
Suara riuh di dalam gedung olahraga terdengar bersahutan pertanda pertandimgan sedang berlangsung. Semua orang terlihat antusias melihat pertandingan dan tenggelam dalam kubu masing-masing siapa yang di idolakan dan di jagokan satu sama lain nya.
pertandingan terlihat seru karena dua tim sama kuat nya,Namun Kanaya tak bisa fokus pada permainan. Ia hanya bisa menatap ngeri ke dalam lapangan..
Jika orang melihat biasa saja persaingan antara dua jago tim lawan yaitu Rey dan Vikian namun tidak bagi Kanaya. Sangat jelas Kanaya melihat perang dingin antara dua orang di sana, namun saking profesional nya mereka sehingga itu tidak kentara terlihat. Hanya Kanaya yang sadar semua itu karena barusan sebelum pertandingan mereka terlibat perselisihan satu sama lain termasuk Kanaya juga dalam perselisihan itu.
memang benar, antara Rey dan Vikian di dalam lapangan selama pertandingan saling melemparkan tatapan tajam dan senyuman sinis satu sama lain.
kadangkala Rey dengan tajam menatap Vikian dan Kanaya yang di bangku penonton secara bergantian, tatapan itu sangat dingin dan horor. Kanaya sangat takut, apalagi sesekali Vikian malah menatap Kanaya dengan genit seraya bermain mata, kadangkala memberi pose k-iss jauh dengan cool nya. Hingga membuat cewek-cewek di samping Kanaya merasa ke ge-er an mengira pose Kiiss itu untuk mereka. Kalau sudah begitu Rey pasti akan menatap tajam ke arah Kanaya.
Nah, bagaimana Kanaya bisa fokus melihat pertandingan kalau begini cerita nya?
Tak sadar babak pertama selesai dan mereka istirahat ke samping lapangan, terlihat Zacklee dan beberapa rekan yang lain membawakan minuman untuk semua orang di sana. Walau pun Zacklee bukan anak eskul tapi adik nya Rey aktif di sini jadi sebagai kating dan juga asdos ia akan mendukung dan menyuplai konsumsi setiap ada acara seperti ini.
Saat Zacklee sedang sibuk membagikan minuman, ia melihat Kanaya yang seperti membatu tak bergerak, persis orang banyak fikiran. Di antara Zacklee ada Nayra dan juga Andika yang menemani untuk membagikan minuman..
Nayra mulai mencari beberapa varian minuman untuk di berikan pada Rey.
"aku mau kasih Rey dulu" kata Nayra
"eh gak usah.." Zacklee menahan tangan Nayra
Zacklee memanggil Kanaya yang sedang termangu..
"Naya.." panggil Zacklee
"eh..iya kak" Kanaya tersadar..
"ini kasihin Rey.." kata Zacklee
"..Rey?" Kanaya mengulang perkataan Zacklee, di suruh kasih ke Rey.. Jujur saja Kanaya takut karena tadi habis di marahi oleh Rey dan di bentak dengan keras
"iya..nih kasihin.."Zacklee menyerahkan dua botol minuman dingin dua varian ke tangan Kanaya.
Kanaya masih melongo tapi mau tak mau ia pun berbalik dan mencari Rey..
Nayra saat melihat Kanaya yang menyerahkan minuman pada Rey, sejujur nya ada kekecewaan di hati Nayra.tapi ia tak bisa apa-apa karena ia tau Kanaya adalah calon istri Rey.
Kanaya berjalan perlahan menuju arah Rey, ia takut-takut menawarkan minuman nya namun entah dari mana datang nya Vikian malah nongol di depan nya..
__ADS_1
"hai Kanaya sayang, buat aku ya.." kata Vikian seraya langsung mengambil salah satu minuman di tangan Kanaya
Kanaya belum sempat menggeleng atau berkata tidak tapi Vikian sudah keburu bermain mata pada nya dengan genit seraya berlalu dari sana. dan parah nya Rey melihat semua itu.
Dan saat Kanaya melangkah ke arah Rey untuk memberi minuman, Rey memasang wajah penuh amarah luar biasa hingga ia melengos tak mempedulikan Kanaya
"Rey.." kanaya memberanikan diri memanggil Rey
"mau apa lagi kamu..?" wajah Rey terlihat galak
"minuman nya.." Kanaya menyodorkan minuman itu ke Rey
tapi Rey mengingat kejadian Vikian yang juga mengambil minuman dari Kanaya barusan jadi nya Rey merasa sangat kesal luar biasa..
