
Di kediaman Erlangga beberapa hari ini Rey juga sama sekali tidak mempedulikan Kanaya.malah ketidakpedulian ini lebih parah dari hari-hari sebelum nya.
jika hari libur harus nya masing-masing lebih banyak di rumah dan lebih banyak bertemu, namun seperti nya Rey benar-benar tak menganggap Kanaya itu ada.
Keesokan hari nya di Brahmanaz collage.
Rey menemui Aroon di kelas teknik mesin,kebetulan ada Andika di sana.terlihat Andika yang nampak malas dengan kedatangan Rey yang datang bergabung dengan mereka.
Andika yang sedang asik berbincang dengan Aroon akhir nya harus kehilangan mood karena kedatangan Rey, ia memilih sibuk dengan game di ponsel nya ketimbang ikut nimbrung dengan perbincangan Rey dan Aroon.
saat sedang asik berbincang tiba-tiba Aroon membahas Kanaya
"eh, Rey calon istri mu manis juga" kata Aroon
"kau berbicara siapa?" Rey malas namun Aroon mengira Rey benar-benar menanyakan nya
"Kanaya..gadis itu.dia pernah kemari bersama Zack" cerita Aroon
"sttt..." sela Rey tiba-tiba
"hanya kali ini kau boleh berbicara tentang nya,lain kali jangan.aku tak mau kalau nanti nya semakin banyak yang tau kalau Kanaya calon istri ku, tolong rahasiakan" kata Rey membuat Aroon lumayan kaget juga
"hei ayolah kau bermaksud tak mengakui nya begitu?" Aroon heran
Rey hanya mengangguk "begitu lah"
"gadis itu cukup manis Rey" Aroon mengingatkan
"entah lah, aku merasa terganggu dengan perjodohan ini dan juga dengan Kanaya aku benar-benar merasa sangat teramat sangat-sangat terganggu" ujar Rey jujur, ia memang risih
"itu bukan salah Kanaya,Rey.. tak seharus nya kau berlaku buruk pada nya" bela Aroon yang merasa kasihan memikirkan Kanaya, jadi nya ia berusaha menasehati Rey
__ADS_1
"beda cerita jika dia datang sebagai anak sahabat papa ku tanpa embel-embel calon istri, maka aku akan sangat memperlakukan nya dengan baik seperti teman yang sudah seharus nya" kata Rey apa ada nya
"tetap saja Kanaya tidak bersalah Rey" ujar Aroon.
Aroon tahu persis siapa yang di sukai oleh Rey, dia adalah Nayra teman Zacklee si anak laboratorium itu.tapi Rey juga tak seharus nya menyisihkan Kanaya, Aroon tak setuju.kasihan gadis itu..
"aku sangat kesal, apalagi sekarang Nayra sudah tau tentang hubungan aku dan Kanaya.." kata Rey seraya menghela nafas kasar
belum sempat Aroon menjawab, Andika sudah menimpali dengan datar namun kesal
"apa salah nya jika Nayra sudah tau, toh itu sudah kenyataan nya" komentar Andika. Ia kesal jika Rey seperti ini jadi itu artinya Rey mencoba mempermainkan hati Nayra, tentu saja Andika kesal sedangkan kita tau kalau Andika juga naksir dan suka Nayra.
"sama sekali bukan urusan mu" balas Rey sinis.
"jadi kau bermaksud mempermainkan hati Nayra,padahal kau jelas-jelas ke depan nya akan menikahi gadis lain. Huh sok ganteng sekali" lagi-lagi Andika berkomentar dengan nada yang sinis
"jangan suka turut campur, pendapat mu tak di butuhkan di sini" Rey kesal
"oh ya? Pengecut" Andika makin berani
"Gue duluan" kata Rey pada Aroon
Aroon hanya mengangguk, ia tak bisa apa-apa jika Rey dan Andika sudah di mode perang begini. sejak awal dua orang memang seperti ini.mereka selalu terlibat perang dingin satu sama lain gara-gara memperebutkan hati Nayra.
