Amore Mio Versi 3

Amore Mio Versi 3
Amore Mio Versi 3 Chapter 18


__ADS_3

Saat hari libur Nyonya Erlangga berencana mengajak Kanaya pergi keluar senang-senang. Walau pun terlampau sibuk nyonya Erlangga mencoba menyempatkan diri nya.


nyonya Erlangga berencana mengajak Kanaya nyalon, spa dan lain-lain nya, sekalian belanja pakaian.


entah mengapa nyonya Erlangga yang sudah tua pun merasa kalau penampilan Kanaya memang terkesan gak banget, kolot dan terlihat aneh. Kalau nyonya Erlangga pribadi sih gak apa-apa lah ya namun nyonya Erlangga kasihan juga kalau nanti nya Kanaya malah akan di ejek-ejek sama teman-teman Rey yang rata-rata anak gaul semua nya itu. Bagaimana pun juga Kanaya adalah calon istri Rey jadi nyonya Erlangga harus bergerak sebelum Rey putera bungsu nya itu malah memilih mundur dari rencana pernikahan ini.


Ternyata Pingkan juga berencana ingin mengajak Kanaya belanja sesuai niat nya beberapa hari lalu untuk membantu Kanaya berubah. Dan saat ia sampai di kediaman Erlangga, ia melihat nyonya Erlangga dan Kanaya sudah bersiap pergi..


"lho mau kemana Tante? Kanaya?" tanya Pingkan


"ini tante mau ajak Kanaya Spa ke salon sekalian belanja pakaian.." jawab Nyonya Erlangga jujur


"oh kebetulan Pingkan juga mau ajak Kanaya belanja tante.." kata Pingkan apa ada nya


"ya udah kita sama-sama, nanti pas belanja kamu tolongin pilih baju-baju yang bagus buat Kanaya oke" kata nyonya Erlangga, ia juga merasa Pingkan lebih tau mana yang lebih nge-trend dan kekinian untuk anak muda masakini.


"beres tante..serahin sama Pingkan" kata Pingkan bersemangat..


Kanaya hanya tersenyum saja, ia tau orang-orang ini bersemangat membantu nya. jujur saja sebagai wanita tulen Kanaya juga pasti suka dengan pakaian cantik dan bagus hanya saja ia tak pernah punya kepercayaan diri untuk memakai nya, apalagi Kanaya merasa selama ini kalau diri nya memang super buta dalam hal mode.


๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก๐Ÿงก


Saat Kanaya dan Pingkan selesai pijat dan spa serta facial wajah, Pingkan pamit sama Nyonya Erlangga untuk pergi ke butik terdekat di sekitar.


nyonya Erlangga masih melakukan pijat wajah terlebih dahulu..


perawatan untuk usia separuh baya seperti Nyonya Erlangga tentu lebih memakan waktu ketimbang perawatan para gadis muda seperti Pingkan dan Kanaya


Pingkan yang melihat wajah Kanaya sudah makin glow-up, ia pun menyarankan Kanaya untuk ganti pakaian sebelum berbelanja


"nih kita pergi, kamu pake ini dulu" Pingkan menyerahkan pakaian baru yang simple namun keren pada Kanaya.


itu adalah pakaian yang Pingkan beli waktu masih di luar negeri namun belum pernah terpakai. Jadi kasih kanaya aja itung-itung oleh-oleh buat Kanaya.

__ADS_1


"kamu kasih aku?" tanya Kanaya


"iya, pake nanya lagi. cepetan pake.." pingkan mendorong Kanaya ke ruang ganti.


pakaian itu atasan nya berbahan kaos lengan panjang gombrong dan santai, Pingkan sengaja memberikan model ini pada Kanaya agar nanti Kanaya tak kesusahan saat harus bolak-balik mencoba pakaian di ruang ganti butik.


Setelah Kanaya selesai mengenakan pakaian yang di berikan Pingkan pada nya, Pingkan juga memoles sedikit wajah Kanaya.., lalu mengurai dan memberikan spray pada rambut berombak Kanaya terakhir merapikan nya agar terlihat lebih matching dengan pakaian yang di kenakan nya. tak lupa Pingkan memasang kan acsesoris yang kece di telinga Kanaya, dan...sempurna !!!