"aku gak butuh, pergi kamu..! Aku muak sama kamu" suara Rey cukup keras namun karena riuh jadi nya hanya di dengar beberapa orang di sekitar, Kanaya malu sekali...
Zacklee dan yang lain nya berjarak sangat jauh jadi nya tak mendengar, tapi Andika kebetulan sedang membagikan minuman pada orang-orang di sekitaran tak jauh dari Rey dan Kanaya berada jadi nya Andika dengan jelas mendengar nya.
Kanaya merasa tangan nya yang memegang botol bergetar, dan sekali sentakan Rey menepis botol minuman itu hingga jatuh ke lantai gedung.
Kanaya tidak bisa lagi menahan perasaan sedih dan malu dengan orang-orang di samping nya, tanpa ba bi bu ia pun langsung berbalik pergi buru-buru keluar dari gedung olahraga tersebut.
Hanya saja saat ini Andika makin salah faham, ia tak tau apa yang telah terjadi sebelum nya hingga Rey sampai mengamuk begitu.
Kanaya sudah berada di luar gedung dan ia mengambil tas nya di loker, ia tak ada mood lagi untuk melanjutkan melihat pertandingan selanjut nya. Pulang terlebih dulu adalah jalan terbaik.
Andika melihat Kanaya sudah melangkah sampai di pintu gerbang, kasihan sekali..pikir Andika.
Andika dulu punya adik perempuan yang meninggal karena sakit, meski adik Andika usia nya jauh lebih muda namun perawakan nya agak mirip seperti Kanaya, apalagi saat melihat nya dari belakang begini..punggung nya sangat mirip.
di saat yang bersamaan Andika melihat Aroon sedang test drive knalpot mobil rakitan nya, dan ia terlihat memutar-mutar di halaman collage dengan santai.
tau-tau Andika menyetop nya..
"apa..?" tanya Aroon saat Andika malah nyelonong membuka pintu mobil dan segera duduk di sisi Aroon
"ayok jalan.." titah Andika
"apa sih An..." Aroon tak mengerti
__ADS_1
"ayo cepetan cabut" titah Andika lagi
"kemana..?" Aroon heran
"ya keluar lah, ayo.." Andika mencecar nya
"memang nyo mobil mu mana?" tanya Aroon heran karena Andika terlihat terburu-buru
"ada di parkiran, gue gak ada waktu ngambil...ayo cepetan jangan banyak tanya" kata Andika jutek
akhir nya Aroon manut juga ikut mau nya Andika. setelah keluar dari gerbang, Aroon lurus saja karena ia juga gak tau tujuan Andika mau ajak dia kemana?
"stop..stop.." kata Andika saat melihat sosok cewek yang berjalan di trotoar
Aroon pun buru-buru menghentikan mobil nya..
"Naya..ayo pulang bareng kita.." ajak Andika
Kanaya menoleh dan melihat wajah-wajah di dalam mobil adalah teman-teman Zacklee. Andika dan Aroon tentu saja Kanaya mengenal nya..
"nggak usah, saya bisa pulang sendiri"senyum Kanaya lembut, padahal ia barusan sempat menangis.
"udah gak apa-apa bareng kita aja, ini cuaca nya panas lho Naya.." nasehat Andika tulus
memang cuaca sedang panas-panas nya,Kanaya bahkan tak sempat memesan taksi
"ini juga saya mau jalan ke halte, gak jauh kok" kata Kanaya akhir nya.
"udah biar kita antar yuk..ini panas Naya kamu jalan ke Halte panas-panasan..nanti kamu item kayak si Aroon..mau?" kata Andika dengan datar tapi terdengar lucu yang membuat Aroon seketika mendelik..
"kok loe malah ngatain gue?" kesal Aroon
"memang loe item.." jawab Andika tanpa ekspresi.
melihat kelakuan mereka berdua, Kanaya yang tadi nya sedih jadi tertawa juga..
Andika membuka pintu belakang..
"ayo Naya.." ajak nya..
__ADS_1
Kanaya pun akhir nya ikut juga kemauan Andika dan Aroon yang mau mengantar nya pulang.