
Saat Kanaya dan Pingkan keluar semua orang terpana dan takjub
"Kanaya cantik banget malam ini, mama sampe pangling" sapa nyonya Erlangga
"iya bener ma, calon menantu kita memang cantik ya" timpal Tuan Erlangga
"mama tau pasti ini kerjaan Pingkan ya.." tebak Nyonya Erlangga
"iya dong tante..so pasti" balas Pingkan senang
"Pingkan juga sama cantik ya kan ma.." puji Tuan Erlangga
"tentu dong, menantu dan keponakan kita sama cantik nya.." puji nyonya Erlangga tulus dan bangga
Pingkan menyenggol pelan bahu Kanaya seraya mengangkat alis nya
"uuh dengerin tuh, kita di bilang cantik" kata Pingkan
dan Kanaya hanya balas nyengir saja.
Bu Roja,mba dinut dan mba Laili yang sedang menata makanan di meja pun sampe terkesiap melihat penampilan Kanaya yang berubah begitu sangat drastis, makin cantik.
Zacklee sampai tersenyum simpul menatap Kanaya..
"gue tau tangan Adek gue itu memang skill dewa.." kata Arga dengan bangga pada Zacklee.., karena Pingkan adik nya berhasil membuat kecantikan Kanaya makin terlihat.
Rey sebetul nya lagi-lagi terpana pada penampilan Kanaya, sama seperti malam di acara pesta sekolah sebelum nya beberapa hari ke belakang yang lalu, hanya saja respon Rey tetap seperti sebelum nya pura-pura cuek.
ya..walau pun Rey akui Kanaya malah lebih cantik lagi malam ini. Hmm Miss Rese itu ternyata hebat juga kemampuan merias nya. Batin Rey..
Aroon yang sedari tadi duduk di antara Rey dan Zacklee akhir nya buka suara
"cantik calon istri loe Rey.." puji Aroon pada Rey
namun nampak Rey merespon nya biasa saja dengan senyuman yang samar.
Namun Aroon entah kenapa menjadi tertarik pada cewek di sisi Kanaya. Ia tadi sempat berkenalan dengan Arga, jadi ini adik nya Arga..
"itu Pingkan?" tanya Aroon memastikan pada Zacklee
"iya.." jawab zacklee..
__ADS_1
Aroon terdiam, menatap Pingkan. Selama beberapa detik
"Zack..si Pingkan punya pacar nggak..?" Aroon penasaran
"weh..tumben loe nanya-nanya.." Zacklee kaget, ini jelas bukan pertanyaan biasa. Aroon pasti ada maksud nya.
karena setahu nya Aroon sohib nya satu ini tak pernah peduli sama makhluk bernama cewek, bahkan ia tak pernah pacaran sebelum nya. Sungguh belum pernah sama sekali. Selama ini di otak Aroon hanya ada mesin dan mesin
Sekarang tiba-tiba Aroon menanyakan perihal privasi Pingkan, sudah punya pacar atau belum? Tentu saja ini terdengar sangat aneh bagi Zacklee. Wah wah...ada udang di balik batu nih!?
Makan malam pun berlangsung dengan lancar dan menyenang kan, mereka makan sembari mengobrol ringan dan kadang kala di selingi dengan candaan.
Saat makan malam selesai, Aroon sudah pamit pulang begitu juga Pingkan dan Arga..
Setelah membantu mengemasi piring, Kanaya segera bersiap kembali ke kamar nya.
Tuan Erlangga dan nyonya Erlangga pun kelihatan sudah bersiap ke kamar untuk istirahat. Sedang kan Zacklee masih asik duduk di sofa bermain dengan ponsel di tangan nya.
Rey yang awal nya juga masih duduk santai, melihat Kanaya menuju kamar, Rey pun bangkit dan buru-buru menyusul Kanaya.
"Kanaya" panggil Rey saat mereka sudah sampai di koridor.
Kanaya pun menghentikan langkah nya, mau apa rupa nya Rey memanggil nya. Rey mematut penampilan Kanaya dari atas sampai ke bawah..,Kanaya jadi salah tingkah di lihat seperti itu..
"Ke depan nya aku gak suka kamu pake pakaian terbuka kayak gini" kata Rey, terlihat sangat sebal wajah Rey saat mengatakan nya.