"nah ini baru cakep.." Pingkan memainkan mata nya dan tersenyum dengan puas


"Pingkan..tante tunggu di sini ya,,, tante percayakan Kanaya sama kamu" kata nyonya Erlangga pada Pingkan


"siap tante.." jawab Pingkan antusias...


"ma..Kanaya pergi dulu.." kata Kanaya


"iya..kalian hati-hati.." ujar nyonya Erlangga..



๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„๐Ÿ„


Pingkan begitu sangat sumrimgah memilihkan Kanaya pakaian, Kanaya sampe capek bolak balok ruang ganti.


sudah setumpuk pakaian dan mereka membawa beberapa tas di tangan nya, Kanaya sampai menghela nafas melihat tas belanjaan di tangan nya sendiri saking banyak nya.


sumpah, Kanaya sampe mikir ini Pingkan anak dewi dari kahyangan mana? ini bener-bener semua Pingkan yang belikan baju-baju bagus buat Kanaya pake uang pingkan sendiri


Kanaya melihat sendiri kalau Pingkan menggesek kartu nya sendiri di kasir, tanpa menggunakan kartu yang nyonya Erlangga berikan.


Kanaya juga punya kartu sendiri,tapi Pingkan berulang kali menolak nya saat Kanaya meminta menggunakan nya. Kanaya jadi gak enak.


Pingkan memang tulus ingin bantu Kanaya jadi hari ini ia memang niat ingin membelikan Kanaya pakaian yang keren, cantik dan matching. Ya apalah uang segini untuk ia yang tajir. Pingkan ini walau pun mahasiswi namun ia sering berinvestasi hingga pundi-pundi kekayaan terus mengalir ke dalam limit saldo nya. Pingkan Sangat pintar sama seperti Arga. mereka mewarisi kebiasaan orangtua nya yang merupakan investor besar sejak lama

__ADS_1


"kali ini gue yang bayarin semua. Nanti kalau kita pergi belanja lagi loe mau bayar sendiri baru itu terserah loe" kata Pingkan


Kanaya hanya terbengong. Apalagi Pingkan bukan cuma membelikan nya pakaian namun ada juga sepatu,sandal, acsesoris wanita dan juga alat make-up..


"Pingkan, udah ini udah banyak.." kata Kanaya


Pingkan memperhatikan..


"masih kurang tas yang cantik, setelah itu baru cukup.." kata Pingkan Seraya menyeret Kanaya ke toko tas wanita


Kanaya hanya bisa manut campur bengong sama ulah Pingkan.


dan saat mereka sedang memilah-milih tas, tampak dua orang cewek masuk juga ke toko tas tersebut.mereka adalah mahasiswi Brahmanaz Collage.


merasa mengenali Kanaya ciwi-ciwi ini pun langsung menyapa..


"hai..Kamu adik kelas yang kerabat Rey itu kan?" sapa salah satu ciwi yang teringat pertemuan mereka di gedung eskul sekolah saat Rey dan tim nya sedang latihan basket


"oh..iya..hai...." Kanaya pun yang teringat langsung balas menyapa dan tersenyum pada dua mahasiswi Brahmanaz Collage tersebut.


"kamu cantik sekali hari ini, kami hampir gak kenal" kata mahasiswi satu nya lagi, karena seingat nya saat bertemu Kanaya,gadis ini sangat Katrok penampilan nya, hanya saja memang cantik sejak awal.


"ah, terimakasih.." jawab Kanaya spontan


Pingkan yang mendengar nya tiba-tiba langsung ikut menimpali..


"Kanaya ini bukan sekedar kerabat Rey.., tapi Kanaya ini juga calon istri Rey lho" kata Pingkan langsung..


"ah yang benar, jadi Rey sudah punya calon istri.." kata Mahasiswi itu suprise, ia dan teman nya saling pandang satu sama lain.


"iya, Kanaya ini calon istri nya..masa kalian gak tau?" kata Pingkan, yup..Pingkan sudah bisa menebak nya, Rey si pria tak berperasaan itu pasti berlaku seenak nya sama Kanaya


"stt.." Kanaya mencoba menyuruh Pingkan tak bicara lagi

__ADS_1


Pingkan jadi heran, ada apa rupa nya? Apakah antara Rey dan Kanaya sama-sama menyembunyikan status mereka? pingkan penasaran.


__ADS_2