
“Benny, aku suka anak itu, dan aku akan menunggu anak itu sampai selesai kuliah nanti,” kata Arya Dewangga.
“Maksud tuan apa ya, saya tidak mengerti,” tanya Benny.
“Aku akan menikahi anak itu, dan akan aku jadikan dia istri yang paling aku sayangi,” ujar Arya Dewangga mencelos begitu saja dari mulutnya.
“Haah, tuan tidak salah? Allea itu cocok jadi anak tuan, karena dia usianya sama dengan Marcho,” kata Benny.
“Benny kau tahu, sejak aku menikahi Athena, aku tidak pernah menyentuh dirinya karena dia miliknya Althar tukang kebun orang tuanya,” ucap Arya Dewangga.
“Tapi tuan, kau punya anak sampai 4 orang itu bagaimana ceritanya, bukan kah mereka anak kau tuan?” tanya Benny.
“Ah, mereka cuma di atas kertas saja anak aku, tetapi sesungguhnya mereka bukanlah anak aku kandung,” jawab Arya Dewangga.
“Kok bisa?” tanya Benny terheran-heran.
“Bisa lah, aku menikahi dia karena dia telah hamil duluan, terus kedua orang tuanya tidak suka dengan orang itu,” kata Arya Dewangga.
“Kenapa harus tuan yang harus menikah dia, dan bertanggung jawab atas kehamilan Athena, seharusnya dengan orang yang telah menghamilinya saja,” ujar Benny.
“Harga diri Benny, karena yang telah menghamili anaknya yaitu tukang kebunnya sendiri,” jawab Arya Dewangga.
“Karena kedua orang tua kami itu sepupuan, maka mereka meminta tolong pada orang tua aku, agar mereka mau menolong mereka menutup aib keluarga,” ujarnya.
“Terus tuan di paksa mau menikah dengan Athena itu?” tanya Benny lagi.
“Itu sangat berat sekali bagi aku sebetulnya, karena pada saat yang bersamaan aku sedang mempersiapkan acara pernikahan dengan kekasih aku yang juga telah hamil,” cerita Arya Dewangga.
“Haah rumit sekali perjalanan hidup tuan, aku pikir cuma aku saja yang rumit,” kata Benny.
__ADS_1
“Maka saat itu juga aku di paksa harus menikahi dirinya dengan imbalan aku di beri salah satu perusahaan milik ayahnya Athena, dan aku mau saja lah, walaupun aku sudah memiliki beberapa perusahaan, itu hanya merupakan konpensasi saja untuk menutup malu aib keluarga,” cerita Arya Dewangga.
“Bagaimana dengan hari pernikahan yang memang sudah hari H saat itu,” tanya Benny.
“Pernikahan itu aku korbankan, lagi pula ketika aku berhubungan pertama kali dengan kekasih aku itu dia memang sudah tidak perawan lagi, jadi aku mau menikahi dirinya juga karena aku terpaksa,” cerita Arya Dewangga.
“Bisa seperti itu tuan, jadi menikah semuanya terpaksa,” ujar Benny.
“Ya begitulah, tetapi aku telah berbaik hati menikahkan istri aku dengan kekasihnya dan mereka berdua tinggal di rumah aku, semua tanpa sepengetahuan kedua orang tua kami,” ujar Arya Dewangga lagi.
“Bagaimana bisa? Statusnya kan Athena masih istri tuan, terus tuan menikahkannya lagi,” tanya Benny penasaran.
“Memangnya aku bodoh Ben, aku ceraikan dulu dia tanpa sepengetahuan kedua orang tua kami, dan kami lakukan secara diam-diam,” cerita Arya Dewangga.
“Jadi anak tuan semuanya bukanlah anak kandung tuan iya,” tanya Benny lagi.
“Tadi sudah aku katakan, mereka anak hanya di atas kertas saja, selebihnya hanya aku yang jadi wali mereka, sejak kedua orang tua mereka meninggal, jadi mereka tahunya akulah papanya,” kata Arya Dewangga.
“Benny, aku sudah sangat lelah mencari mereka dan sampai detik ini pun aku tidak tahu dimana mereka sekarang berada,” jawab Arya Dewangga.
