Amore Mio Versi 3

Amore Mio Versi 3
Amore Mio Versi 3 Chapter 6


__ADS_3

Sore hari nya cuaca di luar turun hujan cukup deras dari tadi siang. di kediaman Erlangga saat kanaya merasa senggang, ia menyempat kan diri turun ke dapur untuk membuat Sup Herbal, sup ini biasa nya sering Kanaya buat bersama pengurus rumah di kediaman nya di desa.


sup Herbal bahkan sangat baik untuk masa penyembuhan pasca sakit, namun juga bisa di santap di hari biasa untuk kesehatan. Moment yang sangat tepat apalagi saat cuaca dingin seperti ini.


mba Dinut tadi nya hendak membantu Kanaya menyiapkan nya..tapi Kanaya bilang ia bisa melakukan nya sendiri


"ini hanya sebentar saja sudah selesai kok,mba.." kata Kanaya dengan senyuman hangat nya


"wah...Tuan Muda Kedua seperti nya memang beruntung" goda mba Dinut, ia memaksud kan Rey yang beruntung punya calon istri seperti Kanaya.


Mendengar pernyataan mba Dinut, Kanaya hanya balas tertawa ringan saja, mba Dinut ini ada-ada saja. mba Dinut gak tau aja kalau Rey gak suka sama aku..batin Kanaya


"mungkin dengan sup ini aku bisa memulai komunikasi yang baik dengan Rey" batin Kanaya mencoba menyemangati diri nya sendiri..


setelah Sup herbal nya selesai Kanaya pun langsung pergi mengantar ke depan pintu kamar Rey yang memang nampak terbuka sedikit


"Rey.." panggil Kanaya di balik pintu


Rey menoleh, sejak tadi ia hanya santai nonton di kamar karena cuaca yang memang sangat dingin efek hujan di luar sejak siang.


"ada apa?" jawab Rey datar dan nampak cuek. Entah lah Rey ini sebetul nya sangat pedulian tapi kepedulian nya itu sama sekali tidak bekerja pada sosok Kanaya.


"ini aku bikinin sup herbal" ujar Kanaya ramah..


"biarin aja di dapur, tar kalo gue mau bisa ambil sendiri" sahut Rey malas


"kalau sudah dingin nanti gak enak lagi Rey.." Kanaya berkata lagi

__ADS_1


"ya bisa di panasin lah.." balas Rey tanpa menoleh , ia tetap fokus ke layar televisi di dinding kamar nya.


"ini kan mumpung masih panas..." ujar Kanaya lagi.. Seakan memaksa Rey.


dih, berisik banget sih..! Batin Rey. Kanaya kok jadi mirip mama sih gak bakal berhenti ngerecokin mulu kalau belum di iya-in kemauan nya.


akhir nya Rey mau tak mau bangkit juga dari sofa nya, dan dengan wajah yang bete Rey langsung mengambil mangkuk sup dari tangan Kanaya..


"hati-hati...panas" kata Kanaya saat mangkuk sup herbal itu sudah berpindah ke tangan Rey


"iya tau.." jawab Rey mulai merasa sebal


Rey langsung berbalik dan masuk kembali ke kamar nya, tanpa bilang terimakasih.


Kanaya hanya menatap dengan kecewa saat Rey meletakkan sup herbal tersebut di atas nakas dan mengabaikan nya. Rey malah kembali menuju sofa, langsung rebahan dan lanjut nonton lagi. Rey dengan tanpa beban mengabaikan kanaya yang masih berdiri di ambang pintu kamar nya.


ternyata Zacklee tak sengaja mengamati interaksi antara Rey dan Kanaya barusan.tadi nya Zacklee akan ke dapur untuk meminta mba membuat minuman hangat dan camilan goreng. tapi saat ia keluar dari kamar dan melewati kamar Rey ia malah melihat Kanaya yang sedang menyerahkan mangkuk sup pada Rey.


"Lho, kok cuma Rey yang di buatin?" kata Zacklee yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Kanaya


"kak Zack?" Kanaya yang sedang melamun jadi nya kaget


"sup buat kakak mana? Masa cuma buat Rey aja.., kakak juga kan laper kalo hujan-hujan gini" protes Rey seraya memegangi dan menggosok-gosok perut nya sendiri.


"buat kak Zack..ya? ada dong, masih di dapur. Kanaya memang rencana nya mau anterin.." jawab Kanaya jujur


"wah, asikkk.makasih Naya..yuk temenin kakak ambil" kata Zacklee tak sabar lagi

__ADS_1


"oke" jawab Kanaya senang


mereka berdua pun langsung bergerak menuju dapur.


Di dalam Kamar Rey dapat mendengar samar-samar suara Zacklee jadi nya ia malah buru-buru sedikit mengecil kan volume televisi, Rey penasaran apa yang di bicarakan Zacklee dan Kanaya di luar.


dan entah kenapa saat Rey mendengar Kanaya juga akan mengantar sup herbal untuk Zacklee, ia malah merasa tak nyaman. Ia kira sup herbal ini Kanaya buat khusus untuk nya, ternyata itu hanya dalam fikiran nya saja.


Rey menjadi tidak mood lagi menonton acara di televisi, ia melirik mangkuk sup di atas nakas yang asap nya masih samar-samar terlihat mengepul di udara.


Rey akhir nya mengambil mangkuk berisi sup herbal buatan Kanaya itu dan mencicipi nya, dan demi apa? Ini enak...sangat enak, gurih sekali.


karena gengsi, Rey pun buru-buru menuju pintu kamar nya dan kemudian dengan cepat menutup rapat pintu kamar nya itu dan langsung mengunci nya dari dalam, kemudian dengan santai nya Rey menikmati sup herbal tersebut dan menyeruput nya hingga sampai habis tak bersisa.



💙💙💙💙


Keesokan hari nya saat akan pergi kuliah, Kanaya yang tau diri memilih pergi sendiri. Ia tau Rey tak mau pergi bersama nya jadi nya ia buru-buru berangkat lebih cepat agar Nyonya Erlangga tak harus memaksa Rey membawa nya pergi bersama. Kasihan Rey bila harus melakukan hal yang tak Rey sukai setiap hari nya. Kanaya juga bahkan mulai ragu dengan perjodohan nya dengan Rey...tapi ia kebingungan karena ini mau nya kedua belah pihak keluarga


Lagipula tidak ada alasan untuk Kanaya tak menyukai Rey tapi malah Rey lah yang jelas-jelas tak suka pada Kanaya. Untuk beberapa waktu ini mungkin Kanaya harus berusaha berkomunikasi yang baik dulu dengan Rey.


Kanaya berjalan tergesa-gesa dan baru berhenti ketika sudah agak jauh dari kediaman Erlangga, Kanaya sengaja menunggu taksi lebih jauh agar tidak di lihat Nyonya Erlangga. Besok Kanaya harus mencari taksi atau grab pesanan terdekat yang bisa di panggil lewat aplikasi.


sebetul nya jika Nyonya Erlangga tau kalau Kanaya tidak pergi dengan Rey ia pasti akan menyuruh Kanaya pergi dengan sopir pribadi. tapi Kanaya tak terbiasa semanja itu, jadi kanaya hanya langsung pergi begitu saja dengan tergesa-gesa setelah berpamitan.


Di sisi lain Kanaya juga tak ingin Rey di marahi Nyonya Erlangga hanya gara-gara persoalan pergi kuliah dengan nya. Inti nya Kanaya tak ingin memperpanjang masalah. Kanaya tak ingin Rey malah akan makin membenci nya nanti..

__ADS_1


__ADS_2