Amore Mio Versi 3

Amore Mio Versi 3
Amore Mio Versi 3 Chapter 10


__ADS_3

Saat pria tampan bernama Vikian ini ber-hai pada nya, Kanaya tidak menggubris..ia malah celingukan sibuk mencari mahasiswi yang sudah janjian pada nya bertemu di taman ini.


"kau mencari mahasiswi itu.." tanya Vikian


"kau tau?" Kanaya balik bertanya..


"dia tidak ada, aku yang menyuruh nya agar kau kemari.." kata Vikian terus terang


"hah?" Kanaya tak mengerti


"aku yang sebetul nya mau bertemu dengan mu" kata Vikian lagi..


Kanaya terbengong, Vikian menaikkan alis nya...apakah gadis ini sama sekali tidak kelepek-kelepek seorang idola tampan mau menemui nya begini, ia tidak senang kah?


Vikian merasa aneh dengan gadis ini..ia makin membuat Vikian penasaran saja..


"nama mu Kanaya kan?" tanya Vikian, karena ia sempat menanyakan pada salah satu mahasiswa tadi..


Kanaya hanya mengangguk pelan,apa mau nya Vikian ini..batin Kanaya.


"nama mu cantik secantik orang nya, nama ku Vikian..kamu pasti sudah tau bagaimana gadis-gadis itu meneriaki ku tadi.." kata Vikian..


"ya.." jawab Kanaya pelan, ia tak tau harus senang atau takut saat Vikian memuji nya cantik barusan, jujur saja Kanaya merasa deg-degan takut. Rasa nya ia mau langsung kabur tapi kaki nya seakan kaku..


"kalau kenalan itu lebih sopan nya salaman kan..?" Vikian mengulurkan tangan nya mencoba mengajak Kanaya berjabat tangan..


Kanaya agak ragu untuk balas mengulurkan tangan nya tapi Vikian langsung menyambut tangan Kanaya yang padahal baru terangkat sedikit saja..


tanpa di duga setelah jabatan tangan mereka bertemu..Vikian malah menarik Kanaya dan menghimpit nya di dinding..tubuh bidang dan lebar Vikian menghadang nya di depan, tau sendiri postur tubuh dan dada pe-basket itu bagaimana ya kan?


Kanaya gugup dan takut setengah mati, seumur hidup ia tak pernah di beginikan pria.., mata nya membulat menatap Vikian dengan tak berkedip.


Vikian gemas sekali, gadis cupu ini..mengapa sangat membuat nya penasaran? Kalau gadis lain di beginikan oleh Vikian pasti akan senang dan tersipu setengah mati.


"aku suka sama kamu..mau jadi pacar ku" bisik Vikian seraya memainkan rambut Kanaya..


"aku.." suara Kanaya tercekat, ia menggeleng cepat. meski Vikian sangat ganteng Kanaya tak pernah terfikir mau jadi pacar nya meskipun sudah di tawari secara langsung begini.


Lagian ini aneh, Kanaya merasa begitu banyak gadis cantik di sekolahan nya..kenapa Vikian malah menawari diri nya? Jelas-jelas Rey saja bilang kalau penampilan nya sangat ngga banget, dan mengapa Vikian malah mendekati nya?


"kenapa,hmmm.." bisik Vikian makin gemas dan penasaran, dada nya bedebar-debar tak sabar ingin merayu gadis cupu namun cantik ini..

__ADS_1


"Kanaya..kenapa kamu gak mau jadi pacar ku di saat gadis-gadis berlomba mengejar ku..?" Vikian menatap Kanaya dengan tatapan sendu..


Kanaya makin takut, apa lagi parfum aroma manly pria bernama Vikian ini begitu sangat harum dan memikat penciuman nya membuat Kanaya takut setengah mati..


Kanaya menggeleng-geleng lebih cepat dengan rasa takut,ia mau lari tapi tubuh Vikian yang mengungkung nya sangat besar dan bertenaga.


"kenapa...?" bisik Vikian seraya mengelus dagu Kanaya dengan gerakan ero-tis membuat Kanaya makin ketakutan dan gemetar


"jangan memaksa nya.." tiba-tiba suara pria terdengar dari arah sisi Vikian dan Kanaya..


Vikian setelah melihat siapa yang datang ia sama sekali tidak terkejut, Rey si bintang lapangan Brahmanaz Collage rival nya di pertandingan nanti. Vikian juga tau kalau Rey adalah yang paling idola di tim lawan sama seperti diri nya artinya orang ini adalah saingan nya..


"jangan mengganggu.." balas Vikian..


"Rey.." panggil Kanaya tertahan..