“Oh begitu, jadi tuan sampai setua ini masih perjaka tapi jomblo,” tanya Benny lagi.
“Aku sih sudah tidak perjaka, dan aku tidak munafik sudah banyak wanita yang singgah dalam hidupku, tetapi belum ada yang sreg, apakah mereka mau menerima aku yang seorang duda dengan anak empat,” keluh Arya Dewangga.
“Pasti lah, suatu saat tuan akan mendapatkan istri yang baik, karena tuan orang yang baik, Tuhan juga tidak tidur tuan,” support dari Benny untuk Arya Dewangga.
“Makanya itu Ben, aku saat ini rasanya sedang jatuh cinta dengan Allea, karena dia telah membuat hatiku tergelitik dengan semua perilakunya dan lemah lembutnya,” ujar Arya Dewangga.
“Jadi aku harus melakukan apa agar Allea dapat mencintai tuan,” tanya Benny.
__ADS_1
“Tidak perlu ada yang kau lakukan, tetapi aku ingin setiap ada kegiatan belajar mengajar aku ada disini, sepertinya aku sedang mengawasi Marcho anak aku, padahal aku sedang mengawasi Allea,” Arya Dewangga mengatakan itu semua.
“Oh begitu baiklah dan terserah apa yang mau tuan kerjakan disini,” kata Benny.
“Ya sudah, aku sekarang mau kembali ke kantor, dan tidak mau mengganggu kau kerja lagi tetapi besok aku akan datang lagi ke sekolah ini,” ujar Arya Dewangga.
Setelah Arya Dewangga pergi, Benny direktur sekolah hanya tersenyum tipis bagaimana seorang seperti Arya Dewangga mencintai gadis yang sangat cocok jadi anaknya.
***
Sementara itu Arya Dewangga sudah berada di koridor sekolah, dan dia melihat ada kerumunan anak sekolah, dan sebagian lagi mereka bersorak-sorak, lalu dia mendekati kerumunan itu, karena keinginan tahunya lebih besar.
“Aku tahu maksudnya, kenapa kau memaafkan mereka yang telah melecehkan kau,” kata Jeslyn sambil berkacak pinggang.
“Aku ini tidak bermaksud apa-apa, maksud aku karena sebentar lagi kan kita akan menghadapi ujia, kasihan mereka kalau sampai di pecat,” kata Allea dan dia belum sempat menyelesaikan perkataannya, karena dia sudah disiram dengan satu ember air yang berisi es batu.
Allea, yang sedang terduduk di lantai dia menggigil kedinginan karena seluruh tubuhnya tersiram air es.
“Alibi kau saja itu, aku mengerti agar kau menarik perhatian Marcho kekasih aku itu kan? kau mau merebut dia dari aku,” ujar Jeslyn.
“Demi Tuhan, aku tidak pernah merasa tertarik sedikit pun dengan Marcho, ambil saja dia dan pegangi dia erat-erat jangan lepas, karena kalau lepas akan aku ambil dia,” kata Allea.
“Hei tidak level kau dengan aku,” ujar Marcho.
“Tapi kau, kalau tidak Allea maafkan kau tidak bisa mengikuti ujian dan tidak bisa masuk sekolah manapun, walaupun kau punya orang tua pemilik sekolah ini tetapi kau jahat Marcho, Allea sudah berbaik hati memaafkan kalian, inikah balasan kalian padanya?” kata Lilis.
“Bodo amat, aku tidak meminta dirinya untuk memaafkan kami, itu salahnya dia sendiri, kami tidak minta kok untuk di maafkan,” ujar Marcho.
“Nah kalian lagi, ini kenapa Allea jadi basah kuyup seperti ini, kalian memang tidak tahu diri senang sekali membully orang sebaik Allea ini, kalian memang orang yang tidak punya hati,” kata direktur sekolah.
__ADS_1
Lalu mereka membubarkan diri masing-masing dan meninggalkan Allea dan Lilis yang berdiri di genangan air.
“Ayo Allea kau bangun dari sana, dan Lilis kau bantu Allea nampaknya dia kedinginan karena ulah mereka,” ujar direktur sekolah.