Amore Mio Versi 3

Amore Mio Versi 3
Amore Mio Versi 3 Chapter 20


__ADS_3

"Kanaya.." panggil Rey dengan raut kesal sore itu sepulang nya dari kampus


Kanaya yang sudah pulang sejak siang tadi,sekarang baru selesai menanam beberapa bibit tanaman di taman samping pun kaget di buat nya dan buru-buru menghampiri


"ada apa Rey..?" tanya Kanaya polos aja melihat kemarahan Rey. karena saat ini ia tak tau sama sekali bahwa Rey sedang marah pada nya.


"kenapa kamu sebarkan sama orang lain bahwa kita itu di jodohkan? aku kan sudah peringat kan sama kamu Kanaya.., jangan bilang sama siapa-siapa..! maksud kamu apa sih???" Rey menggertakkan gigi nya emosi.


Kanaya baru ngeh rupa-rupa nya Rey sedang marah pada nya tapi tentang persoalan yang sedang Rey bahas ini, sungguh Kanaya betul-betul gak tau apa-apa sama sekali.


"aku enggak..." Kanaya gak merasa melakukan jadi ia berusaha membela diri namun Rey langsung memotong perkataan nya...


"kemarin teman aku bilang kalo kamu tuh ketemu sama mahasiswi Brahmanaz collage, kamu ngomong dan bilang sama mereka kan? Gak ada kerjaan kamu ya" tuding Rey


setelah berkata begitu Rey berbalik pergi dengan kesal. Kanaya hanya bengong..


awal nya Kanaya kira Rey gak mau mengakui status mereka karena Kanaya memalukan dan kolot, namun sekarang seperti nya Kanaya sadar Rey tidak mau mengakui nya adalah karena gadis bernama Nayra yang sangat Rey sukai itu.




🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡


Keesokan hari nya di Brahmanaz Collage..Kanaya masih gak habis fikir setelah Rey membentak nya kemarin, ia jadi gak mood mau ngapa-ngapain, Kanaya juga jadi nya gak konsen saat menerima matkul di kelas tadi.

__ADS_1


bahkan saat di sekolah waktu istirahat siang Kanaya bertemu Pingkan, Kanaya masih tampak murung tak bergaiirah sama sekali. Pingkan dapat menangkap gelagat nya.


"Kanaya? Kamu kenapa?" tanya Pingkan merasa heran, wajah Kanaya nggak semangat seperti mikirin sesuatu


"aku di marahin Rey kemarin, Pingkan.." adu Kanaya apa ada nya..


"kenapa?" tanya Pingkan lagi makin penasaran


"soal kita ketemu mahasiswi di toko tas, dan berita status aku sama Rey tunangan itu udah menyebar. Rey marah sama aku, dia nuduh aku yang nyebarin semua nya" lirih Kanaya


"lha kan itu aku yang bilang sama mahasiswi-mahasiswi itu? Bukan kamu Naya, kurang ajar banget si Rey ini. Aku akan buat perhitungan sama di brengsekkk itu" kata Pingkan seraya langsung pergi meninggalkan kanaya.


Kanaya hanya terbengong nggak tau apa yang mau Pingkan lakukan.


Pingkan mencari-cari Rey di beberapa tempat yang mungkin Rey datangi. Akhir nya ketemu..


Pingkan datang dan langsung menggebrak mejadi di depan Rey, semua orang di meja kaget apalagi wajah perang yang Pingkan tunjukkan


"Rey, perlu loe tau ya..yang nyebarin tentang Kanaya calon istri loe tu bukan Kanaya tapi aku orang nya.." kata Pingkan penuh amarah


Rey terbengong sama Pingkan yang ternyata gak beda kelakukan nya saat kecil yang akan menyerang Rey di mana pun jika Pingkan merasa tidak suka.


