
Malam hari nya di saat Tuan dan nyonya Erlangga bersama kedua putera nya sedang berkumpul di ruang keluarga,Rey merecoki mama dan papa nya untuk agar segera mempercepat hari pernikahan nya dan Kanaya.
Kanaya memang tidak ikut berkumpul, ia memilih mengurung diri di kamar dengan tugas-tugas matkul nya. di tambah lagi ia masih merasa tidak nyaman perihal kejadian siang tadi antara diri nya Rey, dan Zacklee.
Saat Rey menyatakan ingin mempercepat pernikahan,Tuan dan Nyonya Erlangga cukup suprise juga karena selama ini bukan nya Rey sendiri yang kurang suka dengan perjodohan ini? Tapi kenapa sekarang malah Rey pula yang terburu-buru.
"eh..anak mama yang bener mau cepetin pernikahan sama kanaya?" goda nyonya Erlangga
"udah naksir banget ya sama Kanaya" lanjut sang mama hingga mmbuat Rey jadi malu
namun apa pun itu Tuan dan nyonya Erlangga merasa senang dengan keputusan yang Rey buat saat ini.
"besok papa akan menelpon om Tio perihal rencana pernikahan yang akan di percepat ini.."
"iya pa bagus lah.." Rey sangat senang..
di balik kebahagiaan orang-orang, Zacklee yang sedari tadi duduk di sofa seraya melihat ke layar televisi besar, diam-diam melirik dengan tajam dan sinis ke arah Rey...dan Rey juga diam-diam membalas Zacklee dengan tatapan sinis nya..
Kanaya
🍄
Besok nya Rey harus kecolongan lagi karena Kanaya sudah berangkat ke kampus lebih dulu. awal nya Rey sudah mau marah karena ia mengira Kanaya berangkat bersama Zacklee namun saat mengetahui Kanaya rupa nya berangkat bersama Pingkan, Rey merasa sangat lega..
"Naya..loe bisa nyetir kan?" tanya Pingkan pada Kanaya saat mereka sedang di tengah perjalanan menuju kampus
"nyetir..." Kanaya mengulang perkataan Pingkan
"iya, nyetir...soal nya setahu aku kamu itu nona muda, kemana-mana pasti di anterin kalo pake mobil" tebak Pingkan
"udah kece, keren,kalo bisa nyetir sendiri..kamu udah sepuluh deh nilai nya" kata Pingkan seraya mengangkat kedua alis nya dengan genit
"umh..aku kadang bisa juga kalau bantuin karyawan orangtua ku bawa pupuk..aku nyetir pick-up kadang mobil biasa juga nganterin mereka ke puskemas terdekat dan sebagai nya kalau pas gak ada supir" Kanaya ingat sekali-kali terkadang ia suka nyetir mobil juga.tapi ia lebih sering pake motoran kalau di desa karena sejak dulu Kanaya memang lebih nyaman menggunakan sepeda motor bolak balik highscholl atau kemana pun itu.
"ya udah ni gantian setirin.." pinta Pingkan
__ADS_1
"aku nggak ada sim, soal nya kalau di desa aku nyetir nya cuma di jalan desa itu doang belum pernah kejauhan.." cerita Kanaya
"ya udah nanti aku temenin bikin sim, mau?" ajak Pingkan semangat
"boleh deh.." kanaya setuju
"Nah gitu dong, biat ntar kalau kita hangout jalan-jalan kita bisa gantian nyetir" kata Pingkan sumringah.
"iya orangtua ku juga pernah nawarin sebelum aku datang kemari..biar aku enak bisa kesana kemari.tapi aku nya yang enggak mau karena takut gak tau jalan ntar nyasar jadi ku fikir lebih nyaman naik angkutan umum saja.." Kanaya menceritakan dengan jujur
"kamu ini memang dasar nona muda yang Low profil ya.." komentar Pingkan
"nggak juga.." sahut Kanaya
"tapi aku liat nya gitu.." kata Pingkan
"masa sih..itu perasaan kamu saja" balas Kanaya
Pingkan hanya tertawa..
