ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH

ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH
CHAPTER 019 BUCIN


__ADS_3

“Kalau masih ada yang kurang puas cepat tanyakan sama aku sekarang juga, dan pasti akan aku jawab dengan suka rela, karena anak kalian adalah anak bar-bar senang membully orang.”


Mereka tidak ada yang menjawab satu pun karena sekarang mereka mengerti karena kesalahan itu terletak pada anak dan istrinya, sebenarnya mereka pun menjadi malu pada Arya Dewangga.


Dan sekarang mereka mau mengemis pada Arya Dewangga agar saham yang telah di tanamkan pada perusahaan mereka di kembalikan lagi dan jangan di tarik seluruhnya.


Kalau saham di tarik seluruhnya maka untuk operasional perusahaan pun akan sulit dan perusahaannya akan mengalami kemunduran alias bangkrut.


“Silahkan kalian nikmati keadaan ini dulu, dan aku jamin anak dan istri kalian akan di hukum berat paling tidak 15 tahun penjara.”


“Hah 15 tahun, lama sekali apa tidak ada toleransinya sedikit pun.


“Karena aku tidak sudi ada orang yang menghina calon istri aku itu, karena calon istri aku adalah wanita baik-baik bukan seperti anak kalian yang ****** dan liar.”


Setelah berbicara seperti itu hati Arya Dewangga merasa lega sekali, dan dia senang telah menohok perasaan mereka.


Lalu dengan tergesa-gesa sekali dia keluar dari ruangan meeting dan dia masuk ke dalam kamar di ruangan kerjanya dan dia melihat kalau Allea masih tertidur dengan pulasnya.


“Aduh kasihan sekali calon istri aku ini, tapi enak juga dia habis makan langsung tidur seperti ular saja.”


“Sedangkan aku ribut dengan para bapak-bapak yang anak dan istrinya aku jebloskan ke dalam penjara, karena aku tidak suka ketika mereka mengatakan kalau aku sugar daddy.”


Arya mencium kening Allea dengan mesra sekali, dan rasanya dia ingin ikut tidur dan masuk dalam selimutnya.


Sementara itu para pengusaha yang sedang kebingungan itu semua masih berdiri di pelataran parkir gedung ADG, mereka akan kembali membujuk Arya Dewangga agar mau menaruh saham dia perusahaannya.


Maka mereka kemudian naik lift lagi dan menuju lantai 25, Ting


Pintu lift terbuka di lantai 25 dan mereka semua turun dan berjalan ke arah Alvin.


“Pak Alvin, tolong bujuk lah tuan Arya agar dia mau menaruh sahamnya kembali di perusahaan kami,” ujar Hendra dengan nada memelas.


“Ya pak Alvin, agar perusahaan kami dapat operasional lagi,” ujar Sormin.


“Waduh, saya hanya sebatas asisten pribadi saja dan tidak bisa ikut mencampuri urusan dalam negerinya tuan Arya,” kata Alvin.

__ADS_1


“Tapi kau pasti bicara dengan dia pak Alvin bujuk lah dia, agar kembali menaruh saham di perusahaan kami,” ujar Sormin.


Tiba-tiba pintu ruangan kerja Arya Dewangga terbuka dan semua berhenti bicara dan mereka menoleh dan disana nampak Arya Dewangga yang menjulang tinggi besar itu sedang mengangkat seorang gadis kecil mungil.


“Alvin buka kan lift aku mau pulang.”


“Siap tuan,” ucap Alvin dan dia lalu berlari meninggalkan para pengusaha yang masih memperhatikan Arya Dewangga.


Ting


Pintu lift terbuka maka Arya Dewangga lalu masuk berikut Alvin, karena Arya dia kalau seperti itu tidak mau ribet dalam hal apapun, maka hanya Alvin yang mengerti semua kebutuhan dari Arya Dewangga.


Ting


Pintu terbuka dan sudah sampai di lantai bawah dan Alvin lalu berlari.


“Hei Andy, jangan tidur kau, tuan itu sudah mau pulang.”


