
Sementara itu, Kanaya dan Pingkan sedang bersenang-senang di club malam. Pingkan asik menari sedangkan Kanaya lebih memilih duduk di dekat meja bar.
melihat Kanaya yang seperti lugu namun sangat cantik membuat salah satu pengunjung hidung belang yang ber-uang datang mendekati nya. Pria ini seorang rentenir besar, ia berusia sekitar 40 tahunan. Pria ini tipikal pria di umur segitu yang sedang gatal-gatal nya di puber kedua.
"hai cantik.." sapa nya ,ia mulai dengan genit merayu Kanaya
Aroma parfum pria ini terkesan sangat norak dan menyengat hidung.mungkin parfum nya memang mahal tapi pria ini menyemprotkan terlalu banyak jadi nya aroma nya terasa sangat mengganggu. Kanaya merasa risih pria ini duduk mendekati nya ,jadi Kanaya hanya tersenyum sopan kemudian bergerak menjauh. tapi pria itu malah menyusul nya lagi.
Kanaya berpindah tempat, tapi pria rentenir itu makin penasaran pada nya dan malah makin gencar menyusul dan menggoda nya.
kemana pun Kanaya pergi pria itu terus mengganggu nya. Pingkan yang melihat gelagat itu pun segera menghampiri
"apa yang mengganggu mu Tuan?" tanya Pingkan pada sang pria
"aku hanya ingin mendekati gadis ini tapi dia terus menjauh" jawab nya menyeringai jelek
"jangan ganggu, dia saudara ku" saran Pingkan
"kenapa memang nya kalau dia saudara mu" seringai Pria itu dengan nada kesal
"sana pergi jangan ikut campur.." bentak pria itu, ia membentak pingkan dengan lumayan keras.
Pingkan hanya diam saja,tidak merasa ciut sama sekali dengan bentakan si Tuan rentenir tersebut "kau bisa merayu gadis lain, banyak gadis bayaran di sini, kami hanya lah pengunjung di sini, sama seperti mu..." kata Pingkan masih berusaha tetap sabar
"aku sangat banyak uang, aku seorang bos besar. jadi nya terserah aku dong..!! Siapa pun gadis di sini yang ku ingin kan maka harus aku dapatkan. aku tidak peduli meski pun ia saudara mu, meskipun kalian hanya pengunjung" pria ini dengan keras menampar meja
Kanaya merasa mulai ketakutan, tapi tidak dengan Pingkan...
"apa masalah mu Tuan?" Pingkan galak
"owh kau mau ikut campur? apa kau yang mau menggantikan gadis ini menemaniku, ku lihat kau juga sangat cantik" kata pria rentenir itu dengan tidak sopan
"hhh siapa sudi" balas Pingkan
mendengar penghinaan pingkan, pria rentenir tersebut langsung murka.., ia memberi isarat pada dua preman yang merupakan anak buah yang memang seringkali di bawa nya.
__ADS_1
"aku tak akan melepaskan kalian" kata pria kaya itu dengan seringai menakut kan, yang jika di perhatikan penampilan pria terkesan lebih mirip mucikari tersebut. Cincin nya banyak dan besar-besar, gelang nya besar, kalung nya juga rantai emas yang sangat besar.
"apa peduli ku" balas Pingkan
"Tuan jangan ganggu teman ku, jangan ganggu kami, kami tidak ada urusan dengan mu, tolong" Kanaya mencoba memohon, ambil jalan yang aman.
"Naya,jangan memohon pada orang jahat" saran Pingkan
"melihat saudara mu yang sopan dan baik ini, boleh saja kalian ku lepaskan tapi ada syarat nya" kata si pria kaya
"apa syarat nya?" tanya Kanaya cepat
Pingkan betul-betul pusing mengapa Kanaya begitu sangat polos menghadapi orang-orang jahat ini...
"kalian harus minum dua gelas, kau dua gelas dan kau juga dua gelas" kata nya.
Kanaya terbengong, ia tentu saja tak bisa menyanggupi persyaratan nya. Ia ingat terakhir kali tak sengaja minum di acara sekolah ia mabuk berat sampai tak sadarkan diri.
Pingkan malas meladeni, ia pun dengan santai segera menelepon abang nya Arga..
ternyata Arga ada di ruangan Vip bersama beberapa relasi besar nya,mereka sedang minum-minum juga. rupa nya Pingkan tak sembarangan datang ke tempat ini..
tak lama Arga datang bersama dua teman nya
"dimana orang yang mengganggu kalian?" tanya Arga dengan suara berat nya
awal nya Si pria Kaya yang membawa dua preman ini mau marah tapi saat melihat siapa yang datang dia mingkem juga karena saat ia melihat lawan nya baru di lihat dari penampilan saja sudah jelas Arga ini orang yang penting dan sangat berkedudukan. di tambah lagi dua orang pria teman di belakang nya..
jelas sekali sekaya apa pun diri nya jika berhadapan dengan orang-orang ini dia bukan lah apa-apa, apalagi kelihatan nya orang-orang ini baru keluar dari ruangan vip di lihat dari pelayan yang bersama nya. sudah jelas bisa mati jika ia berhadapan dengan para pria ber-jas rapi ini.
Akhir nya si pria kaya itu langsung mengajak anak buah nya pergi dari pada urusan nya berabe. Kanaya merasa sangat lega
"emh..i luv yu brother.., kau memang yang terbaik" Pingkan memeluk pinggang Arga
"nanti kalian pulang bersama ku saja.." saran Arga pada Pingkan dan Kanaya
__ADS_1
"baik.." balas pingkan
"dasar bocah.." Arga menoyor pelan kepala Pingkan
Kanaya
Sementara itu Rey kelabakan mencari Kanaya yang tak ada di apartemen nya, ponsel Kanaya tidak di angkat dan Pingkan juga sama tidak mengangkat panggilan sama sekali.
Rey pun segera buru-buru ke kediaman Erlangga siapa tau istri nya ada di sana
"bang, istri ku mana?" tanya Rey saat baru sampai
Zacklee yang baru terbangun dari tidur nya merasa kaget dengan pertanyaan Rey
"mana aku tau, kau fikir aku membawa lari istri mu?" kesal Zacklee
Zacklee ketiduran di sofa dari tadi sore setelah menyusun beberapa tugas nya. ia juga tadi melihat ada riwayat panggilan dari Pingkan. Saat ia masih bertanya-tanya dalam hati ada apa Pingkan menelpon nya, ia malah di kagetkan dengan kedatangan Rey yang kehilangan istri nya, dasar gila.
"Kanaya tidak di sini.." kata Zacklee
belum sempat Rey berkata lagi panggilan dari Pingkan masuk ke ponsel nya. Rey berbinar Pingkan menelpon nya balik
📞
"sudah pulang kamu dari menjenguk kekasih masa lalu mu itu?" sindir Pingkan
Rey hanya menelan saliva sama sindirian pedas sahabat kecil nya yang super judes ini.
"aku mencari Kanaya kemana-mana, apa dia bersama mu?" cecar Rey
"oh, kamu masih ingat istri?" balas Pingkan
"aku mengajak nya ke club untuk bersenang-senang, ini kami sudah di perjalanan pulang.." jawan Pingkan tetap dengan intonasi judes
__ADS_1
Rey langsung lega, ia pun buru-buru mematikan ponsel dan cabut dari sana tanpa berkata apa pun pada Zacklee...
"bocah itu kenapa?" gumam Zacklee yang melihat Rey pergi terburu-buru setelah menanyakan istri nya beberapa saat tadi.