
Hari itu Rey tak sengaja melihat Kanaya sedang di goda beberapa gerombolan cowok, Kanaya yang mau lewat terlihat terus di hadang-hadang sama para remaja cowok itu.mereka kelihatan berebutan merayu Kanaya dan hal itu tentu saja membuat Rey sakit mata. Rey buru-buru menghampiri nya
Rey tanpa aba-aba langsung merangkul Kanaya dari belakang..
"sory bro...ini calon bini gue, jangan gangguin.." kata Rey dengan senyum dan tatapan tajam ke arah gerombolan mahasiswa tersebut
mereka hanya pasrah melihat Kanaya di bawa Rey pergi..
dan tak jauh dari mereka Zacklee ternyata melihat adegan itu..Saat Kanaya di bawa pergi oleh Rey dengan begitu posesif. Jujur saja Zacklee merasa ada satu reaksi yang terjadi di dalam hati nya namun ia tak tau itu apa.
"Rey..bisa lepasin sekarang?" tanya Kanaya setelah mereka agak jauh..
Kanaya merasa gak enak, mereka berdua terus di tatap hampir oleh setiap pasang mata yang berpas-pasan. Kanaya terus di rangkul Rey sampai ia merasa nggak bisa bergerak bebas..
"jadi kamu terganggu sama calon suami kamu sendiri..?"bisik Rey di telinga Kanaya
"Rey, apa sih.." Kanaya merasa Rey selalu tak henti meng-isengi nya diri nya akhir-akhir ini.
"aku antar sampai ke kelas kamu" kata Rey
Kanaya akhir nya hanya pasrah saja sama kelakuan Rey
tampak tak jauh dari sana tanpa mereka sadari Nayra melihat nya.., raut wajah Nayra seketika berubah lesu..
💙💙💙💙💙💙💙💙
Siang hari nya Kanaya makan siang bersama Pingkan di kantin, Kanaya menceritakan kelakuan Rey yang makin protektif semakin hari nya ini pada Pingkan
"tadi aja aku di kekep terus sampe ke kelas, gila banget si Rey.." cerita Kanaya
"tapi kamu suka kan..?" goda Pingkan
tentu saja Kanaya suka dengan perubahan sikap Rey kepada nya namun tetap saja Rey terlalu aneh dan membuat mereka selalu jadi pusat perhatian orang-orang di sekitar
"iya suka sih.., secara Rey pelan-pelan udah nerima aku nih. Tapi aku kan jadi malu.." kata Naya dengan muka memerah mengingat kelakuan Rey pada nya akhir-akhri ini. Apalagi saat Kanaya mengingat Rey pernah nyosor bibir nya di depan Zacklee, itu..benar-benar membuat dengkul Kanaya lemas setiap teringat walau sepintas saja.
"jadi gimana..pernikahan loe sama Rey?" tanya Pingkan nggak sabaran
__ADS_1
"ya..kata nya di percepat sama dua pihak keluarga sih, hanya saja aku kurang tau itu kapan.." jawab Kanaya
"semoga secepat nya..agar aku lega" harap Pingkan
Kanaya tersenyum kecil seraya menyuapkan sesendok makan siang ke mulut nya
Pingkan sangat senang dengan pernikahan Kanaya yang tinggal menunggu waktu lagi ini,apalagi dengan perubahan sikap Rey pada Kanaya membuat Pingkan sangat senang karena itu artinya usaha nya benar-benar membuahkan hasil. Usaha nya untuk membuat Rey menoleh pada Kanaya tidak lah sia-sia
sepulang dari kuliah Kanaya terburu-buru keluar dari kelas dan melangkahkan kaki nya di sepanjang koridor, ia harus cepat-cepat ke toko buku.
namun tiba-tiba tangan nya di tarik oleh seseorang..
"Rey.." Kanaya Kaget
Rey menarik Kanaya agar melangkah bersama nya..
