ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH

ALLEA, SAYAP CINTA YANG PATAH
CHAPTER 014 WACANA MENIKAH


__ADS_3

“Kalau mengenai papa, apakah kau benar-benar mencintai papa aku?” tanya Andrew.


“Ya aku memang benar-benar sangat mencintainya, sejak pertama kali dia datang menyelamatkan aku, ketika aku di titik kritis dia datang sebagai pahlawan dan langsung menutupi tubuh aku yang sudah hampir polos dengan jasnya yang pertama kali ketika aku di bully oleh Marcho dan Jeslyn dengan di siram air batu es dua ember,” cerita Allea.


“Kenapa saat itu kau tidak melawan mereka,” ujar


“Coba aku yang pertama kali ketemu kau ya pasti sekarang kau sudah jadi kekasih aku,” ucap Andrew.


“Kak, jangan berandai begitu aku tidak mau, karena aku sangat menghormati Mas Arya,” kata Allea.


“Apa kau tidak malu dengan perkataan orang nanti, karena kau lebih cocok untuk menjadi anaknya,” tutur Andrew.


“Tidak, bagi aku Mas Arya tetaplah muda dan tampan juga berwibawa, aku suka dengan penampilan pria yang seperti itu,” ucap Allea.


“Coba kau pikir baik-baik dulu, apa kau tidak menyesal nanti kalau menikah dengan papa aku sedangkan salah seorang anaknya telah melecehkan dirimu,” ucap Andrew.


“Tidak pernah ada kata menyesal dalam kamus hidup aku, karena Mas Arya merupakan idola aku,” kata Allea.


“Allea, sebenarnya juga aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan kau pada saat kau datang di persidangan itu, tapi aku masih menunggu waktu yang tepat, tapi malah keduluan papa aku, menyesal juga aku tidak menyatakan cepat-cepat,” ucap Andrew dengan wajah yang sedikit kecewa.


“Andrew kau ini masih muda dan tampan sudah begitu kau anak seorang pengusaha yang tajir melintir, pasti lah banyak gadis yang suka dengan kau,” tutur Allea.


“Tapi kau ini masih sangat muda aku sangat heran kenapa kau sangat suka dengan lelaki yang sudah dewasa atau matang seperti papa aku. Apakah kau hanya melihat kalau lelaki dewasa itu sudah mapan.” Tanya Andrew pada Allea.


“Jadi kau berpikir aku mencintai Mas Arya karena hartanya iya kan? itu salah besar, aku mencintainya setulus hatiku, dan dalam cinta tidak ada pamrih,” kata Allea.


Tanpa terasa mereka sudah ada di depan rumah mewah Arya Dewangga. Andrew langsung memasukkan mobil ke dalam garasi lalu dia membukakan pintu untuk Allea.


Allea masuk ke dalam rumah dan dia langsung masuk ke dapur mencari ibunya, karena biasanya ibunya masih ada di rumah Arya Dewangga.


“Ibu, ibu dimana?” Allea memanggil ibunya.


Karena mencari di dapur ibunya tidak ada, maka Allea langsung menaiki tangga menuju ke lantai 2 dimana kamar utama itu berada.

__ADS_1


Ceklek


Pintu terbuka dan Allea langsung masuk, lalu masuk ke dalam kamar mandi membersihkan diri, setelah itu dia membuka lemari pakaian Arya Dewangga dan dia mencari kaos untuk dia pakai.


Setelah memakai kaos Arya lalu dia merebahkan diri di atas tempat tidur berukuran king size itu dan tanpa sadar dia pun tertidur dengan pulasnya.


Allea yang sedang tidur dia merasa ada seseorang yang sedang menciumi pipinya, dan dia pikir itu adalah mimpi, maka dia langsung memiringkan tubuhnya.


Tidak lama kemudian dia merasa tubuh terasa di peluk seseorang dari belakang, kemudian dia pun berbalik dan masuk ke dalam pelukan seseorang dan dengan nyamannya pula dia memasukan kepalanya di dada bidang Arya Dewangga.


“Sayang, apa kau tidak lapar?” tanya Arya.


