
Rey berkendara dengan cepat, tak lama ia sampai di apartemen bertepatan dengan mobil Arga.
Saat Arga, Pingkan dan Kanaya turun, Rey kaget melihat minidress hitam yang di kenakan Kanaya yang terkesan seksih di tubuh bagus istri nya itu. Berani sekali Kanaya pakai baju terbuka? Batin Rey..Bukan kah ia sudah mengingatkan nya berulang kali pada Kanaya, jangan pernah memakai pakaian terbuka di tempat umum.
"Naya...kenapa kau memakai pakaian seterbuka ini?" tanya Rey nampak kesal dan shock
Kanaya terdiam tak bisa menjawab...
"kenapa?" malah Pingkan yamg menjawab
"bukan nya kamu lebih perhatian ke Nayra nya kamu itu kan ketimbang istri kamu sendiri?" Pingkat melototi Rey dengan tak kalah kesal nya
"iya Pingkan...aku minta maaf" Rey mengalah kalo sudah berurusan sama Pingkan mah, lagi pula ia memang di posisi salah sekarang ini.
Rey segera membuka outher milik nya memakai kan nya ke tubuh Kanaya ramping Kanaya
"kamu kan lebih sayang sama Nayra ketimbang Kanaya" Pingkan masih saja nyolot ke Rey
Rey menghela nafas nya pelan...
"enggak Pingkan, aku gak sayang sama Nayra...aku cuma sayang sama istri aku" kata Rey jujur, ia paling ribet kalau urusan nya sudah sama Pingkan. Rey hampir lupa kalau berurusan sama Kanaya maka Pingkan tak akan mungkin tinggal diam.
Pingkan mencibir mendengar jawaban Rey, walau di dalam hati nya ia merasa senang juga kalau Rey ternyata lebih sayang ke Kanaya, ketimbang si Nayra cewek muna itu.
"makasih bang Arga" kata Rey pada Arga, setelah ia mendengar cerita Kanaya sepintas tadi
"iya, sana bawa istri mu masuk" suruh Arga
"kalian nggak masuk dulu?" tanya Rey
Arga menggeleng..
"nggak usah kita langsung pulang saja" kata nya
"iya, kamu masuk sana jaga Kanaya bener-bener. awas aja kalo kamu bikin dia kesel dikit aja, kamu bakal langsung berurusan sama aku" kata Pingkan judes
"iya..iya..nona cantik" sahut Rey
"widih tumben aku di bilang cantik? Biasa nya juga aku di panggil miss Rese ya kan..." balas Pingkan jahil
__ADS_1
"udah..udah.." Arga segera mengajak Pingkan pergi
"dah Kanaya..." kata Pingkan
"dah.." balas Kanaya
Sekarang Rey bersama Kanaya sudah di dalam kamar mereka, Rey mendudukkan Kanaya di atas kasur dan ia Bersimpuh di depan Kanaya seraya menggenggam tangan istri nya itu dengan sangat erat dan mesra.
"maaf ya Rey, gara-gara aku kamu jadi di marahi Pingkan.." lirih Kanaya, ia tak bermaksud memanas-manasi..ia hanya cerita tentang ketidak puasan hati nya pada sang sahabat saja namun ia tak menyangka ternyata Pingkan sang sahabat itu langsung tak terima.
"nggak apa..justru aku yang minta maaf karena sudah bikin kamu kesel tapi aku nya malah gak sadar" kata Rey lembut
"wajar kalau Pingkan marah, aku pantas menerima nya" lanjut Rey lagi dengan sadar diri.
Kanaya hanya diam saja menatap Rey
"lalu Nayra gimana?" tanya Kanaya menanyakan bagaimana keadaan orang sakit itu, walau bagaimana pun kesal nya ia masih tetap lah punya sisi rasa kemanusiaan kepada sesama.
