
Rey akhir nya tetap memilih pulang setelah membantu Nayra makan obat. Dan saat ia keluar dari rumah Nayra, Andika kebetulan sudah sampai dan tampak menatap nya tajam dan sangat kesal.
"harus nya kau tak perlu datang Rey.." kata Andika dengan tatapan sinis
"apa maksud mu? aku kemari membantu Nayra karena kalian tak bisa di hubungi" Rey kesal juga karena Andika tiba-tiba langsung sinis pada nya.
"kenapa kau malah sibuk megurusi Nayra, biarkan saja dia. Toh kau sudah beristri" Andika mengingat kan
Ya, Rey tentu saja tau status dan posisi nya sekarang,tapi apa salah nya jika ia hanya membantu seorang teman yang kesusahan.
"apa kurang nya Kanaya hingga kau masih mau mengurusi Nayra? Kanaya bahkan jauh lebih cantik dari pada Nayra.., ke depan nya biar aku yang mengurus Nayra" Andika menekan kan nada bicara nya.
Rey merasa Andika ini kebanyakan bicara, memang nya siapa di sini yang mendekati Nayra dan meninggalkan istri sendiri sampai Andika harus membanding-bandingkan antara Kanaya dan Nayra seperti barusan.
Saat ini Rey sama sekali tidak menganggap Nayra spesial seperti dulu. Bagi Rey, Nayra itu hanyalah sebagai teman nya saja. tidak lebih..! Nayra adalah teman biasa.
"aku tidak berpaling dari Kanaya, aku hanya membantu Nayra" Rey begitu ingin marah mendengar Andika terkesan menuduh nya main gila dengan Nayra
"tetap saja tak seharus nya kau datang" balas Andika sengit
"perlu kau tau, aku sama sekali tak di hubungi Nayra, dia membohongi mu. Nayra sengaja menghubungi mu, itu saja.." kata Andika seraya meninggalkan Rey untuk masuk menemui Nayra.
Rey kaget juga dengan pernyataan Andika barusan, apakah begitu kenyataan nya? Jika iya maka mengapa sampai hati Nayra berbohong? Yang membuat Rey sampai-sampai meninggalkan Kanaya dan menuntut istri nya itu agar mengerti situasi. Rey benar-benar merasa bersalah sekarang.
Rey pun buru-buru pergi dari sana untuk segera pulang ke apartemen nya, ia takut jika Kanaya malah duluan salah faham pada nya.
Andika segera masuk ke dalam menemui Nayra, ia melihat sendiri Nayra nampak menghempas-hempas kan barang-barang di meja di depan nya..Nayra terlihat kesal dan kecewa. Ia memang nampak sedang sakit tapi kenapa Nayra bertingkah begini? Padahal kita tau sendiri saat Rey ada ia terlihat sangat lemah.
"Nayra..?" Andika menatap nya heran
__ADS_1
Nayra yang tak menyangka Andika tau-tau muncul kaget setengah mati, ia merasa takut jikalau Andika sudah melihat kelakuan labil nya barusan
"kamu kenapa?" selidik Andika
"nggak..." jawab Nayra gugup
"aku hanya sedikit pusing dan moody saja.." cicit Nayra..
"kalau kau sakit duduk atau berbaring lah.." kata Andika
Nayra merasa tertangkap basah di posisi nya sekarang, ia memang sedang sakit namun tidak lah separah saat ada Rey tadi, Nayra hanya seperti itu untuk mengharapkan simpati dari Rey saja. Agar hati Rey sedikit tergugah dengan keadaan nya, ia berharap Rey bisa tinggal sebentar saja karena Nayra sangat merindukan Rey yang selalu perhatian dan sayang pada nya.
Nayra pun langsung duduk di sofa dengan rasa canggung..
"gimana keadaan mu?" tanya Andika
"sudah minum obat dari Rey" jawab Nayra pelan seraya menunduk..