Vikian mencekal tangan gadis hingga tak bisa bergerak dari posisi nya


"Vikian jangan ganggu dia.." Rey marah


"kenapa memang nya?" jawab Vikian santai


"suka-suka aku, aku tak suka gadis lain..aku menginginkan gadis ini.." balas Vikian


"jangan berani kau menyentuh nya sedikit pun" Rey mulai maju


"kenapa?" tantang Vikian..


"kenapa kalau aku menyentuh nya.." Vikian seraya berkata demikian, ia merunduk dan langsung mendaratkan kec-upan singkat di pipi mulus Kanaya dengan spontan..


Kanaya kaget setengah mati..!! Rey langsung menghampiri seraya mendorong Vikian dengan kasar...


"berani sekali kau menci-um calon istri ku..!!!" bentak Rey penuh emosi..


Rey memang merasa tidak mencintai Kanaya tapi melihat kanaya di ci-um di depan nya seperti ini ia langsung naik darah bukan kepalang. Mau bagaimana pun juga Kanaya ini calon istri nya, berani sekali Vikian ini mendahului nya.


Karena di dorong sedemikian rupa, Vikian mau tak mau melepaskan cekalan nya pada Kanaya.., ia juga emosi pada kelakuan Rey yang bertindak kasar pada nya..


"apa? Calon istri...?" tanya Vikian mengulang perkataan Rey barusan..


detik berikut nya Vikian tergelak..

__ADS_1


"memang nya kenapa kalau calon istri mu? Aku tetap suka aku mengingin kan nya.." Vikian tanpa gentar..


"coba saja kalau kau berani menyentuh nya lagi..!!!" Rey mencengkram hodie luaran seragam basket Vikian hendak membogem nya


"woi..woi..santai bro.." kekeh Vikian yang merasa Rey begitu emosi. Ia sama sekali tak gentar dan malah tergelak.


Rey mengurungkan niat nya, ia tak mungkin bentrok dengan tamu sekolahan sebelum bertanding.akhir nya dengan kesal Rey melepaskan cengkraman tangan nya pada kerah hodie Vikian..


Lalu tanpa aba-aba Rey dengan kasar langsung menyeret Kanaya dari sana.


Vikian memandangi kepergian Rey dan Kanaya "menarik.." gumam nya


Setelah Rey agak jauh menyeret Kanaya dari sana, ia melepaskan Kanaya dengan kasar di koridor sepi..


"kamu tidak bisa lari apa dari sana !!?? Apa kamu begitu bodoh Hah???" bentak Rey membuat Kanaya tersentak kaget


"aku-dia menahan ku.." mata Kanaya berkaca-kaca karena Rey membentak nya begitu keras..


"alasan saja !!! kamu suka kan di dekati oleh Vikian yang di gandrungi banyak gadis-gadis??" tuding Rey


Kanaya buru-buru menggeleng, jujur ia tidak merasa senang tapi dia takut setengah mati tadi.


Sebetul nya Rey juga tau Kanaya takut, tapi karena kesal ia jadi nya menuduh Kanaya seperti ini. Rey sangat kesal sekali apalagi Vikian barusan menc!um pipi Kanaya..


Rey yang teringat langsung merasa emosi bukan main, ia langsung mencengkram dagu Kanaya dengan kasar dan menggosok-gosok dengan kasar pipi Kanaya..


"bersihkan itu.." Rey betul-betul marah melihat pipi Kanaya..


"harus nya kamu bisa menjaga harga diri mu sebagai calon menantu keluarga Erlangga..!!" Rey mendekatkan wajah nya ke wajah Kanaya seraya terus mencengkram kuat dagu Kanaya..


Kanaya mengangguk..ia menangis di marahi Rey begini, wajah nya juga kesakitan karena tangan Rey mencengkram terlalu kuat.


Setelah nya Rey melepaskan cengkraman nya dengan kasar


"tunggu apa lagi di sini, ayo cepat pergi !! Apa kau masih menunggu Vikian dan haus ingin di sentuh lagi.." seru Rey penuh emosi


Rey setelah berkata begitu langsung berbalik pergi meninggalkan Kanaya.


kanaya buru-buru menghapus airmata nya dan juga ikut pergi dari sana mengikuti Rey dari belakang dengan setengah berlari. Kanaya juga takut jika sampai Vikian menyusul nya lagi..


Ternyata tadi Rey merasa hati nya tak enak saat melihat Vikian bisik-bisik pada salah satu mahasiswi lalu Vikian berjalan keluar. Lalu mahasiswi itu berbicara pada Kanaya..dan Kanaya keluar sendirian dari gedung olahraga seraya berlari sambil melihat arloji di tangan, terlihat buru-buru sekali dan aneh maka nya Rey menyusul nya..ternyata kecurigaan Rey benar,Vikian dan mahasiswi itu menjebak Kanaya yang terlalu lugu...

__ADS_1


__ADS_2