Setelah berkata demikian, Rey langsung berlalu meninggalkan Kanaya sendiri. Terus terang saja Kanaya masih bingung apa maksud perkataan Rey? oh,mungkin maksud nya saat sudah menikah nanti tidak boleh berpakaian terbuka? Tapi yang jadi persoalan nya Kanaya bahkan tidak yakin apakah Rey mau menikahi nya setelah semua kejadian-kejadian yang mereka alami. Kanaya jelas sadar, Rey punya gadis lain yang di sukai..dan itu jelas bukan diri nya. Kanaya tau itu..
🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡🧡
Hari berikut di Brahmanaz Collage, Kanaya baru saja istirahat kelas siang. Ia akan ke perpustakaan untuk mencari bahan tugas. Saat Kanaya sedang melangkah kan kaki nya di koridor lantai dasar..Ia dengan jelas melihat Rey dan Nayra di depan nya sedang berjalan bersisian dengan mesra. mereka begitu sangat mepet membuat Kanaya tak nyaman melihat nya...
Rey dan Nayra sama sekali tak menyadari keberadaan kanaya, karena Kanaya posisi nya ada di belakang mereka.
tanpa Kanaya sadari, sudah ada Andika melangkah perlahan di sisi nya..
"calon suami mu sangat buruk nya.." komentar Andika..
Kanaya hanya tersenyum getir mendengar komentar negative Andika tentang Rey.
"udah jangan di liatin terus.." kata Andika lagi
__ADS_1
"mau ikut gak? gue mau ke tempat Aroon" tawar Andika yang merasa kasihan melihat raut Kanaya yang tertekuk
"emh maaf Andika..aku ada kerjaan di perpus.., Lain kali aja ya" jawab Kanaya jujur
"ya udah.. oke, gue duluan..see you" ujar Andika segera berlalu dari sana. Kanaya mengangguk..
Kanaya berjalan sendirian, Rey dan Nayra sudah tak terlihat. Lebih tepat nya Kanaya memilih berbelok ambil jalan lain.
Kanaya berfikir, tak salah lagi..Rey memang tak pernah menyukai nya,dan tak akan pernah menyukai nya.., Kanaya menghela nafas nya panjang.
tiba-tiba dari jarak tiga meter, satu sosok cantik memanggil nya..
"Kanaya.." pekik sosok cantik itu
Kanaya menajamkan penglihatan nya..
"Pingkan?" kata nya
Pingkan langsung berlari ke arah Kanaya
"kamu di sini?" tanya Kanaya suprise
"iya aku lagi urus pendaftaran masuk kuliah sebagai anak pindahan cerita nya.." jawab Pingkan dengan ekspresi lucu
Kanaya manggut-manggut, ternyata Pingkan memilih meneruskan kuliah nya di Brahmanaz collage juga.
"kok muka nya biasa nya aja sih? Yang seneng dong" Pingkan memprotes Kanaya
"hah?" kanaya tak mengerti
"maksud aku kan aku di sini artinya kamu punya teman bareng, seneng kek.." kata Pingkan
"oh, iya lah aku seneng..hehe.." Kanaya baru ngeh sama candaan Pingkan.
dan lagi-lagi saat Pingkan mematut penampilan Kanaya hari ini, tetap saja gak ada cakep-cakep nya, hanya beruntung nya sosok Kanaya memang sudah cakep dari lahir.
Kanaya saat ini pake longdress tapi potongan dan corak nya lebih mirip daster, bercorak bunga mawar abstrak warna merah hitam dan putih. lalu ia memakai kemeja biru polos katun sebagai luaran, warna biru nya kusam seperti sprei kasur rumah sakit. Pingkan rasa nya ingin mengganti pakaian Kanaya saat ini juga.
hedeuh Kanaya, jika memang tak suka fashion akan lebih bagus nya Kanaya pakai celana biasa atau rok biasa lalu di padukan dengan kaos oblong biasa saja maka akan terlihat lebih lumayan dari pada Kanaya malah me mix-max kan pakaian dengan hasil tak karuan seperti sekarang ini membuat Pingkan yang punya OCD jadi nya mau ngamuk saja. Cerita nya Pingkan dan Rey memiliki penyakit yang sama dalam hal ini.
gak bisa, ini gak bisa di biarin..batin Pingkan,gue harus bantu ubah penampilan Kanaya jadi super cakep.
__ADS_1
apalagi nih ya, tenyata tadi Pingkan juga sempat menyaksikan Rey sedang berduaan dengan gadis lain. Pingkan juga melihat Kanaya yang menyaksikan adegan itu dari belakang.
maka nya saat Kanaya berbelok ke arah lain, Pingkan langsung mengikuti Kanaya dan langsung memanggil nya seperti saat ini...