"dia gak apa-apa" balas Rey
"udah jangan ngomongin dia lagi ya, dia bukan siapa-siapa.. Sampai ke depan nya dan untuk seterus nya Nayra itu hanya lah teman aku saja, tidak lebih" kata Rey
Jelas-jelas Kanaya terpaksa kasih izin karena kasihan sama Nayra, eeeh kok malah Nayra nya yang enggak kasihan sama dia? Nayra malah sengaja berencana jadi duri dalam daging di pernikahan diri nya dan Rey.
Rey menatap istri nya dengan tatapan sendu
"aku cinta sama kamu Kanaya..sangat cinta" Rey mengungkap kan seluruh isi hati nya.
Kanaya jadi berbunga-bunga juga mendengar pernyataan Rey pada nya meskipun sejak awal mereka sudah suami-istri tapi rasa nya beda. Karena gimana pun dua orang ini ada di versi pacaran setelah menikah.., jadi ya agak gimana gitu fase nya.
"lain kali kalau kamu nggak puas hati atau nggak setuju kamu harus berkata tidak. Kamu harua larang aku..oke, kamu harus marahi aku" pinta Rey lembut
Kanaya mengangguk...
"aku ini milik kamu, Kanaya.." lirih Rey dengan suara yang menggoda lalu menci-um tangan Kanaya yang sedang di genggam nya itu berulang kali.
Rey lalu beranjak dari posisi nya. berpindah duduk di sisi Kanaya dan menatap penampilan istri nya yang sangat lah sekksih malam ini.
"lain kali, kalau mau pakai seperti ini cuma boleh di depan aku.." titah Rey
__ADS_1
Kanaya merasa bersalah...
"maaf..." lirih nya
"kamu cantik..." puji Rey, walau pun ia kesal dengan penampilan Kanaya malam ini namun jujur saja Kanaya memang semakin cantik dan menggoda malam ini dengan minidress hitam nya.
"Kanaya..." Rey mendekatkan wajah nya ke ceruk leher Kanaya dan menyesap nya lembut..
Kanaya sudah tau apa yang bakal terjadi saat jari jemari Rey mulai menggerayangi setiap lekuk tubuh nya yang hanya tertutup minidress sekseh itu.., jari jemari Rey juga mulai mencari-cari resleting pakaian Kanaya..
lalu detik berikut nya terlihat pakaian dalam yang tercampak di lantai..
menit berikut nya Rey sudah membaringkan tubuh Kanaya yang polos tanpa sehelai benang pun..Rey pun sudah te-lanjang dada..
lalu di menit-menit berikut nya mulai terdengar suara de5ahan Rey yang memburu dan rin-tihan Kanaya yang bersatu padu, dua orang kembali menyatu meraih surga dunia.
💙💙💙💙💙💙
Dua hari berikut nya di kampus Nayra datang menemui Kanaya untuk meminta maaf.
"maaf Kanaya, aku tak bermaksud membuat mu kesal.." lirih Nayra
"iya tidak apa-apa" senyum Kanaya
"tapi aku saran kan ke depan nya jangan menghubungi suami orang lain dengan alasan mentang-mentang kau sedang sakit" kata kanaya, sekali-kali Kanaya fikir ia harus tegas jika itu di perlukan
"jika kau tak punya nomor telepon dokter, aku bisa memberikan nya" kata Kanaya dengan judes.
"bukan begitu..." Nayra merasa tak menyangka Kanaya yang lembut dan terlihat pendiam bisa juga se-judes ini pada nya
"Nayra, kalau kau masih mengganggu Rey dengan alasan meminta bantuan nya, maka aku tak akan tinggal diam.." kata Kanaya memper-tegas..
"apa pun alasan mu ke depan nya, jangan ganggu Rey. biar bagaimana pun Rey adalah suami ku dan kau hanya masalalu.., aku tidak suka kau mengganggu kami" lanjut Kanaya lagi.
Nayra hanya bisa terdiam sampai Kanaya berbalik pergi meninggalkan nya begitu saja.
__ADS_1