"Rey aku masih ada kerjaan" kata Kanaya
"kerjaan apa..?" tanya Rey
"aku antar.." sahut Rey cepat
Kanaya lagi-lagi hanya bisa pasrah saat di gandeng Rey menuju ke parkiran.
"lain kali kalau mau kemana-mana, bilang sama aku.." saran Rey..
"ya tapi aku kan nggak mau ngerepotin kamu terus,Rey" balas Kanaya
"aku kan calon suami kamu,aku gak apa-apa kamu repotin.." kata Rey
Kanaya menyeringai jahil..
"Rey kalau penampilan ku balik kayak dulu lagi apa kamu masih tetap sebaik ini sama aku?" selidik Kanaya
"maksud kamu penampilan kamu yang nggak banget dulu itu?" sahut Rey
"iya.." Kanaya mengangguk
__ADS_1
"gak apa-apa ,bagus malah biar gak ada yang rayu-rayu kamu.." balas Rey tanpa di duga
'aku malah nyesel ngebiarin kamu jadi secantik ini Kanaya..' batin Rey..
"cantik nya di depan aku aja itu malah lebih bagus.." kata Rey..
"dasar egois.." gumam Kanaya
"ya..egois, aku egois..aku akui itu.." kata Rey seraya mulai menstarter mobil nya..
mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang..
"satu lagi..pernikahan kita rencana nya akan di laksanakan minggu depan.." kata Rey secara mengejutkan..
A-apa? Kanaya shock, kaget setengah mati. Rey memang berkata santai tapi isi dari perkataan nya membuat orang mau jantungan di buat nya.
Kanaya memang sudah tau pernikahan mereka akan segera di percepat tapi apakah harus secepat ini !? Kalau minggu depan itu artinya di hitung dari sekarang kurang lebih hanya sepuluh hari lagi dong..
"Rey, kamu serius..?" tanya Kanaya memastikan
"ya-iya lah.., kamu kira aku asal ngomong" jawab Rey dengan raut jutex nya
"memang orangtua mu belum kasih tau?" tanya Rey
"belum..." Kanaya menggeleng cepat...
"tunggu aja, entar juga pasti di kasih tau kok.." ujar Rey tetap dengan intonasi santai nya
Kanaya fikir ia harus menelpon kedua orangtua nya untuk bertanya, tapi ia masih harus menyelesaikan beberapa tugas nya, tadi ia sudah bela-belain ke toko buku bersama Rey. Jika menelepon ortu sudah pasti akan banyak cerita, tidak akan bisa dengan durasi sesingkat dalam fikiran kita.
Setelah dua jam berkutat dengan tugas matkul nya,Kanaya merasa gerah dan akhir nya memutuskan untuk mandi. Kanaya berencana menelepon orangtua setelah ini saat sudah santai..
Baru saja Kanaya selesai mandi dan berniat menelepon orangtua nya..,ponsel nya sudah bergetar lebih dulu menandakan ada panggilan yang lebih dulu masuk ke ponsel nya. Setelah di lihat,itu adalah nomor kontak orangtua nya Kanaya.., sangat kebetulan sekali, baru saja mau di telpon...bathin Kanaya.
Kanaya segera mengangkat sambungan telepon dari orangtua nya tersebut dan benar saja belum sempat Kanaya bertanya..orang tua nya malah sudah lebih dulu mengabarkan pernikahan nya dan Rey yang akan di selenggarakan minggu depan. Ya tidak salah lagi..lebih tepat nya itu adalah sepuluh hari lagi..
Kanaya mengerjap-ngerjap kan mata nya beberapa kali, kenapa setelah pernikahan nya dan Rey semakin dekat kok Kanaya jadi parno. Kanaya memikirkan bagaimana pernikahan itu kelak? Apakah akan seperti hal nya pernikahan orang-orang pada film-film di televisi? Pernikahan yang hanya di atas kertas namun hubungan nya hanya sebatas patner bukanlah suami istri sesungguh nya. Kanaya mulai menerka-nerka hidup baru ia dan Rey ke depan nya..
__ADS_1