
“Sayang ini sudah sangat siang kau lapar tidak? kalau aku sudah lapar sekali," kata Arya.
“Iya Mas aku lapar sekali,” jawab singkat Allea.
Lalu Arya mengambil benda pipih yang ada di mejanya dan dia lalu memesan makanan secara online.
Selang berapa lama kemudian, terdengar suara Alvin di pintu yang berkata.
“Ini pesanan tuan Arya Dewangga dan berapa harganya?”
“Sudah di bayar seluruhnya pak,” menurut kurir tersebut.
“O oh ya sudah terima kasih,” jawab Alvin singkat.
Tok tok tok
“Masuk Vin," terdengar suara tuan Arya.
Ceklek
Alvin membuka pintu sambil membawa beberapa buah paper bag.
“Tuan ini pesanan tuan,” Alvin menyerahkan pesanan itu.
“Alvin kau jangan pergi dulu, aku belum suruh kau pergi," perintah Arya.
Alvin pun berdiri menunggu apa yang akan di perintah tuannya.
“Ini makanan untuk kau dan Amanda, biar akur ya, kalian jangan beradu mulut terus, sudah Amanda kau jadikan kekasih kau saja kan jadi beres.”
“Terima kasih tuan, tapi saya tidak mau,” jawab Alvin sambil tersenyum simpul.
Alvin pun lalu berjalan keluar ruangan dan dia langsung memberikan paper bag yang tadi di berikan tuan Arya.
“Apaan ini pak,” tanyanya.
“Buka saja, itu untuk makan siang kita di belikan oleh tuan tadi,” kata Alvin.
Lalu Amanda pun bangkit dari duduknya dan dia segera membuka pintu ruangan tuan Arya.
“Terima kasih tuan,” ucapnya dan langsung menutup pintunya kembali, tanpa menunggu jawaban dari tuannya.
__ADS_1
Sementara di dalam ruangan kerja Arya Dewangga, setelah Amanda menutup pintunya, maka Arya langsung menguncinya.
“Duduk disini sayamg,” Arya memanggil Allea dan langsung menarik duduk di dalam pangkuannya.
“Mas ingin makan, tapi kau suapi ya," kata Arya.
“Mas ini, memangnya enak kalau makan seperti ini, kan aku sedang sehat tidak sakit,” ujarnya.
“Mas ingin begini terus sayang, dan kau selalu ada di dalam pelukan mas," kata Arya.
“Mas tidak mau macam-macam kan?” tanya Allea.
“Mas tidak mau apa apa kan Allea kok, paling Mas hanya ingin cium sedikit saja, sebab kau sangat menggemaskan," ujar Arya.
“I ih Mas ini kenapa selalu omes ya,” kata Allea.
“Mas cuma omes sama kamu saja sayang,” jawaban Arya.
Setelah membuka seluruh pesanan makanan itu maka Allea lalu menyuapi Arya.
“A aaa buka mulutnya dong yang lebar," kata Allea.
Arya lalu membuka mulutnya lebar-lebar agar tangan kecil milik Allea bisa langsung masuk ke dalam mulutnya.
“Ah kau pasti sedang mengejek aku kan sayang," kata Arya.
“Aku tidak sedang mengejek tetapi kenyataan kan, kalau bayi aku sudah besar,” ujar Allea.
Makanan mereka akhirnya habis semuanya tanpa tersisa lagi, Arya lalu berkata pada Allea.
“Sayang kalau kau mau istirahat di kamar sayang," ujar Arya.
“Kamar? Memang disini ada kamar,” tanya Allea.
“Ada ini kau masuk saja, sebab kelihatan sekali kau lelah," kata Arya.
Allea lalu masuk ke dalam kamar itu, dia membersihkan diri di kamar mandi yang ada di dalam kamar itu juga.
Allea melihat tempat tidur besar berukuran king size dengan sprei putih dan dia langsung merebahkan diri.
Sementara itu di luar ruangan kerja Arya Dewangga terjadi keributan karena beberapa rekanan bisnis dari Arya yang merasa tidak bersalah tetapi Arya Dewangga pun menarik sahamnya semua.
__ADS_1
“Pak Alvin tolong lah saya, saya harus bertemu dengan tuan Arya sekarang juga untuk menjelaskan kesalah pahaman ini,” ujar Richard ayah dari Jerry.