"ayo bila perlu sekarang kita cari para mahasiswi itu,biar mereka tunjukin aku atau Kanaya yang menyebarkan nya.Kanaya bahkan udah larang aku Rey..tapi aku yang memang mau nyebarin, kenapa? Kamu gak suka?" tantang Pingkan


"kalau mau protes nih...protes sama aku ! Ayo protes..ayo !!!" Pingkan begitu berang ke Rey

__ADS_1


"kamu gak malu ya di liat orang..?" tanya Rey risih karena anak kampus lain nya mulai melihat ke arah mereka


"gak..aku gak malu. Aku di pihak yang benar ngapain aku harus malu?" kesal Pingkan judes


Zacklee sebetul nya bisa saja membantu coba menenangkan Pingkan tapi entah kenapa Zacklee lebih memilih baik nya di biarkan saja, toh Pingkan ada benar nya. Soal nya jujur saja Zacklee juga rada sebel sama tingkah Rey dalam memperlakukan Kanaya. Coba aja kalau Kanaya jadi calon istri gue, batin Zacklee..gak bakal Zacklee nyakitin perasaan Kanaya seperti yang Rey seringkali lakukan akhir-akhir ini.


"plis, Pingkan..kita ngomong nya di rumah aja nanti..oke" kata Rey tetap berusaha setenang mungkin.


"gak..aku gak mau !!! aku mau nya di sini. Sekarang!!! kamu tuh bener-bener keterlaluan ya Rey..!!?? lagian emang nya kenapa meskipun kalau memang Kanaya mengakui dia calon istri loe? Kan itu memang kenyataan nya..?iya kan??" papar Pingkan dengan mata melotot benar-benar kesal se-ubun-ubun dia sama tingkah laku nya Rey ini.


"loe kenapa Rey? Loe malu ngakuin Kanaya sebagai calon istri loe? Apa yang bikin loe malu? apa Rey? Loe bilang ke gue sekarang..apa yang buat loe malu??? Karena Kanaya udik? Gitu? dia udah berubah sekarang ! Jadi apa lagi alasan loe hah?" cecar Pingkan


Pingkan merasa ia sudah cukup mengalah sama Rey dalam hal ini, ia rela mengubah penampilan udik Kanaya menjadi lebih trendy agar Rey menoleh..,tapi apa ini? Rey malah marahin Kanaya hanya karena berita pertunangan mereka tersebar...


"apa karena cewek lain..?" sindir pingkan..seraya menyindir begitu Pingkan melirik ke arah Nayra yang sedang duduk di samping Rey. Nayra langsung jadi merasa nggak enak sama tatapan sinis Pingkan pada nya.


Rey hanya diam gak tau mesti jawab apa, apalagi ia juga memang langsung kepikiran lho kemarin udah marah-marah dan ngebentak Kanaya. Kasihan cewek itu ia harus nerima kemarahan Rey dari kesalahan yang sama sekali enggak dia lakukan.


"aku gak mau tau ya Rey, loe harus minta maaf sama Kanaya atau nggak aku bakal bilang kw tante tentang kelakuan egois loe selama ini sama Kanaya.." ancam Pingkan seraya melotot tajam.


Setelah berkata begitu Pingkan langsung angkat kaki pergi dari sana. Bagi Pingkan gak ada yang berubah, Rey masih super ngeselin..level akut !!!


Setelah Pingkan pergi mereka semua cuma diam,larut sama pikiran masing-masing, namun lain lagi dengan Aroon..ia malah makin kepincut sama Pingkan, apalagi ketika Pingkan marah tadi Aroon merasa kalau kecantikan yang Pingkan miliki jadi naik hingga beberapa level teratas


Aroon betul-betul merasa kalau ia sudah jatuh cinta banget sama sosok Pingkan Bratajaya, adik nya Arga Bratajaya itu. Gue harus deketin Pingkan..batin Aroon. apapun itu gue harus bisa deketin Pingkan..Aroon merasa makin bersemangat sekarang.

__ADS_1


ternyata kanaya mengikuti Pingkan tadi, dan ia melihat dari kejauhan bagaimana Pingkan marah-marah sama Rey. Pingkan tak menyangka Pingkan segitu membela nya mati-matian.


__ADS_2