Amore Mio Versi 3

Amore Mio Versi 3
Amore Mio Versi 3 Chapter 13


__ADS_3

Zacklee yang melihat Andika melambai-lambai memanggil nya pun segera menghampiri


"kenapa?" tanya Zacklee saat sudah di depan Andika


"tuh, calon adek ipar loe.." tunjuk Andika dengan dagu nya


Zacklee melihat gelagat yang tak beres pada Kanaya ia mengerutkan dahi nya.


"Naya..kamu mabuk?" Zacklee tentu dapat menebak dari semburat merah di wajah Kanaya saat ini, apalagi Kanaya itu orang nya putih banget.


Naya tersenyum dan menggeleng cepat..


"dia gak sengaja minum satu gelas kecil Zack.." kata Andika


Aroon pun menceritakan kejadian nya pada Zacklee dari awal kejadian nya, hingga membuat Zacklee menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Kanaya, kamu gak apa-apa kan?" tanya Andika


"kakak anter balik aja yok?" tawar Zacklee


Kanaya masih senyum-senyum sembari menggeleng-geleng kan kepala nya lagi


"Naya mau ke toilet dulu kak..,mual" kata Kanaya seraya bangkit dari kursi nya dan berlari ke arah toilet...


ternyata dari kejauhan Rey melihat gelagat yang terjadi pada Kanaya..ada apa rupa nya anak itu? Bathin Rey.


perasaan Naya di toilet sangat tidak enak, dia sudah berusaha memuntahkan isi perut nya agar mual nya mereda namun rasa nya tak ada apa-apa yang bisa di muntahkan, yang ada kepala nya malah semakin terasa puyeng..


Kanaya keluar dari toilet berusaha menyeret langkah nya..kepala nya betul2 terasa sakit dan benar-benar pusing tujuh keliling sekarang.


saat akan kembali ke meja semula,Kanaya melihat ke samping jendela yang balkon nya terbuka, karena acara mereka saat ini berada di tingkat dua jadi nya dari atas sini dapat melihat bintang di langit yang sedang berkelip dengan indah serta pemandangan kota bak negeri yang gemerlap.


Kanaya alih-alih kembali lurus ke tempat semula, ia lebih memilih membelokkan langkah nya ke arah balkon.


"waah indah nya.." kata Kanaya dengan agak sempoyongan..


ia tak pernah melihat pemandangan seperti ini di desa nya. Desa memang indah tentang pemandangan alam nya tapi tidak akan ada penorama gemerlap di malam hari seperti ini.


Kanaya berpengangan dengan pembatas balkon dengan rasa takjub, namun penglihatan nya samar-samar kadang berganti agak suram dan berkabut.


Karena masih ada nya reaksi minuman, Kanaya dengan asal ikut kata hati nya langsung naik sedikit di kuda-kuda pembatas balkon untuk melihat keadaan kota lebih jelas lagi. Sebetul nya ini sangat bahaya, namun pengaruh minuman betul-betul memabukkan Kanaya.

__ADS_1


Kanaya menaikkan satu kaki nya ke kuda-kuda pembatas dan saat ia akan menaikkan satu kaki nya lagi..tangan nya di tahan oleh seseorang..


Kanaya kaget, saat ia menoleh yang menahan nya bukan satu orang tapi dua orang.


ternyata Rey dan Zacklee datang di saat yang bersamaan. Zacklee yang menyusul karena kuatir Kanaya belum kembali dari toilet sedang kan Rey yang penasaran ada apa dengan Kanaya yang terlihat aneh dan sempoyongan.


Rey baru menyadari Kanaya mabuk saat ia melihat gadis ini berbelok ke arah balkon dan ia mengikuti nya.


dan sekarang tanpa di duga ia malah mencekal tangan Kanaya bersamaan dengan Zacklee.


tiga orang sama-sama terbengong, Rey langsung buru-buru melepaskan cekalan tangan nya dari Kanaya


"Naya..ayo turun. Bahaya nanti kamu jatuh.." saran Zacklee lembut..


"oh, aku naik terlalu tinggi ternyata" Kanaya seperti linglung seakan baru menyadari kekeliruan nya saat ini.


Ia pun bergegas turun dari kuda-kuda Balkon..


terdengar dentuman musik dari arah arena acara..


"apakah mereka sedang menari..?" tanya Kanaya


ia biasa nya tidak pernah menari, mendengar dentuman musik ia bergerak dan menggerakkan tubuh dan kepala nya dengan konyol. Rey dan Zacklee menatap nya antara kasihan dan mau ketawa.


namun dengan cekatan


"eits..." kata Zacklee, tangan nya menahan lengan Kanaya hingga langkah Kanaya tertahan lalu Kanaya terjajar ke belakang kembali mundur dengan sempoyongan.


