
Saat makan malam tiba, Arga dan Pingkan sudah tiba di kediaman Erlangga dan Pingkan langsung menuju ke kamar Kanaya.
Saat ia baru tiba di depan pintu, Kanaya baru akan keluar kamar..
"eh, Pingkan.." Kanaya agak kaget
"hai Naya.." Pingkan langsung menyapa
"kamu cantik sekali.."puji Kanaya melihat pingkan di balut minidress simple nya, gadis satu ini memang lah super modis
"terimakasih.." Pingkan senang
"yuk ke depan.." ajak Kanaya
"eh tunggu..emang nya kamu udah selesai?" tanya Pingkan memastikan..
"udah.." jawab Kanaya polos
Pingkan memperhatikan penampilan Kanaya yang benar-benar enggak banget. Jadi ini memang style Kanaya?
tadi siang Pingkan mengira pakaian yang di pakai Kanaya itu asal-asalan karena abis bantu beres-beres, atau gimana gitu. jadi ternyata penampilan Kanaya yang aneh tadi siang itu memang asli nya penampilan Kanaya? Pingkan shock banget.
Setahu nya tadi saat ngobrol sama Zacklee, latar belakang Kanaya ini adalah anak bos. Dan dia juga cantik banget tapi kenapa penampilan nya katrok banget. Apa gara-gara dari desa? Oh no...itu bukan alasan. ada banyak orang dari desa namun masih sangat pandai dalam berpenampilan. Singkat nya Kanaya ini memang tak pernah menyatukan diri nya dengan mode.
come on, apakah gadis bernama Kanaya ini tidak menyadari kalau diri nya sendiri sangat lah cantik? Batin Pingkan
"Naya, kamu enggak dandan dulu gitu?" tanya Pingkan lagi
"enggak..gini aja cukup kok.." balas Kanaya yang sama sekali tak mengerti makna ucapan Pingkan.
Pingkan langsung mendorong nya kembali ke dalam kamar..
"kamu gak ada cosmetik gitu,Naya?" tanya pingkan yang melihat meja rias Kanaya hanya ada lotion,bedak tabur,lulur,pelembab wajah, parfume remaja dan lipbalm natural biasa khusus anak sekolahan. Sama sekali tidak ada cosmetik dan make-up dengan berbagai varian nya.
Kanaya menggeleng..
"nih aku ada bawa.." kebetulan Pingkan punya set mini make-up natural yang selalu ia bawa kemana-mana dalam tas ponsel nya. Tapi itu tidak lengkap karena Pingkan pun membawa nya tanpa sengaja karena berengketan dengan kotak bedak harian nya yang berukuran mini, kebetulan ia juga punya lipgloss mini di tas nya yang selalu ia pakai untuk merapikan lipstik di bibir nya agar selalu kelihatan ombre.
__ADS_1
Pingkan menyerah kan kotak mini bedak dan lipgloss itu ke tangan Kanaya..
"kamu bisa pake kan?" kata Pingkan
Kanaya menggeleng "aku gak pernah, pingkan..jadi aku gak bisa.."
Pingkan menghela nafas nya, hari gini cewek nggak bisa dandan? Helow?
"ya udah sini.." tarik Pingkan
Kanaya menurut saja saat di suruh Pingkan duduk,dan Pingkan mendandani wajah nya.
Karena keterbatasan alat make-up jadi nya Pingkan hanya bisa mendandani Kanaya ala kadar nya saja. Namun karena Pingkan memang sudah suhu nya jadi wajah Kanaya menjadi lebih ke-up dan segar.
Pingkan juga memberikan sedikit sentuhan jell pada rambut kanaya agar tidak terlalu mengembang, kebetulan Pingkan memang sering membawa jell rambut sasetan sekali pakai di tas kecil nya. Kemudian dengan cekatan Pingkan menjepit sedikit rambut Kanaya.
Pingkan masih mematut pakaian Kanaya
"kalau aku suruh kamu ganti baju,gak apa-apa kan..?" tanya Pingkan lebih dulu
"iya deh gak apa-apa, kamu aja yang pilih..aku gak ngerti" ujar Kanaya.
Pingkan melihat-lihat isi lemari pakaian Kanaya, benar-benar gak ada yang cocok. Pakaian-pakaian milik Kanaya benar-benar aneh semua nya, benar-benar nggak banget.
