Amore Mio Versi 3

Amore Mio Versi 3
Amore Mio Versi 3 Chapter 32


__ADS_3

Suatu hari Rey mendapat telepon dari Nayra. Hari ini Nayra bilang ia sedang tidak enak badan dan meminta tolong di belikan obat di apotek.


sedangkan mama papa nya sedang berada di luar kota


📞


"aku udah coba hubungi Andika dan Zack tapi kayak nya mereka sibuk,nomor mereka gak aktif" lirih Nayra


Rey mendengar Nayra merasa tak tega juga apalagi ini hari sudah malam, dulu biasa nya Nayra memang seringkali bergantung pada nya.


Akhir nya Rey meminta izin pada Kanaya untuk pergi, sebetul nya agak berat hati Kanaya mengizinkan nya apalagi ini adalah malam hari dan sudah pasti Rey berduaan saja dengan Nayra di rumah nya, mengingat tadi kata nya kedua orang tua nya Nayra di luar kota.


Secara naluriah mana mungkin Kanaya tidak cemburu pada suami nya sendiri. Iya kan?


Zacklee dan Andika kata nya tak bisa di hubungi. Lalu Aroon, Nayra bilang ia tak enak pada Pingkan secara saat ini Aroon sedang dekat dengan Pingkan, itu alasan nya !


Lha, Nayra ini bagaimana? Sama Pingkan ia tak enak, tapi sama Kanaya ia enak-enak aja manggil suami orang malem-malem buat menemani nya.


Hingga membuat Kanaya berfikir,Nayra ini nggak enak sama Pingkan atau takut? Jadi cerita nya Nayra enjoy aja sama Kanaya karena Kanaya nggak se-galak Pingkan, gitu ?


Kanaya hanya bisa pasrah saja saat Rey pergi..


"aku gak lama kok sayang, aku cuma beli obat buat Nayra terus aku pulang ya.." kata Rey mesra.


Kanaya hanya mengangguk dengan tak rela, padahal ia ingin sekali ikut jika memang benar Rey hanya mengantarkan obat tapi Kanaya takut nanti terkesan dia nya terlalu cemburu buta yang nggak jelas ada nya. Nanti apa lagi kesan nya Kanaya gak peka lah sama orang sakit, Kanaya mementingkan ego lah. Jadi ya sudah lah walau dengan berat hati Kanaya mengizinkan nya.


Setelah Rey pergi, Kanaya yang merasa tak puas hati akhir nya mengadu pada Pingkan lewat panggilan telepon.


Rupa nya Pingkan merasa langsung kesal mendengar nya, darah pingkan langsung naik ke ubun-ubun..ia tanpa ba-bi-bu..langsung melesat menuju apartemen Kanaya dan Rey.


Sepanjang perjalanan Pingkan yang merasa penasaran mencoba menelepon Zacklee dan ternyata panggilan nya masuk, lho bukan nya menurut cerita Kanaya si Nayra bilang nomor Zacklee tidak aktif ya? Wah gak bener nih..batin Pingkan mulai curiga. Ia pun segera mematikan panggilan nya.


Karena merasa makin penasaran Pingkan pun mencoba mendial nomor Andika juga dan ternyata nomor kontak Andika bukan hanya aktif tapi juga Andika langsung mengangkat nya..


📞


"halo, iya kenapa Pingkan?" tanya Andika


mata Pingkan membola, kurang ajar sekali Nayra ini.


tanpa tunggu lama-lama lagi Pingkan pun langsung menceritakan tentang Nayra ke Andika

__ADS_1


"jadi Nayra bilang ponsel aku nggak aktif?" tanya Andika


"iya gak cuma itu dia bilang Zacklee juga gak aktif" kata Pingkan


"jadi sekarang Rey udah pergi ke rumah Nayra?" tanya Andika lagi..


"iya,udah pergi..An. Widih kelewatan banget kan si Nayra ini.." Pingkan gak habis fikir


"oke..aku akan urus" kata Andika kemudian segera menutup panggilan nya.