"eh Naya, nanti kalo mau beli mobil, gue bisa bantu pilihin.."tawar Pingkan
Siang hari saat istirahat kelas, Zacklee menemui Kanaya. Walau agak canggung mau tak mau Kanaya tak bisa mengabaikan Zacklee
"sini kakak mau ngomong sama kamu.." lirih nya seraya menarik tangan Kanaya lembut
Kanaya agak takut, ngeri kalau-kalau Rey muncul dan mereka ujung nya ribut lagi..
"udah jangan takut, Rey lagi latihan basket. aku tau kamu takut Rey marah kan?" kata Zacklee
Kanaya bukan nya takut apa, tapi Kanaya takut dua orang nanti nya malah bentrok.itu jelas sangat berbahaya sekali bukan.
"bukan gitu kak.." kata Kanaya
"soal kemarin, jangan kamu ambil hati..kakak cuma bercanda kok" kata Zacklee, ia terpaksa berkata begini agar Kanaya tidak kepikiran dan membuat mereka berjarak dan terus merasa tak enak.., padahal kita tau sendiri Zacklee beneran suka kanaya..
"waktu kakak bilang suka kamu, kakak cuma bercanda. Kakak lagi kesal aja sama Rey.." kata nya..
__ADS_1
Saat Zacklee mengatakan hal ini kanaya sangat lega sekali, syukurlah batin nya. Kanaya sangat merasa plong saat Zacklee bilang pernyataan suka nya kemarin hanya bercanda
"iya kak.." senyum Kanaya..
ya ampun Kanaya, kenapa kamu harus jadi calon istri Rey sih...? Kesal Zacklee di dalam hati
"ya udah kalau gitu Kanaya permisi mau ngurusin bahan tugas dulu" kata Kanaya
"..ya" balas Zacklee seraya menatap Kanaya dengan tatapan yang rumit.
saat Kanaya hendak berbalik
"Kanaya tunggu.."panggil Zacklee
Kanaya berbalik menghadap ke Zacklee lagi dan pria ini mangusap pucuk kepala Kanaya dengan lembut.., entah kenapa perasaan nya tak biasa. awal nya ia kira rasa suka nya pada Kanaya haya lah sifat penasaran playboy nya saja yang lagi iseng, eh gak tau nya ia benar-benar suka sama calon adik ipar nya ini.
"apa kak?" tanya kanaya
"ada serangga di rambut mu tadi..." alasan Zacklee..
"oh.." Kanaya ber-oh dengan polos nya
lalu Kanaya pun menggangguk sopan pada Zacklee dan berbalik pergi
Zacklee menatap punggung Kanaya, kenapa ia harus menyukai seorang gadis yang sama dengan adik nya? dan gadis itu adalah calon istri adik nya sendiri. Ini sama saja dengan cari penyakit.., Zacklee menganggap mungkin ini hukuman untuk nya yang sering menyakiti wanita dengan ke-playboyan nya selama ini dan sekarang giliran diri nya sendiri lah yang akhir nya tersakiti.
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
Hari-hari terus berlalu, Tuan Erlangga dan keluarga Mahendra juga sudah menyepakati pernikahan Kanaya dan Rey yang akan segera di percepat..
Namun jujur saja walau pernikahan mereka tinggal menunggu waktu lagi, Rey tetap saja merasa tidak fokus. Rey yang biasa nya seringkali menghabiskan waktu nya bersama Nayra, kini malah terhitung tak pernah lagi dan sudah sangat jarang sekarang Rey dan Nayra berdua seperti saat-saat sebelum nya dulu.
Rey lebih banyak menghabis kan waktu nya bersama Kanaya. Ia selalu berusaha agar bisa dekat-dekat dengan Kanaya apa pun itu. Rey makin risih dengan banyak nya pria yang mengincar calon istri nya itu.
apalagi dari yang Rey dengar,Pingkan sedang membantu kanaya untuk membuat sim mobil dan itu pasti akan membuat Kanaya makin bebas dan pergaulan nya semakin jauh di kota ini, jujur Rey sangat takut.
perkembangan pergaulan Kanaya terlalu jauh dan pesat. Bagaimana tidak Kanaya yang anak kampung bukan bersahabat dengan anak kota sekarang tapi Kanaya yang anak kampung itu bersahabat dengan Pingkan yang di besarkan di luar negeri. ini artinya loncatan Kanaya terlalu jauh..
__ADS_1
Pingkan Bratajaya