"aku boleh tanya satu hal pada mu?" tanya Andika
"kenapa kamu sakit tapi malah menghubungi Rey, bukan nya menghubungi aku atau Zacklee saja?" Andika menggencarkan pertanyaan pada Nayra
Nayra hanya bisa diam, ia tentu tak bisa beralasan kalau kontak Andika dan Zacklee tidak aktif seperti alasan nya pada Rey barusan. Lha wong orang yang bersangkutan ada di sini, masa dia mau bilang ponsel Andika tidak aktif sementara malah Nayra sendiri yang sama sekali tak menghubungi Andika maupun Zacklee.
"kamu sengaja kan hanya menghubungi Rey saja" tuding Andika langsung karena melihat Nayra tak menjawab pertanyaan nya.
mendengar itu Nayra diam dan membeku...
"sadar Nayra, Rey itu sudah punya istri. Dia harus memprioritaskan Kanaya bukan kamu atau pun wanita lain" Andika menekan kan.
Nayra merasa sakit hati dan pilu mendengar nya..
__ADS_1
"ya aku akui.." lirih Nayra
"aku memang sengaja menghubungi Rey, karena aku sangat merindukan nya, aku belum bisa..aku belum terbiasa tanpa perhatian Rey.." Nayra menitikkan airmata nya dengan egois
"Nayra..Rey itu sudah punya Kanaya" Andika mengingat kan dengan tegas, siapa tau Nayra lupa..
"iya aku tau ! aku tau itu, Andika..!! tapi nggak mudah buat aku membiasakan diri. aku juga butuh waktu..aku juga butuh proses. Selama ini aku dan Rey selalu bersama, walau Rey gak pernah menjadikan aku pacar nya tapi kami saling suka dan aku terus bertahan di situasi itu karena aku juga suka Rey, aku rela kami tak ada status pacaran asalkan aku bisa terus sama-sama Rey.." papar Nayra apa ada nya
"oke.." Andika mencoba mengalah memelankan suara nya
"tapi sekarang situasi nya sudah berbeda, Rey itu sudah punya Kanaya, mereka sudah menikah mereka sudah menjadi pasangan yang resmi di mata masyarakat dan dunia, mereka pasangan yang sah secara hukum.., kamu tidak boleh mengganggu Rey lagi" Andika mencoba menasehati Nayra
Andika sungguh-sungguh tak menyangka,kalau Nayra wanita yang sangat ia sukai sejak lama, sosok yang cantik,smart,supel dan juga dewasa ternyata asli nya labil seperti ini.
"aku gak peduli.." Nayra tampak marah mendengar nasehat Andika perihal Rey adalah milik Kanaya
"Sejak awal aku dan Rey itu bersama, dan Kanaya yang muncul di antara kami. dia lah pengganggu yang sesungguh nya" pekik Nayra, ia menangis dengan kesal.
Andika meraup wajah nya sendiri, Nayra benar-benar gila..
"oke kalau itu mau kamu.." kata Andika
"hanya saja aku benar-benar kecewa sama sikap kamu, aku nggak nyangka gadis yang aku sukai sejak lama ternyata memiliki sifat jahat seperti ini.." lirih Andika
Nayra tentu sadar Andika menyukai nya sejak lama, namun ia lebih menyukai Rey jadi ia biarkan saja perasaan Andika hanya berjalan seperti air. toh, Andika juga selama ini nyaman-nyaman saja.
"aku menyerah.." kata Andika
"aku menyerah menyukai mu, cukup sampai disini. kamu membuat ku kecewa" kata Andika seraya bangkit meninggalkan Nayra sendiri.
Nayra tak menyangka kalau Andika akan berhenti menyukai nya, mengapa rasa nya seperti ia di buang semua orang ?
__ADS_1
"Andika.." panggil nya..
namun Andika terus berjalan keluar tanpa menoleh- noleh lagi.