“Hmmh.” Allea hanya menggeliat saja dan dia memeluk Arya Dewangga kewalahan karena ada sesuatu yang mulai memberontak.


“Aduh sayang, bangun dulu apa kau tidak lapar dari siang kau belum makan kan?” tanya Arya lagi.


“Mas sudah pulang ya, memang meetingnya sudah selesai?” tanya Allea.


“Mas sudah pulang dari setadi sayang, tapi kau kan tidur pulas sekali sehingga aku tidak berani membangunkanmu," jawab Arya.


“Sekarang sudah hampir pagi, tapi Mas sekarang sudah sangat lapar sekali," jawab Arya.


“Pagi? Mas jangan bohong ah, perasaan aku baru saja tidur, kok tahu-tahu sudah pagi saja,” ujar Allea.


“Sayang, bagaimana kalau lusa kita menikah ya, Mas sudah ingin memilik kau seutuhnya, kalau seperti ini Mas takut tidak kuat menahan sesuatu yang berontak terus," kata Arya.


“Tapi Mas, aku kan masih sekolah belum juga ujian, dan nanti bagaimana dengan kuliah aku?” tanya Allea.


“Walaupun kau sudah menikah dengan aku, aku tetap mengizinkan kau untuk kuliah dan berprestasi, karena itu merupakan kebanggaan bagi aku sayang," ujar Arya.


“Benar Mas begitu, kalau begitu aku juga mau menikah dengan Mas, memang kapan kita menikah?” tanya Allea.


“Kalau lusa bagaimana sayang?” tanya Arya.

__ADS_1


“Tapi kalau aku menikah kan perlu wali yang menikah kan aku, sedangkan ayah aku sedang bekerja di kota, bagaimana ya Mas?” tanya Allea.


“Itu semua urusan Alvin untuk menjemput ayah kau itu, dan aku ingin kau jangan terlalu banyak pikiran, dan sekarang kau fokus saja ujian sekolah agar lulus dengan nilai yang sangat bagus, karena kau kan siswi berprestasi," kata Arya.


“Sayang, sekarang Mas lapar banget ingin makan," Arya meminta makan.


“Enak kalau dingin begini kita makan mie instan saja ya Mas,” kata Allea.


“Kalau aku sih dingin begini maunya makan kau sayang," canda Arya.


“Ih Mas sih omes, pikirannya tidak jauh mau makan aku, memang Mas kanibal ya,” tanya Allea.


“Omes itu apa sayang, Mas tidak mengerti dengan bahasa anak sekarang," tanya Arya.


“Sudah ayo kita turun ke dapur dan Mas duduk saja di meja makan dan nanti mie instant nya biar aku yang buatkan, pokoknya nanti Mas bisa ketagihan deh,” kata Allea.


Mereka keluar dari kamar dengan saling memeluk pinggang, dan sesekali Arya mencium pucuk kepala Allea.


Allea sibuk di dapur sedang memasak mie instant dan Arya Dewangga hanya memperhatikan saja.


“Ini dia mie instant nya Mas spesial untuk calon suami aku yang paling aku cintai,” ujar Allea.


“Wah, ini mie pasti enak sekali," harap Arya.


“Pasti enak lah kan di buatnya dengan cinta sepenuh hati,” kata Allea sambil menarik bangku dan duduk di samping Arya Dewangga.


Di Pagi buta itu mereka yang sedang di mabuk cinta sedang menikmati mie instant karena mereka merasa lapar sekali.


Setelah selesai mereka makan, lalu mereka berdua kembali menaiki tangga dan menuju kamar tidur mereka.


Arya Dewangga membaringkan tubuh di atas tempat tidur dan dia membentangkan tangannya.


“Tidur lagi sayang, ini masih malam tetapi sebentar lagi subuh, tiduran saja sambil menunggu waktu subuh," ujar Arya.

__ADS_1


“Mas saja yang tidur.. kalau aku kan sudah kenyang dari pulang sekolah tadi tidur dan baru bangun menjelang pagi seperti ini,” ujar Allea.


Allea lalu masuk ke dalam kamar mandi dia membersihkan diri sekalian ambil wudhu untuk sholat subuh, karena waktu subuh sudah sebentar lagi.


__ADS_2