"Kanaya tidak boleh.." kata Zacklee, ia fikir Kanaya ini mabuk jadi tidak boleh di biarkan


"Kanaya ayo pulang.." ajak Rey, ia juga berfikir jika Kanaya ini tak mungkin di biarkan terus di tempat ini. mereka jelas-jelas bisa di marahi mama mereka jika ketahuan membiarkan Kanaya minum sampai mabuk


"baik lah..baik lah aku akan pulang.." ujar kanaya.


karena ia tadi merasa lewat di dekat Zacklee dan pria itu barusan menahan nya, jadi nya sekarang Kanaya mencoba lewat di samping Rey..dan


"heit.." kata Rey cepat seraya menahan perut ramping Kanaya dengan satu lengan nya.


tapi bukan nya terjajar ke belakang seperti tadi, Kanaya yang merasa mual malah hampir limbung ke samping dan Rey menahan nya


dan bruuuk..!! alhasil Kanaya berakhir pingsan

__ADS_1


"Kanaya..!?" seru Zacklee


"gimana ni bang?" tanya Rey seraya menahan tubuh Kanaya dalam pelukan nya


"yuk, bawa pulang aja.." kata Zacklee akhir nya


akhir nya Rey membopong Kanaya untuk di bawa pulang dan Zacklee segera mengambil mobil di parkiran.


Mereka sampai di rumah, keadaan sudah lumayan sepi, kelihatan nya mama dan papa mereka sudah tidur.


Rey dan Zacklee membawa Kanaya diam-diam masuk lewat pintu samping dengan mengendap-endap.


mereka tak mau sampai ketahuan sang mama jadi nya mereka akan di omeli melebihi panjang nya rentetan kereta api..


lampu sengaja tidak di nyalakan.., Zacklee hanya menggunakan penerang ponsel untuk penunjuk jalan agar tidak terantuk sesuatu.


Rey mengikuti arah jalan Zacklee seraya membawa Kanaya di punggung nya. Kanaya sudah tertidur pulas di punggung Rey, menjadikan bahu belakang Rey sebagai bantalan nya yang nyaman.


Mereka akhir nya berhasil menuju kamar Kanaya.., dan menyalakan lampu tidur saja. Saat Zacklee membantu menurunkan Kanaya..ia malah terpeleset dan tak sengaja membuat posisi lengan nya jadi bantal Kanaya..


Zacklee ingin segera memindahkan tangan nya tapi Kanaya malah bersuara seperti akan terbangun.


mereka tak mau kalau sampai Kanaya terbangun karena pasti akan membuat heboh seisi rumah. Kanaya yang tidak pernah minum beralkohol sudah pasti akan mabuk berat.tadi saja di kafe tempat acara Kanaya berkelakuan sangat aneh..


"gimana nih bang..?" bisik Rey, ia jadi bingung melihat Kanaya betah berbantal lengan Zacklee, entah mengapa Rey jadi merasa tidak nyaman


"aku akan pindahkan tangan ku setelah Kanaya nyenyak.." bisik Zacklee juga


"pergi lah duluan..tidak apa-apa.." kata Zacklee lagi..


what? meninggalkan kanaya sendiri di sini bersama Zacklee? yang benar saja. Rey tak percaya pada playboy satu ini meskipun playboy ini adalah kakak nya sendiri..


"apa..?gak... Gue bakal tunggu sampe Kanaya nyenyak, kita pergi sama-sama" Rey berkata setengah berbisik, agak lantang gumaman nya


"..iya deh iya.." balas Zacklee mengalah, ia tau Rey tak mempercayai nya.


Bagi Rey walau ia tak menyukai Kanaya dan walau pun di hati nya adalah Nayra namun entah mengapa semakin kesini Rey selalu merasa tak nyaman bila Kanaya berdekatan dengan pria lain.


Rey duduk bersandar di sisi tempat tidur Kanaya karena pinggang nya sakit membopong Kanaya yang mabuk terlalu lama. Zacklee juga posisi nya miring setengah berbaring..dan tanpa mereka sadari posisi lampu yang remang-remang membuat mereka mengantuk dan malah ikut tertidur..


Sementara itu Nayra yang berada di pesta ada rasa Kecewa karena Rey sudah tak ada lagi di acara. apalagi ia juga melihat Kanaya tak ada. ada rasa tak nyaman saat memikirkan Rey dan Kanaya bersama. tapi saat melihat Zacklee pun tak ada, Nayra sedikit lega, itu berarti bisa saja mereka bertiga.

__ADS_1


Lain lagi dengan Andika, ia merasa senang karena dengan begini ia bisa bebas mendekati Nayra tanpa gangguan Rey.


__ADS_2