"Kanaya, pakaian nya ini nggak ada yang lain..?" tanya Pingkan
Kanaya bukan nya menjawab, kali ini ia mulai sadar kenapa sebab nya Rey bilang kalau penampilan diri nya aneh.., ternyata ia memang seaneh itu ya
"pakaian ku terlalu kampungan ya?" Kanaya balik nanya
"bukan kampungan nya Kanaya, tapi kamu nya yang nggak tau fashion.." Pingkan blak-blakan..
Kanaya akhir nya ketawa juga, karena melihat Pingkan kehabisan akal melihat isi lemari nya.
Namun tiba-tiba mata Pingkan tertumpu pada sebuah pakaian terbungkus plastik di atas bufet kecil di sudut ruangan
"ini apa?" tanya Pingkan seraya membuka nya dan woow..itu adalah mini dress yang lumayan simple dan cantik berwarna putih agak krem lembut..
__ADS_1
"ini baju siapa?" tanya Pingkan pada Kanaya
"itu saat aku dan teman-teman kuliah pergi ke arena bermain lalu salah satu teman ku memenangkan undian berhadiah dan ia dapat pakaian itu" cerita Kanaya
"jadi ini milik teman mu,begitu?" Pingkan mengambil kesimpulan
"tidak, itu punya ku. Jadi teman ku itu bilang kalau pakaian ini cocok untuk ku..lalu ia memberikan nya pada ku" Kanaya melanjutkan cerita nya.
"hmm, teman kuliah mu itu sangat benar, pakaian ini sangat cocok untuk mu" Pingkan membenar kan seraya menatap pakaian itu dan kemudian menatap ke arah kanaya secara bergantian.
"tapi..aku tak akan memakai nya, pakaian ini terlalu terbuka.." Kanaya tidak bisa karena lengan pakaian nya hanya satu dua garis saja
"tidak apa-apa..ini acara makan malam.rambut mu kan terurai hanya ku jepit sedikit di bagian depan. Jadi dress ini cocok untuk model rambut mu" kata Pingkan yakin
"tapi aku malu...pingkan" Kanaya benar-benar merasa ragu.
"kita bahkan tak punya bolero yang cantik untuk menambahkan nya agar lengan mu tak terlihat, sudah lah tanpa bolero saja tidak akan apa-apa" kata Pingkan lagi..
"tapi..." Kanaya masih juga ragu
"Kanaya, tidak mungkin kau keluar dengan pakaian ini kan..?" Pingkan menunjuk pakaian yang sedang di pakai Kanaya, itu seperti celana warna navy bahan katun yang lurus namun semata kaki persis orang mau berkebun, lalu atasan nya kemeja berbahan satin berwarna hijau botol. Benar-benar tidak nyambung dan sangat teramat terlihat aneh.
"kau bahkan tak punya pakaian untuk menggantikan nya Kanaya.." pingkan mengingat stock pakaian di lemari Kanaya betul-betul gak banget ke-semua nya
Kanaya diam sejanak, ia fikir Pingkan sudah berusaha keras sampai bela-belain merias nya, masa' dia mau mengecewakan Pingkan teman baru nya ini..lagi pula Kanaya akui walau terkesan to the point Pingkan ini orang nya tulus dan sangat asik...
"oke deh aku pake.." kata Kanaya akhir nya
"nah gitu dong.." Pingkan pun langsung menyerahkan pakaian dress itu ke tangan Kanaya.
dan benar saja setelah Kanaya selesai mengganti pakaian nya ia benar-benar seperti orang yang berbeda. Pingkan pun segera membantu Kanaya merapikan dress tersebut
"oke, sempurna..kamu cantik Kanaya.." puji Pingkan.
Kanaya pun merasa tak mengenali diri nya di cermin. walau dandanan nya terkesan tipis natural namun Kanaya merasa malah ini lebih cocok dengan nya ketimbang dandanan nya di acara pesta sekolah kemarin saat di bawa oleh Zacklee ke salon tante nya Andika.
Sungguh di perhatikan berapa kali pun entah mengapa Kanaya lebih menyukai gaya nya yang sekarang. Pingkan memang thebest merias nya.
__ADS_1