“Saya juga harus bertemu dengan beliau sebab kalau begini caranya investor yang lain pun akan menarik sahamnya juga,” ujar Nicholas papa dari Bellinda.
Selain mereka, masih ada banyak yang lainnya yang ingin bertemu Arya untuk menjelaskan ke salah pahaman ini.
Alvin lalu masuk ke dalam ruangan tuan Arya dan dia berkata, “ Tuan, banyak orang yang ingin bertemu dengan tuan, yaitu dengan berkenaan penarikan saham besar-besaran milik tuan.” Kata Alvin.
“Vin, mereka semua perintahkan masuk ke dalam ruang meeting. Kalau meeting disini mereka akan buat keributan dan mengganggu Allea yang sedang tidur," ujar Arya.
Lalu Alvin ke luar ruangan kerja Arya dan dia menemui mereka, “Coba kalian semua ikut saya ke ruangan meeting, karena tuan Arya menunggu disana.”
Dan mereka semua sudah berkumpul di ruang meeting dengan perasaan yang sangat cemas, karena memikirkan usahanya bisa bangkrut kalau seperti ini.
Ketika mereka semua sampai di ruangan meeting itu maka Arya Dewangga sudah menunggu disana dengan wajah yang sangat tenang.
“Apa yang ingin kalian katakan sekarang di ruang meeting ini," kata Arya.
“Begini tuan saya mewakili dari beberapa perusahaan yang hadir disini, dan kami akan menjelaskan semua kesalah pahaman ini, dan tuan kami harap bersedia kembali menaruh saham di perusahaan kami,” ujar Hendra.
“Kalian katakan ini salah paham, kalau aku katakan tidak memang itu terbukti kalau kalian tidak bisa mengurus istri kalian terutama mulut dan tindakannya, mau aku buktikan sekarang dan lihat di ponsel kalian masing-masing," ujar Arya.
Lalu mereka membuka ponsel masing-masing, dan semuanya terkejut melihat video itu, kalau begitu memang istri mereka dan anak mereka yang bersalah.
“Sekarang kau tahu bagaimana rasanya di fitnah sebagai sugar daddy dan sugar babby, kalau memang itu terbukti tidak apa-apa, tetapi calon istri aku itu hampir terguncang mentalnya karena perkataan istri-istri kalian," kata Arya.
“Tuan maafkan kami yang memang tidak tahu dan hanya mendengar dari satu pihak saja, tapi itu semua bukan kesalahan kami tapi kesalahan anak dan istri kami semua kesalahan mereka,” ujar Hendra.
“Itu bukan kesalahan kalian kata kalian, tetapi ini murni kesalahan kalian seribu persen, karena kalian tidak bisa mendidik anak dan istri kalian," ujar Arya.
“Tapi anak Anda adalah biang keroknya disini, dan yang membuat anak-anak kami sampai masuk penjara,” ujar Hendra.
“Anak aku Marcho rusak parah sejak bergaul dengan Jeslyn, entah di beri makan apa dia oleh Jeslyn sampai anak aku seperti pecandu dan melawan orang tua, aku terkejut melihat perubahan besar pada diri Marcho," kata Arya tegas.
“Anak aku baik-baik sebelum bertemu dengan Marcho,” ujar Hendra.
“Apa kau bilang, anak kau baik-baik, anak kau parah, anak kau seorang pecandu dan sering mengadakan *** bebas, dimana kau ketika Jeslyn seperti itu," kata Arya.
Hendra mendengar perkataan Arya Dewangga tidak bisa bicara banyak, dan dia langsung tertunduk lesu.
“Hei Hendra aku mempunyai empat orang anak lelaki, yang tiga orang tidak bergaul dengan Jeslyn, Alhamdulillah dia baik-baik tidak rusak, tetapi anak aku Marcho bergaul dengan Jeslyn lihat keadaannya rusak parah," ucap Arya.
__ADS_1
“Anak kau yang ******, bukan calon istri aku, dan aku sangat puas menarik seluruh sahamku dari perusahaan kalian," ujar Arya lagi.
“Sekarang kalian sudah puas dengan penjelasan aku, apa masih ada yang kurang puas?” tanya Arya.