Rey melangkah pergi dengan kesal,dalam hati nya ia terus meyakin kan kalau diri nya tidak bermaksud mempermaikan hati Nayra, ia tulus.karena bagi Rey tak akan pernah ada pernikahan nya dan Kanaya. Rey sudah yakin kalau di hati nya hanya ada Nayra sampai kapan pun juga
__ADS_1
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
Hari perlombaan basket dengan universitas lain pun tiba, banyak sekali anak sekolah lain yang datang ke Brahmanaz Collage.
apalagi anggota club basket dari universitas sebelah juga tak kalah ganteng dan keren jadi nya hari ini bertaburan cogan-cogan yang membuat ngences para mahasiswi.
iya dong secara kalau mereka adalah anak basket sudah pasti selain ganteng mereka juga memiliki postur tubuh yang ah,sudah lah..keren abis deh pokok nya.
di tim basket Rey semua adalah jajaran cowok ganteng dan Rey adalah bintang nya dan di tim basket universitas sebelah juga tak kalah ganteng-ganteng namun yang menjadi bintang nya ada seorang cowok yang gak kalah ganteng dari Rey nama nya Vikian.
sebelum pertandingan di mulai para mahasiswi mulai heboh asik foto-foto dengan dua tim. Satu jam lagi mereka baru akan mulai bertanding...
Vikian sudah bosan dengan cewek-cewek yang meggilai nya terlebih cewek cantik nan modis ini semua nya memuakkan, begitu mengelu-elu kan nya.dia bosan, dia adalah playboy..memang nya gadis seperti apa yang belum pernah ia pacari.
di antara barisan mahasiswi Brahmanaz Collage, Vikian melihat sosok yang diam saja dengan style yang begitu kampungan. gadis itu berkulit sangat putih dan jika di perhatikan dengan seksama dia cantik, hanya saja aura nya kurang menonjol. apalagi gadis itu penampilan nya sangat tak enak di pandang, "style apaan nih cewek,malah lebih bagusan style eyang gue" batin Vikian.kita pasti sudah bisa menebak gadis yang Vikian perhatikan adalah Kanaya.
Awal nya Vikian tak mau peduli tapi entah mengapa Vikian jadi ingin terus melihat nya.tapi semakin Vikian lihat dan perhatikan, gadis itu semakin menyedot perhatian nya berkali-kali.
Vikian berbisik pada salah satu cewek teman satu kelas nya, entah apa yang di beritahukan nya.
Vikian memilih pergi dari kerumunan orang-orang, ia memilih bersantai di taman sekolah sendirian. jika ada acara seperti ini taman adalah tempat yang sepi.
Kanaya terlihat tergesa mendatangi taman sekolah, tadi salah satu cewek dari universitas tamu menghampiri dan meminta bantuan nya.
"hei..kau anak sekolah sini kan? aku mau minta bantuan mu, aku ingin melihat-lihat sekolah ini, temani aku ya.aku tidak enak pada mahasiswi lain, aku merasa segan juga, kelihatan nya kau lebih punya waktu" rayu cewek itu.
dan Kanaya dengan begitu percaya nya karena terlalu baik dan terlalu semangat untuk membantu mahasiswi itu.
mahasiswi itu mengajak bertemu di taman samping sekolah, namun saat Kanaya sampai tidak ada mahasiswi itu. Suasana sepi..
padahal itu hanyalah akal-akalan saja, mahasisw itu adalah suruhan Vikian..karena yang ingin bertemu Kanaya adalah Vikian ini sendiri..
__ADS_1
"hai.." sapa Vikian
Kanaya tentu saja kaget, Kanaya mengingat-ingat cowok ini adalah tim basket dari Universitas sebelah dan Kanaya tentu masih ingat tadi bahwa cowok ini begitu idola di tengah mahasiswi, kalau tidak salah mereka memanggil nya Vikian.