“Ya pak Alvin,” ujar Andy dan dia berdiri untuk membukakan pintu tuannya yang sedang mengangkat Allea.


Alvin akhirnya kembali ke meja kerjanya dan mereka semua bertanya sebenarnya apa yang terjadi.


“Pak Alvin, kasihan sekali tadi anak gadisnya tuan Arya itu memang sedang sakit ya, tetapi kenapa di bawa ke kantor?”


“Mana anak tuan Arya, anak dia semuanya laki-laki,” jawab Alvin.


“Itu anak gadis kecil yang di angkat tuan Arya itu siapa?” tanya Hendra dia sangat penasaran.


“Itu bukan anak gadisnya tetapi itu calon istrinya, yang anak dan istri kalian bully, ya memang gadis itu sangat cantik bermata biru berambut blonde dan asli pula,” ujar Alvin.


“Itu yang namanya Allea?” tanya Hendra lagi.


“Iya dia yang bernama Allea Prameswari,” jawabnya.


“Pantas saja anak dan istri kita sangat membenci dirinya, karena kalah saing, ini gadis memang benar-benar cantik alami, dan pantas juga Arya Dewangga jatuh cinta dengannya, dan memang dia sangat cocok mendampingi tuan Arya Dewangga.

__ADS_1


***


Mobil yang di kemudikan Andy akhirnya sampai di halaman rumah mewah itu setelah berkutat selama setengah jam lebih di jalan raya Jakarta yang tidak pernah lelah akan kemacetan.


“Tuan sudah sampai,” ujar Andy sambil membukakan pintu mobil.


Arya Dewangga yang memang memangku tubuh Allea selama di dalam mobil dan sekarang dia agak kesulitan ketika hendak turun dari mobil.


Andy melihat tuannya kesulitan dia mengulurkan tangan hendak membantu mengangkat Allea.


“Awas tangan kau, jangan kau sentuh calon istriku,” hardik Arya pada Andy.


Andy yang sudah mengulurkan tangan untuk membantu jadi membeku karena di hardik tuannya, dia hanya memperhatikan tuannya yang sangat bucin itu.


Dan dia langsung membawa Allea menaiki tangga menuju kamar utama dan dia tidak perduli dengan pandangan Ameena dan ketiga anaknya.


Arya Dewangga lalu masuk kamarnya dan dia meletakan Allea di atas tempat tidurnya, kemudian dia mengambil kaos dari dalam lemari.


“Kau harus ganti baju dulu, karena baju seragam ini sudah basah oleh keringat kau sendiri.”


Lalu Arya mengambil baskom dan handuk kecil, dia membersihkan tubuh Allea, seperti seorang ibu yang sedang memandikan bayinya.


Arya Dewangga melihat keindahan tubuh Allea dia hanya meneguk salivanya dan menahan agar adiknya mengerti.


Setelah semuanya selesai lalu dia masuk ke kamar mandi dan dia membersihkan diri lama sekali dan terdengar desahannya mungkin dia sedang bermain dengan adiknya dan sampai puncak rupanya.


Setelah tubuhnya segar lalu dia duduk di meja kerjanya dan membuka email-email yang masuk.


Arya lelah lahir batin dan dia merebahkan tubuhnya di samping Allea yang tertidur pulas, dan akhirnya dia pun ikut tertidur pulas.


***


Sementara itu keadaan di dapur tadi ketika Arya Dewangga mengangkat tubuh Allea dan langsung naik ke atas, itu membuat hati Ameena ketar ketir dan bertanya-tanya apa yang terjadi dengan anaknya itu.


“Bibi kenapa seperti orang kebingungan, apa karena tadi melihat papa membawa Allea ke atas iya kan,” tanya Andrew.

__ADS_1


“Iya sih den, bibi Cuma ingin tahu kenapa Allea sampai di angkat seperti itu oleh tuan, takut bibi dia sakit, tapi Allea itu tidak pernah sakit,” ujar Ameena.


__ADS_2