedang melakukan pelecehan terhadap siswi yang bernama Allea,” Arya Dewangga melaporkan pada polisi.
Padahal disini Arya Dewangga tahu kalau anaknya yang bernama Marcho terlibat, karena dia melihat mobil Marcho terparkir di sebuah rumah kosong, dan juga ada beberapa motor terparkir disana.
Arya Dewangga akan membuat semua yang melakukan bertanggung jawab, dan nantinya tidak akan bisa mengikuti ujian nasional di sekolah.
“Kami terima laporan bapak, dan tolong serlok karena akan segera meluncur ke TKP,” jawab petugas polisi dari seberang sana.
“Ya saya segera serlok, dan saya mohon cepat ya pak karena korbannya adalah calon istri saya, dan tolong jangan bunyikan sirine, agar mereka tertangkap semuanya,” ujar Arya Dewangga.
“Baik laksanakan,” jawab petugas polisi tersebut dari seberang sana.
Tidak berapa lama kemudian beberapa orang petugas polisi datang, dan mereka beserta dengan Arya Dewangga langsung menggerebek tempat itu.
“Allea, Allea dimana kau sayang, ini aku Arya,” Arya Dewangga berlari naik ke atas dan melihat setiap sudut rumah itu.tapi dia tidak menemukan Allea.
Dia berdiri di lantai 3 rumah itu sambil menghela nafas panjang sambil mengatur nafasnya, karena dia merasa lelah juga menaiki tangga sampai lantai 3, dan dia bergumam, “Allea, dimana kau sayang.”
“Pak Arya, kami sudah menangkap beberapa orang di bawah, dan kami masih mencari yang lainnya,” ucap petugas polisi itu.
__ADS_1
“Jangan tooloong!!” terdengar suara Allea dan seseorang menghardiknya dengan keras, “Diam kau berisik!!”
“Pak polisi itu dengar ada suara kekasih saya dari rooftop gedung ini,” Arya Dewangga lalu mencari jalan menuju rooftop.