Tanpa menunggu waktu lagi Andika segera menyusul Rey ke kediaman Nayra.



Pingkan Brajaya


🏢


Pingkan sudah sampai di apartemen Kanaya dan ia langsung memarkirkan mobil nya kemudian segera masuk menemui Kanaya.


"kamu kenapa gak marah langsung sih ke Rey, lain kali kamu mesti protes Naya.." kesal Pingkan


"walau pun Rey bilang cuma beli obat tapi kamu harus ikut Rey" saran Pingkan


"iya tapi Rey juga gak nawarin" Kanaya makin merasa kalau diri nya sendiri bego dan kurang tegas jadi itu maka nya Nayra bersikap semau nya dan terlampau berani pada rumah tangga diri nya dan Rey


"Rey ini mesti ku kasih pelajaran..api di balas api.." gumam Pingkan geram


"ayo ganti baju, ikut aku ke club" ajak pingkan


"club?" mata Kanaya membesar


"iya club, kenapa emang nya?" tanya Pingkan


"ngapain?" tanya Kanaya


"ya senang-senang lah" jawab Pingkan


Kanaya menggeleng.."aku takut Rey marah nanti nya" jawab Kanaya


"memang nya kenapa kalau Rey marah? Dia juga kelihatan nya sangat senang membuat mu marah kan?" Pingkan tak sabaran

__ADS_1


Pingkan langsung menyeret Kanaya untuk berganti pakaian..sebuah pakaian minidress seksi berwarna hitam yang sangat kontras dengan kulit Kanaya. Walau pun risih dengan pakaian nya Kanaya mau tak mau ikut juga ajakan dan kemauan nya Pingkan.


Sementara itu Rey yang sudah sampai di kediaman Nayra untuk mengantarkan obat. Nayra membuka pintu dengan raut yang terlihat lesu dan kasihan..


"Nay..obat kamu.."Rey menyodorkan nya saat Nayra membuka pintu


"kamu mau langsung pergi.." lirih Nayra dengan nada kecewa


"iya, aku cuma antar obat. Kamu cepat minum lah dan istirahat.." saran Rey


tapi Nayra malah memegang pergelangan tangan Rey..


"Rey ayo masuk dulu.." ajak nya


"maaf aku buru-buru Nayra, Kanaya menunggu ku" tolak Rey


Tapi tiba-tiba Nayra merasa kepala nya pusing dan ia sedikit limbung dan Rey mau tak mau menahan nya.


dan akhir nya Rey masuk juga karena ingin membantu memapah Nayra ke sofa yang berada di dalam rumah.


Rey membantu membaringkan Nayra, dan Nayra seperti nya tak rela kalau Rey segera pergi.


"Rey kamu mau bantu aku, sekarang ini aku benar-benar nggak kuat" lirih Nayra, wajah nya memang lumayan pucat


"kamu mau apa?" tanya Rey lembut


"bantu aku minum obat" pinta Nayra dengan puppy eyes nya. sepasang mata itu terlihat tak berdaya saat ini..


"..baik lah" kata Rey akhir nya..


Rey pun segera ke dapur mengambilkan minuman untuk Nayra..


"pembokat kalian kemana Nay?" tanya Rey


"lagi balik kampung satu minggu" jawab Nayra


Rey dengan telaten membuka kemasan obat yang ia beli dan memberikan nya pada Nayra beserta air putih nya.


Nayra begitu sangat bahagia, sudah lama ia tak mendapat perhatian dari Rey yang seperti ini. Dulu ia selalu mendapatkan nya dari Rey, tanpa ia harus meminta nya terlebih dahulu seperti saat ini.


Rey memandang Nayra di hadapan nya, dan saat ini entah sejak kapan Rey pun tak tau kapan mulai nya kalau Rey melihat Nayra sudah tak lagi spesial seperti dulu, sekuat itu kah perasaan nya pada Kanaya hingga mampu menyingkir kan Nayra dengan se-begini dahsyat nya !?

__ADS_1


__ADS_2